pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Oknum Polisi Ditahan Usai Aniaya Emak-emak

Dipicu Penjualan Hasil Panen Ikan dari Empang

PINRANG, BKM — Nama baik Polres Pinrang kembali tercoreng. Setelah beberapa pekan lalu viral oknum personel kepolisian daerah ini digerebek karena berselingkuh dengan perempuan yang sudah bersuami, kali ini kasus baru muncul lagi.

Sebuah video beredar secara luas di media sosial dalam dua hari terakhir. Seorang pria berbadan tinggi tampak berlaku kasar terhadap seorang emak-emak di kolong rumah kayu. Perempuan yang mengenakan hijab itu terlihat disandarkan. Kemudian lehernya dicekik. Selanjutnya beberapa kali dipukul pada bagian wajah dan kepala.
Keduanya tampak berdialog dengan menggunakan bahasa daerah, sambil sesekali pria tersebut memukulinya. Terlihat seorang pria berusaha melerai, namun tak berhasil. Amarah lelaki tersebut begitu memuncak. Ia menganiaya perempuan paruh baya tersebut tanpa belas kasihan.

Kapolres Pinrang AKBP Moh Roni Mustofa, membenarkan jika pria yang mencekik wanita dalam video viral tersebut merupakan anggota kepolisian berisinial Aipda S. Dari hasil penelusuran yang dilakukan, pemukulan yang dilakukan oleh Aipda S dipicu oleh penjualan hasil panen ikan dari empang milik orang tua pelaku.
“Dia (Aipda S) anggota Polsek Mattiro Bulu. Pemicunya kesalahpahaman terkait penjualan hasil panen ikan,” terang AKBP Muh Roni Mustofa melalui telepon selularnay, Minggu (18/9).
Terkait kejadian tersebut, kedua belah pihak telah didamaikan. Korban pun menyatakan tidak melanjutkan kasus tersebut. Walau begitu, Polres Pinrang tetap memprosesnya guna memperjelas permasalahan yang terjadi. Bahkan Aipda S telah ditahan guna kepentingan proses selanjutnya
”Walau sudah damai, tetap kita tahan. Kita proses dulu untuk memberikan efek jera ke anggota yang melakukan perbuatan seperti itu,” jelas kapolres lagi.
Tentang status Aipda S, Roni menyatakan masih masih harus menyelesaikan pemeriksaan untuk selanjutnya ditentukan hukuman apa yang akan diterima. “Untuk statusnya, perlu kita kembangkan dulu. Nanti kami infokan selanjutnya yah,” imbuhnya.

Roni menjelaskan, peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada Kamis (15/9) di Desa Waetuoe, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang. Namun pihaknya baru mengetahui setelah videonya viral di media sosial.
“Kamis (15/9) kejadiannya, tapi baru diketahui tadi pagi. Itu karena di medsos juga ada videonya beredar,” tandasnya. (ady/c)




×


Oknum Polisi Ditahan Usai Aniaya Emak-emak

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link