MAKASSAR, BKM — Sedikitnya dua hingga tiga tokoh Partai Golkar di Sulawesi Selatan saling mencari pengaruh dan dukungan, baik untuk memenangkan calon presiden Airlangga Hartarto, menang di pemilu legislatif (pileg) hingga dapat meraih rekomendasi sebagai calon gubernur Sulsel.
Ketiganya adalah Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulsel Dr Taufan Pawe (TP), Wakil Ketua umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar HAM Nurdin Halid (NH), serta Ketua relawan Pemenangan Calon Presiden Airlangga Hartarto Ilham Arief Sirajuddin (IAS).
Adu pengaruh mereka berdampak pada sayap partai, yakni Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Sulsel yang kini terbelah. Bahkan kader AMPG dari dua kubu terlibat ketegangan di kantor Golkar Sulsel Jalan Botolempangan, Kamis (21/7).
Situasi ini dipicu oleh adanya dua kelompok yang bersatu ingin menggelar rapat di kantor DPD I Golkar Sulsel. Surat undangan rapat pleno ditandatangani oleh Ketua Harian HA Kadir Halid serta Wakil Sekretaris Irwan Muin.
Sebelum pleno digelar, puluhan pengurus dan kader AMPG Sulsel di bawah komando Rahman Pina selaku ketua, terlebih dulu mengamankan pintu masuk kantor Golkar. Akibatnya, terjadi gesekan antara loyalis NH dan pendukung TP.
Pengurus dan kader AMPG bersitegang dan terlibat saling dorong, antara AMPG yang dikendalikan Rahman Pina serta AMPG yang datang bersama Kadir Halid (adik NH). Adu mulut pun tak terhindarkan.
Kadir Halid sempat masuk ke dalam kantor Golkar Sulsel di Jalan Botolempangan, lalu pintu ditutup oleh AMPG pendukung TP. Akibatnya, pendukung Kadir Halid tak bisa masuk. Saat itulah terjadi aksi dorong antara kubu Kadir Halid dan TP.
Kadir Halid datang ingin menggelar rapat pleno dengan agenda tertentu. Juga terlihat Andi Iskandar Zulkarnain Latief, Farouk M Betta, Abdillah Natsir, dan Hoist Bahtiar.
Ketika ingin menggelar rapat di lantai II, pada saat bersamaan sedang berlangsung rapat pelaksanaan Liga Beringin yang dipimpin Rahman Pina, yang sudah teragendakan di DPD I Partai Golkar Sulsel.
Rahman Pina bergeming. Ia menilai tak ada jadwal rapat DPD I Golkar selain panitia Liga Beringin. “Rapat resmi di DPD I hari ini cuma rapat panitia liga beringin,” ujarnya.
Karena sudah berjam-jam menunggu dan Rahman Pina tak juga mengizinkan, Kadir Halid menggelar rapat hingga memilih masuk ke ruangan sendiri. Karena ruangannya tertutup, ia mendobrak untuk digunakan sebagai tempat rapat pleno. Kurang lebih 10-an pengurus pun masuk ke ruang Kadir untuk rapat.
Wakil Sekretaris Golkar Sulsel Nasran Mone menegaskan, tidak ada rapat pleno. “Tak ada agenda rapat pleno. Ada undangan tersebar, tapi yang tanda tangan ketua harian dan wakil sekretaris. Masak bisa begitu?” cetus Nasran heran.
Ia pun menegaskan, jika rapat pleno belum digelar karena SK DPD I Partai Golkar Sulsel digugat kubu Kadir Cs. “SK kepengurusan digugat, di sisi lain mereka minta pleno. Kalau menggugat kan artinya tidak menerima SK itu, maksudnya apa? Makanya, tunggu saja dulu hasil keputusan Mahkamah Partai Golkar,” ujar mantan anggota DPRD Makassar tiga periode ini.
Nasran pun menambahkan, walaupun ada rapat pleno, Kadir Cs tidak mungkin diundang karena tidak mau menandatangani pakta integritas sebagai pengurus.
Sebelum kedatangan Kadir Halid, puluhan orang telah menggereduk kantor Golkar Sulsel. Mereka pun merusak pagar kantor lalu merangsek masuk ke halaman. Namun, massa yang datang tertahan di halaman kantor Golkar karena pengurus AMPG Sulsel juga telah bersiaga.
“Intinya mereka ini (Kadir Halid) secara tiba-tiba datang mau merebut kantor dan merusak pagar. Yang pastinya bukan AMPG Sulsel, dan bukan AMPG Kota Makassar,” ujar juru bicara DPD I Partai Golkar Sulsel Zulham Arief.
Sekretaris DPD I Golkar Sulsel Andi Marzuki Wadeng, menjelaskan bahwa kejadian berawal dari pengurus Golkar Sulsel dipimpin Ketua Harian Kadir Halid hendak melakukan rapat bersama beberapa pengurus. Namun di saat bersamaan pengurus AMPG Golkar Sulsel dipimpin Rahman Pina juga ingin melakukan rapat.
“Hanya saja jamnya berbeda. Pengurus harian rapat jam 10.00 Wita, sedangkan AMPG rapat jam 09.00 Wita. Di saat bersamaan hari dan tanggal inilah salah satu kelompok melihat pagar tertutup sehingga hendak membuka gembok. Mau masuk di kantor, sedangkan ada juga kelompok AMPG mau rapat,” jelas mantan ketua Komisi E DPRD Sulsel ini.
Soal adu pengaruh antara TP dan IAS di Golkar, pemerhati politik dari PT Nurany Strategic Dr Nurmal Idrus memberikan gambaran. Menurut Nurmal Idrus, ada posisi yang berbeda saat ini antara keduanya.
