MAKASSAR, BKM — Lomba paduan suara digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36 Paroki Gereja Santo Fransiskus Asisi Makassar. Perhelatan kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur karena bisa kembali berkumpul setelah pandemi Covid-19.
Ketua Panitia Marylyn L Rumintjap, mengatakan lomba paduan suara ini digelar antarrukun gelombang ke-2. Diikuti 17 peserta dari rukun-rukun Paroki Assisi Makassar, yang berlangsung di gedung Aula Lantai 3 Gereja Santo Fransiskus Assisi Jalan Hertasning, Panakkukang, Sabtu malam (1/10). Tujuannya untuk mengaktifkan kembali komunitas atau rukun-rukun dalam pelayanan di setiap perayaan misa ekaristi.
“Karena kita juga bersyukur bahwa dua tahun ini pandemi selama ini dilakukan online, jadi paduan suara itu tidak ada sama sekali karena tidak bisa berkumpul dan bernyanyi bersama. Nah, kita mengungkapkan syukur dengan bernyanyi. Jadi kita adakan kembali lomba paduan suara ini untuk mengucap syukur, karena masih diberi kesempatan untuk dapat kembali berkumpul seperti biasa. Setelah ini rukun-rukun di Paroki Assisi bisa aktif kembali dalam melayani dan memeriahkan setiap perayaan ekaristi,” ujar Marylyn.
Dalam lomba ini, peserta membawakan dua lagu. Satu lagu wajib dan satu lagu bebas. Lagu wajib yang ditetapkan adalah Gita Sang Surya ciptaan Pastor Leo Paliling, yang juga selaku pastor penggagas acara ini dan pastor Paroki Asisi.
Visi dan misi digelarnya lomba koor antarrukun dua ini, yakni terciptanya motivasi bagi umat yang tadinya tidak bisa bernyanyi, menjadi semangat untuk bisa bernyanyi. Selain itu, diharapkan pula aktivitas kegiatan di paroko dimulai mininal seperti sebelum pandemi, khususnya di rukun rukun. Juga agar pelayanan koor di paroki dalam misa bisa lebih ada lebih baik lagi.
Keluar sebagai juara satu dalam lomba ini adalah Rukun Maria Bunda Gereja. Juara dua diraih Rukun Maria Bintang Timur, dan juara tiga Rukun Santo Paulus. Sementara
juara harapan satu ditempati Rukun Santo Yohanes Pembaptis, harapan dua Rukun Keluarga Kudus, serta Rukun Santos Caecilia Berkidung dan Bermadah sebagai harapan tiga. Kegiatan ini dihadiri beberapa imam dan suster. (rls)

