pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Disdik Kecolongan, Pelajar Konvoi Usai Upacara

Kadis Janji Telusuri dan Beri Sanksi yang Melanggar

MAKASSAR, BKM — Ratusan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan SMK di Kota Makassar menggelar konvoi di jalan raya usai mengikuti upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-77, Rabu (17/8).

Arak-arakan kendaraan mereka terpantau melintas di ruas Jalan Penghibur dan Ahmad Yani sekitar pukul 14.20 Wita. Mereka terus menerus menggeber motor dan bersikap ugal-ugalan hingga mengganggu dan membahayakan pengguna jalan lain.

Sehari sebelumnya, beredar informasi bahwa siswa akan melakukan konvoi kendaraan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-77. Dalam informasi itu, tertera jika titik kumpul dipusatkan di belakang SMK Negeri 8 Makassar, Jalan Batu Putih.

“Rute akan disampaikan pada saat para pelajar sudah berkumpul. Peserta yang ikut dalam konvoi kendaraan wajib menggunakan seragam sekolah dan membawa kendaraan masing-masing,” demikian bunyi petikan informasi yang diperoleh.

Dikonfirmasi terkait hal itu, guru Kejuruan Usaha Perjalanan Wisata SMKN 8 Makassar Arsindah Damayanti, menegaskan bahwa tak ada aktivitas berkumpulnya siswa di sekitar SMKN 8 usai pelaksanaan upacara HUT RI.

“Saya dari pagi sampai sore ada di sekolah dan sudah cek baik-baik di depan sekolah maupun di belakang sekolah. Tidak ada kumpul-kumpul anak sekolah,” ungkapnya.

Namun Chinda, sapaan akrabnya, mengaku jika memang dirinya mengetahui rencana aksi tersebut. Oleh karena itu, pihak sekolah mengambil langkah antisipasi dengan melibatkan pihak kepolisian yang berpakaian preman untuk berjaga.

“Kami pihak SMKN 8 langsung menindaklanjuti dengan melakukan penjagaan. Tadi pagi (kemarin) juga saat upacara, kepala sekolah sudah memperingatkan siswa untuk tidak ikut dalam konvoi tersebut,” tegasnya.

Salah satu orang tua siswa SMA Negeri 17 Makassar mengaku jika dirinya tak mengizinkan anaknya untuk ke sekolah usai memperoleh informasi itu. Bahkan, anaknya pun tak mengikuti upacara.

Dia membeberkan jika pihak sekolah sudah memberikan informasi sebelumnya bahwa usai upacara, siswa harus dijemput oleh orang tua masing-masing. Hanya saja, ia enggan mengambil risiko lantaran dirinya juga mengikuti upacara di tempatnya bekerja.

“Daripada anakku diajak temannya pergi konvoi, mending di rumah saja. Mungkin anakku tidak mau ikut konvoi, tapi siapa tahu ada temannya yang memaksa. Kebetulan saya juga ikut upacara di kantor. Ketentuan sekolah kan siswa boleh pulang tapi dijemput orang tua, jangan sampai saya terlambat menjemput, akhirnya dia ikut konvoi,” bebernya.

Menyusul aksi pelajar di HUT Kemerdekaan RI ini,
Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan dinilai kecolongan. Karena, Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan Setiawan Aswad mengaku sudah meminta setiap sekolah dan Dinas Pendidikan di setiap daerah agar menyiapkan langkah antisipasi supaya konvoi tidak dilakukan.

“Sudah disampaikan kepada kepala sekolah, cabang dinas semua untuk mengantisipasi, ternyata ada (konvoi). Itu sudah diminta supaya sekolah menghubungi keluarga dan orang tua siswa agar anaknya tidak mengikuti konvoi,” ungkapnya.

Setiawan menegaskan, dirinya sudah menekankan agar pihak sekolah memberikan kegiatan positif usai upacara agar siswa tak langsung meninggalkan sekolah dan melakukan aktivitas yang membahayakan.

Karena masih ada siswa yang melakukan konvoi, ia berjanji akan menelusuri informasi tersebut lebih lanjut. Termasuk meminta pihak sekolah memberikan sanksi jika ada siswanya yang terlibat.

“Kalau tindakannya tidak melanggar hukum, kami akan beri edukasi supaya kesalahannya tidak diulang. Tapi kalau mereka terlibat pada kegiatan yang bisa jadi membahayakan orang lain, nanti akan ada pembinaan khusus. Didatangkan keluarganya. Bahkan kalau misal ada tindakan lanjutan dari konvoi ini, seperti tawuran, akan ditindaklanjuti,” tandasnya. (jun)




×


Disdik Kecolongan, Pelajar Konvoi Usai Upacara

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link