MAKASSAR, BKM — Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo melakukan kunjungan ke Makassar. Sejumlah agenda dilaksanakan selama berada di Kota Daeng.
Salah satunya, orang nomor satu di Provinsi Jawa Tengah tersebut diundang Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto untuk melihat-lihat Lorong Wisata (Longwis) Sydney (Cipta Karya), di BTN Citra Tello Permai, Kecamatan Panakkukang.
Di sana, Ganjar menyaksikan tanaman yang dibudidayakan warga mulai dari cabai, tomat, pakcoy, kangkung, selada, bawang, sawi, hingga padi. Ada juga budidaya ikan nila, ikan lele, dan lobster air tawar. “Saya senang bisa hadir di sini, semangat gotong royongnya tinggi,” singkat Ganjar.
Di lorong tersebut, Ganjar dan Danny Pomanto yang didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Muhammad Rheza serat Camat Panakkukang Andi Pangerang Nur Akbar, juga berkesempatan panen cabai dan ikan nila. Kedatangannya ke Lorong Wisata Sydney untuk memenuhi janjinya ke Wali Kota Makassar Danny Pomanto guna melihat program unggulan Pemkot Makassar.
“Menurut saya lorong wisata pemanfaatan lahan kosong yang dikaitkan dengan ketahanan pangan yang sangat bagus, dan inilah sebenarnya social capital yang kita miliki,” ujar Ganjar.
Ganjar menyampaikan saat ini Indonesia tengah bersiap untuk menghadapi ancaman resesi akibat kenaikan inflasi yang sangat tinggi. Namun dengan adanya program lorong wisata membuat Makassar menjadi salah satu daerah di Indonesia paling siap menghadapi ancaman resesi.
“Jadi sebenarnya pengendalian inflasi bisa dilakukan dengan cara yang sederhana, dan Pak Wali melakukan hal itu dengan baik dan didukung masyarakat setempat,” ucap Ganjar.
Sementara itu, Danny Pomanto menjelaskan lorong wisata merupakan program unggulan pemerintah kota dengan menyasar 1.095 lorong tahun ini. Tak sekadar mempercantik lorong sehingga bisa menjadi destinasi wisata baru, tapi juga bisa menjadi pengendali inflasi dengan menyediakan beragam tanaman pangan.
“Jadi lorong wisata ini adalah serial lorong. Periode pertama saya ada lorong garden, dan sekarang kita kembangkan menjadi lorong wisata. Bahkan kita tambah dengan komoditi berdaya saing tinggi, seperti lobster air tawar,” jelasnya
Dengan adanya respon positif dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Danny Pomanto berharap program lorong wisata menjadi contoh secara nasional. “Saya kira ini bisa menjadi contoh Indonesia dan ini adalah gerakan nasional. Kita sudah lakukan sejak 2015 lalu. Kita mau sampaikan ke nasional lewat Pak Ganjar bahwa Makassar sudah melakukan itu,” bebernya.
Pada kesempatan itu turut hadir pula Asisten I Andi Muh Yasir, Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Evy Aprialty, Kepala Dinas Koperasi Sri Sulsilawati, Kepala Dinas Pariwisata Muhammad Roem, dan camat se-Kota Makassar. (rhm)

