MAKASSAR, BKM — Posisi pejabat di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel kembali bergeser. Gubernur Andi Sudirman Sulaiman melantik mereka di Rumah Jabatan, Selasa (27/9). Pelantikan diikuti 22 pejabat administrator eselon III, 20 pejabat pengawas eselon IV dan 98 kepala sekolah. Kepsek yang dilantik berasal dari tujuh kabupaten di Sulsel.
Usai pelantikan, Andi Sudirman mengatakan, pelantikan tersebut dilaksanakan karena mereka memang sudah lama menjadi pelaksana tugas (plt). Selain itu, ada beberapa yang dilakukan rotasi karena jarak dari rumahnya ke sekolah dinilai sangat jauh.
”Masalahnya selama ini, ada yang jarak rumahnya ke sekolah tempatnya bekerja sampai 240 kilometer PP (pergi pulang). Ini tentu besar biayanya. Sampai mereka mengeluarkan biaya puluhan juta untuk sebulan sekitar 10-40 (juta) setahun,” jelas Andi Sudirman.
Bahkan, lanjutnya, ada yang mengeluarkan uang sebesar Rp2 juta sebulan.
“Ini yang kita tidak mau. Nanti mereka habis di ongkos, capek, lelah akhirnya tidak konsen,” tandasnya.
Andi Sudirman mengaku, mereka yang dilantik tersebut telah menjabat kurang lebih empat tahun sebagai kepala sekolah. Ada pula selama 12 tahun menjadi ASN.
“Rata-rata mereka (kepala sekolah) sudah empat tahun (menjabat sebagai kepala sekolah di sekolah tempat sebelumnya). Ada juga yang ASN sudah 12 tahun di eselon IV kita naikkan,” terangnya.
Yang menjadi tolok ukur, kata dia, berdasarkan integritas dan kinerja yang dinilai oleh tim. Sementara untuk pendidikan ada tim pengamat.
“Yang pasti kinerja, integritas karena ada tim penilai. Kalau khusus pendidikan juga ada tim pengamat, yang dalam aturan baru itu mereka,” terangnya.
Selain itu, sambungnya, ada juga yang memang kosong dan ditinggal karena naik jabatan (sebagai kadis). Ada pula yang pensiun.
Meski masih ada kepala sekolah yang masih berstatus plt, Andi Sudirman menyampaikan, pihaknya harus mereview dari tim pengamat untuk melihat progres kinerjanya. (jun)

