MAKASSAR, BKM — Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Dr Jamaluddin Jompa diundang khusus ke Istana Negara. Ia diagendakan menghadiri penghargaan dari The International Rice Research Institute ( IRRI) atau lembaga penelitian padi internasional kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Minggu (14/8).
“Ini suatu kebanggaan tersendiri bagi warga Unhas, karena rektor diundang khusus untuk menghadiri penerimaan penghargaan tersebut. Undangan itu sangat terbatas dan selektif diberikan ke stakeholder terkait. Hanya tiga rektor yang diundang untuk menghadiri acara tersebut, yaitu rektor Unhas, IPB dan UGM, ” jelas Dr Sawedi Muhammad, Kepala Sekretariat Rektor Unhas.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dalam berbagai sudut pandang, undangan khusus itu punya arti penting bagi Unhas. Pertama, rektor Unhas punya posisi penting di mata presiden. Kedua, presiden punya penilaian dan pandangan positif kepada Unhas. Ketiga, Unhas dilirik untuk memperhatikan penghargaan itu. Artinya bahwa Unhas diajak untuk berperan aktif menjaga dan mengembangkan apa yang telah dicapai Indonesia sejauh ini.
Penghargaan dari IRRI untuk Presiden Jokowi diberikan karena Indonesia dinilai memiliki sistem ketahanan pangan, dan berhasil swasembada beras pada 2019-2022.
Penghargaan bertajuk Acknowledgment for Achieving Agri-Food System Resiliency and Rice Self Sufficiency During 2019-2021 Through the Application of Rice Innovation Technology itu diserahkan oleh Direktur Jenderal IRRI Jean Balie.
Dalam sambutannya, Jokowi menjelaskan bahwa Indonesia berhasil memproduksi 31,3 juta ton beras pada 2019. Pemerintah berhasil mempertahankan produksi beras konstan 31,3 juta ton hingga 2021. Itulah yang dinilai IRRI untuk memberikan penghargaan kepada Indonesia. (*/rus)

