pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

RK Berpeluang Cawapres Anies atau Ganjar

Nurmal: Basis di Jabar jadi Modal Terbesar

MAKASSAR, BKM — Waktu terus bergerak mendekat ke kontestasi pemilihan presiden (pilpres) 2024. Sejumlah nama bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden mulai mengerucut. Terbatas pada pimpinan partai politik dan gubernur.
Untuk pimpinan parpol, ada Puan Maharani dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Prabowo Subianto (Partai Gerindra), Airlangga Hartarto (Partai Golkar), dan Muhaimin Iskandar dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Sementara kandidat yang saat ini menjabat sebagai gubernur, yakni Anies Baswedan dari DKI Jakarta, Ganjar Pranowo (Jawa Tengah), Ridwan Kamil (Jawa Barat), serta Khofifah Indah Parawansah dari Jawa Timur. Selain itu, masih ada tokoh seperti beberapa orang menteri, panglima TNI juga disebut.
Para pimpinan partai ingin maju sebagai RI 1. Demikian pula dengan Anies dan Ganjar. Lalu bagaimana dengan Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil?
Kepada BKM Kamis pagi (8/9) sebelum menuju kampus Unhas untuk memberi kuliah umum, RK –singkatan nama Gubernur Jabar ini– memberi isyarat yang cukup realistis. ”Di mana pun saya berada, pertanyaan politik selalu muncul dan tidak bisa dihindari. Sebagai orang yang disurvei saya mengikut saja,” tutur Kang Emil.

Tak dipungkiri, menurut RK, Jawa Barat yang dipimpinnya saat ini memiliki jumlah penduduk yang paling besar. Sehingga dari sisi elektoral paling banyak.
”Dengan kondisi seperti itu, faktor Jawa Barat harus dihitung sebagai faktor utama dalam mengkonsolidasikan koalisi. Jadi, semua butuh RK,” ujarnya sambil tersenyum.
Bagaimana dengan peluang di luar Jabar, khususnya Sulawesi Selatan? Suami dari Atalia Praratya optimistis bisa mendapat dukungan. Sebab, ia memiliki karya monumental di Kota Makassar. Salah satunya Masjid 99 Kubah yang dicintai masyarakat.
”Begitu pula dengan kehadiran media sosial saat ini, bisa menjadi faktor kesukaan masyarakat di luar Jawa Barat,” kata Kang Emil yang memang aktif dan cukup populer di media sosial .

Kehadiran Ridwan Kamil dalam pembukaan Makassar Festival Delapan (F8) pada hari Rabu (7/9) yang mendapat antusias kaum Hawa, termasuk ibu-ibu, menjadi indikator bagi dirinya. ”Seorang pemimpin itu harus optimis. Waktu di lokasi F8, sambutannya sangat meriah sekali. Badan saya sampai merah-merah. Mereka mewakili antusias warga sekaligus menjadi indikator elektoral,” terangnya.
Saat ini, dari hasil berbagai lembaga survei untuk kandidat calon presiden dan wakil presiden, nama Ridwan Kamil selalu masuk lima besar. Bahkan konsisten di posisi keempat.

Bagaimana peluang RK untuk maju bersaing di kontestasi pilpres? Pemerhati politik yang juga Direktur Eksekutif PT Nurani Strategic di Makassar, Dr Nurmal Idrus mengemukakan bila secara popularitas Ridwan Kamil sudah mencapai titik tertingginya.
Masalahnya, menurut mantan ketua KPU Makassar ini, dia masih harus berjuang memastikan tingkat elektabilitasnya mengikuti popularitas yang tinggi. Terutama pada wilayah non Sunda yang menjadi basisnya.

“Secara politis, Ridwan Kamil punya peluang untuk ikut dalam kontestasi dengan posisi cawapres. Basisnya di Jabar nyaris tak ada yang bisa mengusiknya dari semua figur yang digadang-gadang bertarung . Itu modal terbesarnya untuk pencapresan,” jelas Nurmal, Kamis (8/9).
Pengamat komunikasi politik dari UIN Alauddin Makassar Dr Firdaus Muhammad, menyebut bahwa Kang Emil bisa berpasangan dengan Ganjar atau Anies. “Geopolitik Jabar dan Jateng cukup memadai. Kehadiran Emil di Makassar merupakan bagian strateginya guna meningkatkan elektoral,” ucap Firdaus.
Soal partai, Firdaus menyebut RK harus tetap bangun popularitas di luar Jabar dan jadi modal hadapi partai untuk mengusungnya.

Pengamat politik Dr Luhur A Prianto dan Dr Ali Armunanto sejalan dengan Nurmal. Kata Luhur, gubernur berlatar belakang artistek itu sangat populer di media sosial. Akademisi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar ini menyebut RK punya magnitude yang berbeda dibanding para kandidat capres-cawapres lain.
“Ridwan Kamil ini sosok yang sangat populer di media sosial dan memiliki engagment yang khas dengan kalangan pemilih milenial. Dalam arena demokrasi yang semakin terdigitalisasi, Ridwan Kamil menjadi sosok yang layak diperhitungkan semua kelompok politik,” ujar Luhur, kemarin.
Luhur menambahkan, Ridwan Kamil merupakan tokoh politik dengan follower media sosial terbesar, setelah Jokowi. Gaya dan interaksi politik Kang Emil juga digandrungi kalangan milenial. “Mungkin satu-satunya hambatan karena Ridwan Kamil bukan elite atau kader partai politik sehingga pergerakan politiknya masih luwes, sekaligus penuh ketidakpastian. Kalau sebagai cawapres, Ridwan Kamil bisa berpasangan dan melengkapi kekuatan capresnya, baik itu Anies maupun Ganjar. Apalagi RK masih memimpin Jabar, provinsi dengan demografi politik terbesar di Indonesia,” jelasnya.

Pengamat politik dari Unhas Dr Ali Armunanto hal senada. “Saya rasa peluang untuk posisi capres dan cawapres masih sangat bagus untuk Ridwan Kamil. Namun untuk posisi cawapres, pertimbangan geopolitik mungkin akan menjadi kendala karena rata-rata capres yang ada di top tiga berasal dari pulau Jawa. Sehingga baik Ganjar, Anies maupun Prabowo tidak akan mendapatkan keuntungan elektoral dari sisi geografi politik,” jelas Armunanto.
Hanya saja, lanjut dia, dengan perkembangan sosial media yang mampu mengatasi sekat ruang geopolitik, tentu akan menjadi kekuatan Ridwan Kamil, karena dia adalah tokoh yang populer di medsos. “Untuk meningkatkan dan menggaet elektorat Sulsel, RK tentu saja harus mampu meyakinkan pemilih Sulsel bahwa meskipun dia orang Sunda tapi bisa menjadi representasi bagi masyarakat Sulsel. Caranya, tentu sangat banyak,” tutur Armunanto. (rif)




×


RK Berpeluang Cawapres Anies atau Ganjar

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link