1 MUHARRAM 1444 Hijriah segara dijelang. Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam itu, sebuah even besar digelar di Kota Makassar. Namanya Karnaval 1 Muharram 1444 Hijriah. Dilaksanakan oleh Pemkot Makassar, dalam hal ini Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Harian Berita Kota Makassar serta Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) Gadjah Mada.
”SETELAH sekian lama tidak pernah ada kegiatan apapun dalam rangka tahun baru Islam, kita akan melaksanakan event yang berskala besar. Salah satu targetnya adalah agar siswa bisa tahu dan memahami bahwa ada tahun baru Islam. Selain itu, juga menanamkan nilai-nilai baik dan keislaman kepada anak didik,” ujar Muh Yusuf dari LBB Gadjah Mada yang menjadi panitia Karnaval Muharram dalam siniar untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar.
Ajang ini akan dilaksanakan, Sabtu (30/7) di Lapangan Karebosi. Pihaknya juga sudah menghubungi pihak terkait. Ia menargetkan karnaval ini diikuti 6.000 siswa dari 200 SD di Kota Makassar.
”Sebenarnya kita mau jumlahnya lebih banyak lagi. Namun, harus dibatasi karena kondisi. Sekarang khusus untuk SD dulu, karena terhadap mereka inilah kita ingin meletakkan dasar pemahaman tentang tahun baru Islam,” tutur pria yang akrab disapa Ucu itu.
Diakui, event ini cukup mendapat atusias dari banyak pihak, khususnya Disdik Makassar. Panitia juga sudah menyampaikan rencana kegiatan kepada Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, dan menyatakan mendukung sepenuhnya.
Khusus untuk peserta, terang Ucu, berasal dari 14 kecamatan yang ada di Makassar, di luar Kecamatan Kepulauan Sangkarrang. Satu kecamatan ada 15 sekolah. Setiap sekolah mengirimkan 30 orang pesertanya. Karena itu, panitia optimistis target 6.000 orang bisa tercapai.
”Untuk event ini belum semua SD diikutkan. Baru 200 sekolah. Sementara SD yang ada di Makassar sebanyak 250 sekolah. Jadi kalau diikutkan semuanya, sebenarnya peserta bisa mencapai 60 ribuan. Nanti even seperti ini akan kita laksanakan lagi. Agar berkesinambungan, kita akan siapkan berencana menyiapkan hadiah bergilir untuk pemenang,” terang Ucu.
Sebagai bentuk menyemarakkan tahun baru Islam, panitia meminta kepada para peserta untuk mempersiapkan kostum masing-masing yang bernuansa Islami. Karena itu, kostum mereka akan berbeda-beda. Karena itu kreativitas peserta sangat dibutuhkan. Mereka diharapkan bisa menampilkan yang terbaik.
”Kita perlombakan siapa yang paling kreatif. Seperti kostum atau kesesuaian gerak. Aturan mainnya sudah ada. Selain piala dan piagam, juga disiapkan uang pembinaan sebagai hadiah,” ujarnya.
Diakui Ucu, even akbar ini merupakan yang pertama digelar dan melibatkan murid SD setelah pandemi mereda. Sebelumnya, pada 10 tahun silam juga dilaksanakan Karnaval Budaya Islam di Pasar Segar, Makassar. Semenjak itu tidak ada lagi kegiatan serupa.
”Jadi sudah terlalu lama tidak ada kegiatan besar, dan tidak ada yang menggagasnya. Padahal Makassar ini masyarakatnya sangat religius. Karena itu kita yakin kegiatan ini bisa berlangsung semarak. Apalagi dalam rangka menyemarakkan tahun baru Islam,” tandas Yusuf.
Momen Karnaval Muharram ini, disebut usuf cukup bagus karena bertepatan dengan tahun ajaran baru. Murid SD baru saja memulai jadwal sekolah. Bertapatan pula dengan tanggal merah dan libur, sehingga tidak mengganggu aktivita sekolah.
Karena pesertanya murid SD, rute karnaval tidak terlalu jauh. Mereka mengitari Lapangan Karebosi yang menjadi fokus kegiatan. Para peserta diminta menyiapkan yel-yel yang akan disuarakan dalam karnaval. Panitia menempatkan tim penilai secara samar pada rute yang dilalui. Hasilnya akan diumumkan di pengujung acara. Karena masih dalam suasana pandemi, Ucu meminta kepada para peserta untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes). Setiap sekolah juga harus ada guru pendamping. Anak-anak yang ikut juga sudah menjalani vaksinasi. Di lokasi acara mereka harus tetap mengenakan masker. Disiapkan pula alat pengukur suhu tubuh serta fasilitas cuci tangan.
”Jaga jarak juga diterapkan. Antara satu sekolah dengan sekolah yang lain dibuat berjarak. Pengaturannya per kecamatan. Karnaval rencananya dimulai pukul 07.00 Wita dan berakhir pukul 10 atau 11 Wita,” tandas Yusuf. (*/rus)

