MAKASSAR, BKM — Subuh buta, Jumat (14/10). Jarum jam menunjuk pukul 04.40 Wita. Andi Yudi (22) bersama Nurmin Gassing (39) sudah berada di jalanan.
Warga yang beralamat di Jalan Kelapa 3 Lorong Berkah Nomor 12 Makassar ini tengah berboncengan sepeda motor Yamaha Mio DD 2043 QC. Mereka hendak berangkat menuju ke lokasi tempat tugasnya sebagai penyapu yang membersihkan jalanan. Korban yang belakangan diketahui sebagai ponakan dan tante ini merupakan tenaga kebersihan yang bertugas di wilayah Kecamatan Makassar.
Saat kejadian, keduanya bergerak dari arah selatan menuju utara di Jalan Sungai Saddang Baru, Kota Makassar. Ketika itu mereka hendak berbelok kanan ke arah barat di jalan yang sama. Tepatnya di pertigaan Jalan Sungai Saddang Baru Lorong Berkah Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.
Pada saat bersamaan tetiba datang sebuah mobil Toyota Calya bernomor polisi DD 115 EP. Kendaraan roda empat itu dikemudikan lelaki Andi Ullah (29), warga Jalan Haji Kalla Perum Rindini.
Mobil warna abu-abu yang melaju dengan kecepatan tinggi itu tak bisa dikuasai, hingga akhirnya menabrak motor yang dikendarai Yudi dan Numin Gassing. Nahas, pada saat kejadian keduanya langsung terlempar dan membentur aspal. Mereka pun menjemput ajal di lokasi kejadian.
Sementara pengemudi mobil menderita luka robek pada bagian jidat dan lidah luka. Kaki kanannya juga terasa sakit. Kendaraan yang dikemudikannya ringsek di bagian depan.
Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Lando melalui Kasat Lantas AKBP Zulanda, yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Disebutkan, korban Yudi mengalami luka pecah di dahi, hidung dan telinga mengeluarkan darah, kaki kanan luka robek, kaki kiri dan kanan patah. Jasadnya kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara dengan menggunakan mobil patroli Satlantas Polrestabes Makassar.
”Sementara perempuan yang diboncengnya mengalami luka terbuka dan patah pada pergelangan kaki. Begitu juga paha kiri dan kanan patah. Telinga dan mulutnya mengeluarkan darah. Ia juga tewas di tempat setelah terlempar dari motornya sejauh tiga meter. Jenazahnya lalu dievakuasi ke RS Bhayangkara, Makassar,” jelas AKBP Zulanda.
Polisi masih menyelidiki penyebab laka lantas ini. Barang bukti mobil dan motor, serta pengemudi mobil sudah diamankan di Unit Laka Lantas Polrestabes Makassar.
Sudah Didata untuk Jadi PPPK
Camat Makassar Akbar Yusuf yang dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut, membenarkan jika dua korban laka lantas tersebut merupakan tenaga kebersihan di bawah kendali Kecamatan Makassar. “Betul tadi subuh (kemarin) kejadiannya. Jadi itu waktu dia mau pergi kerja, keluar dari lorongnya,” kata Akbar.
Menurut Akbar, berdasarkan pantauan CCTV, Nurmin Gassing dan Andi Yudi yang merupakan kemanakannya berboncengan menggunakan motor. “Dia sudah masuk jalurnya. Tiba-tiba ada kendaraan kencang sekali dan menabraknya. Keduanya meninggal di tempat sebelum dibawa ke RS Bhayangkara untuk diautopsi,” ungkap Akbar.
Pihaknya menyatakan belasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya dua tenaga kebersihan yang terdata sebagai Laskar Pelangi 24 jam itu. Apalagi, Nurmin sudah mengabdi sebagai tenaga kebersihan cukup lama.
Peristiwa ini sudah dilaporkan ke Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto. Sebuah karangan bunga ungkapan belasungkawa juga dikirimkan orang nomor satu Makassar tersebut yang tak sempat melayat karena sedang berada di Jakarta.
Akbar mengatakan, Nurmin sebenarnya Laskar Pelangi yang masuk dalam kategori K2. Seperti diketahui, pemerintah pusat melakukan pendataan terhadap tenaga honorer di seluruh kantor pemerintah. Pendataan dilakukan untuk memberikan skala prioritas terhadap mereka yang sudah lama mengabdi, khususnya yang tercatat sebagai K2 untuk diangkat menjadi PPPK.
“Padahal almarhum masuk tenaga K2 kodong yang sementara didata sama pemerintah pusat sekarang,” tambahnya.
Almarhum Nurmin meninggalkan satu istri dan seorang anak perempuan yang baru saja tamat SMA. Setelah diautopsi di RS Bhayangkara, almarhum langsung dibawa ke kampung halamannya di Bantaeng untuk dikebumikan. (rhm)

