MAKASSAR, BKM — Jika melintas di Jalan AP Petta Rani, Kota Makassar, tepatnya di depan Pos Lalu Lintas samping flyover, Anda akan mendapati sesuatu yang baru. Sebuah tugu berbentuk kepala manusia dengan dua telinga masing-masing ditutup dengan tangan. Di bagian atasnya dipasang beberapa knalpot brong hasil sitaan polisi.
Tugu ini dibangun Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Makassar. Namanya Tugu Anti Knalpot Bising. Tujuan pendiriannya, agar kota ini ke depannya bisa menjadi tenteram tanpa kebisingan yang timbul dari knalpot motor modifikasi.
”Di Mana Hati Nuranimu? Di Kala Bising Suara Knalpotmu Merusak Ketengangan Jiwaku.” Begitu kalimat yang tertulis di bagian bawah tugu. Pembangunan tugu ini telah rampung dan resmi dipajang untuk disaksikan para pengendara pada rangkaian memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-67, Jumat (23/9).
Kasat Lantas Polrestabes Makassar AKBP Zulanda, mengatakan meski tugu dibangun dengan estetika yang luar biasa, namun di baliknya ada yang lebih utama. Yaitu, edukasi yang disematkan mengandung arti mendalam.
“Kehadiran tugu ini mengutamakan edukasi. Artinya, kita gabungkan estetika dan edukasi sehingga masyarakat yang melihat tugu ini akan paham bahwa dengan adanya knalpot brong itu otomatis mengganggu telinga. Makanya, kita siluetkan dengan wajah dan tangan menutup dua telinga,” ujarnya, kemarin.
Khusus tulisan yang ada di badan prasasti, menurut perwira polisi berpangkat dua melati di pundaknya ini, dimaksudkan agar masyarakat yang melihat akan sadar dan terpanggil nuraninya untuk tidak menggunakan knalpot bising.
“Alasannya jelas, dengan harapan pengendara yang menggunakan knalpot brong untuk sadar terpanggil dalam dirinya untuk mengganti knalpotnya menjadi standar kembali supaya tidak menggangu telinga,” terang Sulanda.
Meski begitu, Zulanda menegaskan, tugu saja tentu tidak cukup untuk menghilangkan knalpot bising yang terlihat begitu bebas digunakan pengendara nakal. Untuk itu jajarannya akan tetap memaksimalkan giat operasi serta mengedukasi masyarakat.
Sebagai bukti dari operasi rutin yang dilakukan, Zulanda menyebut, sepanjang September 2022 pihaknya sudah mengamankan sebanyak 65 knalpot bising roda dua, dan 20 knalpot bising roda empat.
“Kita juga akan rutin operasi, terutama di malam hari. Juga, karena ini pengendara rata-rata remaja. Harapan kita orang tua di rumah bisa mengedukasi anak-anak mereka tidak menggunakan knalpot bising,” ujarnya.

Tak sampai di situ, sejauh ini Satlantas Polrestabes Makassar juga gencar menertibkan toko-toko ataupun bengkel yang memperjualbelikan knalpot brong. Meskipun pembelian online sulit ditindak.
“Saya sudah lakukan (tertibkan toko). Sekarang tidak ada toko sparepart motor yang jual knalpot brong. Namun sayangnya ini saya tidak bisa menutup yang online, karena knalpot di online sangat banyak,” terangnya.

Zulanda menegaskan, menggunakan knalpot bising tidak ada gunanya. Ia meminta masyarakat, terutama anak-anak muda untuk memahami hal itu. Karena justru banyak kerugian yang didapatkan. Di antaranya bisa merusak kendaraan, melanggar aturan, kena tilang, dan masalah lainnya. (jun)

