pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Langganan Genangan Mulai Terendam

Banjir di Palopo Dipicu Air Sungai yang Meluap

MAKASSAR, BKM — Intensitas hujan di Kota Makassar mulai tinggi dalam pekan ini. Seperti yang terjadi pada Kamis (6/10). Siang hingga sore, seluruh wilayah di kota ini diguyur hujan.
Meski baru beberapa jam berlangsung, hujan mengakibatkan sejumlah ruas jalan tergenang. Seperti yang terpantau di Jalan Metro Tanjung Bunga, tepatnya depan Trans Studio Mal. Air yang menggenang setinggi lutut orang dewasa dan sepanjang ratusan meter itu cukup sulit untuk dilintasi kendaraan. Apalagi roda dua.
Hal yang sama terpantau di Jalan Muhammadiyah. Genangan air mengakibatkan kendaraan harus berhati-hati saat melintas. Akibatnya, timbul kemacetan di area tersebut.
Demikian pula di Jalan Tala’ Salapang yang selama ini memang menjadi langganan genangan. Pengendara motor dan mobil harus ekstra hati-hati ketika melintas di lokasi ini. Ruas jalan poros ini terendam hingga setinggi betis.

Plt Koordinator Pelayanan Jasa Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar Rizky Yudha menjelaskan, prakiraan cuaca untuk wilayah Makassar dan sekitarnya hingga seminggu ke depan masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan dan sedang. Hujan yang mengguyur Makassar bisa disertai angin kencang dan petir/kilat (hujan petir). Termasuk hujan es di wilayah-wilayah yang rentan terjadi genangan.
“Imbauan kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap angin kencang, petir/kilat, potensi angin puting beliung, serta hujan pada wilayah yang rentan terjadi genangan,” ungkap Rizky, kemarin. Dia menyebutkan bahwa puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada bulan Januari mendatang.
Sementara itu, untuk hari ini, Jumat (7/10), diperkirakan akan terjadi hujan ringan di seluruh wilayah Sulawesi Selatan pada siang hingga sore hari. Suhu udara 19-32 derajat celsius, kelembaban udara 70-95 persen.

Dihubungi terpisah, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar Achmad Hendra Hakamuddin, mengatakan BMKG sebagai mitra BPBD sudah menyampaikan rilis bahwa Oktober ini sudah memasuki musim penghujan. Diperkirakan pada bulan ini, November dan Desember intensitasnya cukup lebat.
“Ini kita sudah mulai masuk masa transisi musim hujan yang ditandai dengan hujan es. Itu salah satu tanda yang terjadi ketika pergantian musim,” ungkap lelaki yang akrab disapa Hendra, ketika dihubungi BKM, Kamis (6/10).
Mewaspadai terjadi bencana, kata Hendra, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah konsolidasi internal dan persiapan untuk konsolidasi eksternal. Termasuk persiapan sumber daya, baik personel maupun peralatan.
Hendra mengaku sudah sudah mendistribusikan anggotanya di seluruh titik lokasi yang rawan banjir. “Kami memang punya tiga carester. Dua di antaranya betul-betul berada di wilayah banjir seperti carester Tamalanrea dan Manggala. Satu lagi di Karebosi, semua sudah stand by di sana,” kata Hendra.
Kendati intensitas hujan beberapa hari terakhir mulai meninggi, namun kata Hendra, sejauh ini belum ada informasi mengenai banjir. Walau begitu, sejak 1 Oktober lalu, pihaknya sudah mulai meningkatkan kewaspadaan. Karena BPBD pada posisi penyelamatan jiwa dan evakuasi jika terjadi bencana.

Banjir dan Longsor di Palopo

Sejumlah wilayah di Kota Palopo terendam banjir sejak Rabu malam (5/10).

Wilayah yang terdampak antara lain Kelurahan Ammassangan dan Dangerakko di Kecamatan Wara, Kelurahan Ponjalae dan Surutanga di Kecamatan Wara Timur, serta Kelurahan attang Barat dan Padang Lampe di Wara Barat.
”Laporan terkini air mulai surut,” ujar Kepala Seksi Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel Andi Wahid, Kamis (6/10).

Berdasarkan laporan yang diterima BPBD Sulsel, banjir yang terjadi di kota ini diakibatkan oleh intensitas hujan yang lebat dan cukup lama. Hal ini memicu meluapnya dua sungai.

“Akibat hujan yang lebat dan cukup lama disertai air pasang mengakibatkan meluapnya air Sungai Latuppa, Sungai Battang, serta terjadinya longsor di Km 18 jalan poros Palopo-Toraja,” terangnya.

Meski dilanda banjir, warga setempat tidak sampai mengungsi. Sejauh ini juga tidak ada laporan korban terluka maupun meninggal dunia.

“Banjir mengakibatkan terendamnya beberapa rumah warga dan terputusnya jalan provinsi Palopo-Toraja akibat material yang menutupi jalan. Tapi longsornya kecil sehingga masih bisa dilalui kendaraan,” katanya.

Banjir ini berdampak pada 456 kepala keluarga. Sejauh ini, BPBD Sulsel masih mendata terkait jumlah kerugian materil akibat banjir.

“TRC BPBD sementara mendata dan melakukan pembersihan rumah warga yang terdampak meluapnya air sungai tersebut,” kata Wahid. (rhm-jun)




×


Langganan Genangan Mulai Terendam

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link