MAKASSAR, BKM — Maraknya kebakaran yang terjadi di Kota Makassar membuat Dinas Pemadam Kebakaran berinsitiaf menghadirkan Pemadam Motor (Damtor) di setiap kelurahan. Damtor ini dilengkapi tangki air berkapasitas 800 liter dan nozzle yang disambungkan dengan pipa untuk menyemprot air ke lokasi kebakaran.
Selain Damtor, juga disiapkan Pengendalian Kebakaran Lorong (PK Rong), berupa tandon yang dilengkapi mesin pompa sebagai sumber air untuk Damtor.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Makassar, Hasanuddin menjelaskan Damtor dan PK Rong ini nantinya berfungsi sebagai pengendalian kebakaran pertama yang bisa dioperasikan sebelum mobil damkar tiba di lokasi kebakaran. Atau jika Damtor berhasil menguasai api, maka mobil damkar tidak perlu ke lokasi kebakaran.
Damtor ini dinilai cukup efektif digunakan karena bisa menjangkau hingga lorong-lorong yang cukup kecil dan tidak bisa dijangkau mobil pemadam kebakaran. Menariknya, pengoperasian Damtor ini nantinya akan melibatkan anggota Batalyon 120 yang belum lama ini menjadi sorotan.
“Untuk keterlibatan Batalyon 120, kami sudah mendata masing-masing kelurahan. Tiap kelurahan dua personel Batalyon 120 yang akan direkrut,” kata Hasanuddin.
Mereka itu nantinya akan diberi pelatihan untuk diajari cara mengoperasikan Damtor tersebut. Pengadaan Damtor ini dilakukan melalui e-catalog. Satu Damtor dianggarkan sebesar Rp80 juta. Tahun ini, Dinas Damkar memesan 53 unit Damtor. Namun yang sudah tiba di Makassar baru 27 unit. Sisanya sebanyak 26 unit sementara proses untuk dikirim.
“Disiapkan untuk tahun ini ada 53 unit. Sementara tahap pengiriman, ada tiga tahap pengiriman. Yang terakhir akan dikirim pada awal Oktober. Setelah rampung nanti kita operasikan,” kata Hasanuddin.
Tahun depan, Damkar kembali menganggarkan pembelian Damtor dan pengadaan PK Rong sebanyak 100 unit. “Setiap kelurahan nantinya akan mendapat satu unit. Di Makassar ada 153 kelurahan. Jadi kita akan penuhi sisanya di anggaran pokok tahun depan,” tambah Hasanuddin.
Secara khusus, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto melakukan peninjauan Damtor yang sudah tiba di Dinas Damkar, Rabu (28/9). Orang nomor satu Makassar itupun tak lupa mencoba dan memeriksa mesin Damtor tersebut.
Dia mengatakan, setiap kelurahan memang butuh alat pemadam kebakaran seperti Damtor untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran. Khususnya di tempat-tempat yang sulit terjangkau mobil pemadam dengan bodi yang besar.
Danny berharap kendaraan khusus itu bisa segera dioperasikan mengingat tingkat kebakaran sejauh ini mengalami peningkatan.
Terkait keterlibatan Batalyon 120, Danny mengatakan mereka sengaja dikaryakan sebagai operator Damtor agar punya aktivitas yang lebih positif. “Jadi dibutuhkan dua orang petugas untuk mengoperasikan Damtor ini. Nah, Batalyon 120 yang kita libatkan. Begitu terjadi kebakaran, mereka mengoperasikan Damtor ini,” terangnya.
Soal insentif atau honor untuk para operator Damtor, nantinya akan dimasukkan di kecamatan. “Honornya ada di kecamatan. Jadi asetnya ini kita serahkan ke kecamatan, nanti kecamatan mengoperasikan tapi dilatih di Damkar,” ucap Danny.
Rencananya, Damtor ini mulai akan disalurkan ke kecamatan pada Oktober mendatang. Nantinya pihak kecamatan dan kelurahan yang akan menentukan Damtor termasuk PK-Rong itu akan ditempatkan di mana. “Titiknya ditentukan camat dan lurah. Mana yang memenuhi syarat,” tandasnya.
Danny juga mengunjungi lokasi kebakaran di Jalan Rappokaling Timur, kemarin. Didampingi Kepala BPBD Hendra Hakamuddin, Kadis Pekerjaan Umum Zuhelsi Zubir, Kadis Sosial Aulia Arsyad, Camat Tallo Alamsyah, Kadis Pemadam Kebakaran Hasanuddin, dan Kasatpol PP Ikhsan, Danny Pomanto memantau puing-puing kebakaran sambil berbincang bersama warga korban kebakaran.
“Ini musibah yang tidak bisa kita hindari. Yang harus kita lakukan sekarang tawakkal sembari kita bersihkan puing-puing kebakaran dan kita coba bangkit kembali. Pemerintah Kota Makassar akan selalu siap membantu warga sebisa yang kami lakukan,” ungkap Danny.
Saat berkunjung, Danny menyerahkan bantuan dari Dinas Sosial Makassar sebanyak 22 unit kompor gas satu mata lengkap dengan tabung gas dan regulatornya kepada 22 pemilik rumah yang habis terbakar. Ada pula bantuan dari BPBD Makassar yakni 20 lembar terpal, selimut 47 lembar, sarung 47 lembar, family kit 47 paket, baju 47 lembar, first aid kit 47 paket, dan baby kit sebanyak 12 paket.
Tak hanya itu, ada pula bantuan bahan material yang diserahkan langsung Wali Kota Makassar seperti balok 618 batang, seng 128 lembar, tripleks 335 lembar, paku 128 kg dan paku seng sebanyak 35 kg. (rhm)