Sebagai ketua Golkar Sulsel, tentu TP punya pengaruh yang lebih besar pada daerah. Golkar adalah partai struktural yang tidak patron terhadap satu orang. “Namun secara pengaruh, IAS lebih punya peluang untuk mendatangkan pengendalian yang baik bagi daerah. Tentu saja jika ia mampu meraih posisi sebagai ketua Golkar Sulsel,” jelas Nurmal yang pernah menjabat ketua KPU Kota Makassar.
Sebelumnya, peneliti utama ahli utama Pusat Riset Politik-Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRP-BRIN) Prof Dr R Siti Zuhro mengungkapkan, Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto harus secepatnya menertibkan atau mencari solusi terhadap friksi-friksi internal Partai Golkar yang terjadi di daerah, khususnya di Sulsel.
Pengamat politik yang dikenal cukup dekat kalangan Partai Golkar ini, mengakui secara nasional Airlangga telah mampu mengatasi friksi-friksi internal Partai Golkar yang sangat tajam di era kepemimpinan Aburizal Bakrie.
“Saat ini kondisi Golkar secara nasional sudah cukup bagus di era Airlangga. Kerja-kerja partai telah berlangsung dengan baik. Tapi, gejolak internal partai di daerah, khususnya di Sulsel harus cepat dicarikan solusi yang mengarah kepada win-win solution. Apalagi Sulsel adalah daerah pendulang suara yang sangat signifikan bagi Golkar,” ujar Siti Zuhro.
Menurutnya, kisruh di Golkar Sulsel ternyata masih berlarut-larut. Ini imbas dari musda dua tahun lalu yang masih belum tuntas. Terbukti dengan adanya gugatan di Mahkmah Partai terkait hasil musda.
IAS Temui Senior
Hingga sekarang banyak ketua DPD II yang masih loyal atau setia pada TP. Bahkan menegaskan sikapnya agar TP diputuskan sebagai calon gubernur mendatang.
Dorongan tersebut datang dari Ketua DPD II Golkar Maros Hj Suhartina Bohari, Ketua Golkar Pangkep Andi Ilham Zainuddin, Ketua Golkar Barru Mudassir Hasri Gani, Ketua Golkar Gowa Ambas Syam, Ketua Golkar Takalar Sulkarnain Arief, Ketua Golkar Jeneponto Iksan Iskandar, Ketua Golkar Bantaeng, Ketua Golkar Selayar Basli Ali, serta Ketua Golkar Sinjai Kartini Ottong.
Demikian pula dengan Ketua Golkar Luwu Timur Aripin, Ketua Golkar Toraja Utara Yohanes Bassang, dan terakhir Ketua Golkar Tana Toraja Viktor Datuan Batara.
Adapun IAS memiliki kedekatan dengan mantan Ketua Golkar Pangkep Syamsuddin Hamid, Ketua Golkar Bone Andi Fahsar M Padjalangi, Ketua Golkar Soppeng Andi Kaswadi Razak, serta Iksan Iskandar dari Jeneponto, dan terakhir mantan Ketua Golkar Sinjai Andi Massalinri Latif .
IAS menyambangi kediaman mantan Ketua Golkar Sinjai Andi Massalinri, di Jalan Veteran, Sinjai, Kamis (21/7). Wakil bupati di periode kedua di era Bupati Sinjai Andi Rudiyanto Asapa itu menyambut hangat kedatangan IAS.
Massalindri merupakan salah satu tokoh senior Golkar di Sinjai. Dia pernah menjabat dua periode sebagai ketua DPD II Golkar Sinjai. Era kepemimpinan kakak kandung Andi Zulkarnain Lathief itu bertepatan saat IAS memimpin DPD II Golkar Makassar dan saat menjadi ketua DPD I Golkar Sulsel 2012 lalu.
“Alhamdulillah, sejak bergabung kembali ke Golkar, ini adalah kesempatan pertama saya bisa sowan ke Kak Indi (sapaan akrab Massalinri-red). Saya sengaja datang untuk saling mengingatkan bahwa Golkar saat ini masih sangat membutuhkan sentuhan dari para senior. Jadi mudah-mudahan bisa sama-sama kembali aktif dan membesarkan partai ini,” ajak wali kota Makassar 2004-2014 ini.
Dalam kesempatan itu, IAS juga menyinggung statusnya sebagai keluarga yang pernah berdomisili di Sinjai. “Kalau tidak salah, tahun 1957 itu, ayah kami menjabat Komandan Resort Polisi Sinjai. Bahkan salah satu dari saudara kami memang lahir di Sinjai,” terang kakak IAS, Syamsul Bahri Sirajuddin.
Terkait kunjungan itu, Massalindri mengaku sangat senang setelah tahu IAS kembali bergabung ke Golkar. Dia mengajak sejumlah orang dekatnya menyambut IAS. Salah satunya adalah Dahlan, mantan sekretaris DPD II Golkar Sinjai.
“Yang menyejukkan dari kehadiran IAS di Golkar itu seperti ini. Dia mau bersusah-susah berkeliling Sulsel menemui senior-senior Golkar, padahal dia sendiri termasuk sudah sangat senior. Ini artinya, IAS memang punya kemampuan menggalang dan menyatukan kader di partai,” tanggap Andi Massalindri.
Kunjungan IAS masih rangkaian road show di tiga kabupaten yakni Bulukumba, Sinjai dan Bone.
Beberapa waktu lalu, IAS bersama NH menggelar pertemuan dengan ratusan kader yang mengatasnamakan relawan pendukung Airlangga sebagai capres. Pertemuan tersebut tidak dihadiri oleh TP. (rif)

