SEORANG anak biasanya bermimpi pada suatu saat nanti dirinya bisa menjadi seorang princes (putri). Ketika keinginan itu tergapai, tentulah rasa bangga yang muncul. Avani merasakan hal itu.
NAMA lengkapnya adalah Avani Richelle Mustafa. Usianya kini 13 tahun. Ia pelajar di SMP Negeri 1 Watampone.
Avani lahir di Nyuh Kuning, Ubud Bali
, 2 Februari 2009
. Saat ini bermukim di Jalan Sungai Musi, Watampone, Kabupaten Bone.
Gadis yang suka menyanyi, menari, olahraga, traveling dan memasak ini ini berdarah blasteran. Ayahnya, Richard Colin Perrot berasal dari United Kingdom (Inggris). Sementara ibunya Armawarni asli Bugis, Bone.
Dua tahun terakhir Avani menetap di kampung halaman ibunya Watanpone. Dari sebuah ajang pageant yang diikutinya, ia terpilih menjadi Putri Pariwisata Sulsel.
Ibu Avani adalah seorang fashion designer. Tidak heran jika baju yang dikenakan Avani saat mengikuti kegiatan lomba-lomba merupakan desain ibundanya sendiri.
Avani yang menjadi tamu di studio Berita Kota Makassar, merupakan seorang gadis yang mudah berbaur dengan siapa saja di lingkungan baru. Sebelum ke Bone, dari Bali ia intens berkomunikasi lewat gawai agar ia tidak merasa aneh ketika bertemu dengan orang-orang baru di Bone. Avani bisa menggunakan bahasa Bugis Bone, bahasa Indonesia, maupun bahasa Inggris untuk berkomunikasi.
Walau begitu, ia masih sering merasa kebingungan ketika berbicara dengan orang yang menggunakan bahasa Bugis. Namun,orang-orang maupun teman-teman Avani membantunya agar tidak kesulitaan saat berkomunikasi. Jadi, mereka lebih sering menggunakan bahasa Indonesia untuk mempermudah pembicaraan.
Di lingkungan sekolahnya, Avani berbaur dan bergaul dengan siapa saja. Ia tidak menyukai pergaulan yang bercircle atau berada dalam sebuah lingkaran. Di sekolah, Avani dekat dengan guru penjas dan guru agamnya.
Keterlibatannya di Putri Pariwisata mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah serta instansi pemerintah di daerah ini.
Sebelum ke ajang Putri Pariwisata, Avani pernah mengikuti berbagai kegiatan pemilihan. Di antaranya Duta Pelajar, Putri Bunga, dan Putri Batik.
Avani mengaku mulai menggeluti dunia pageant sejak kelas dua SD. Awalnya hanya disuruh oleh mamanya mengikuti lomba modeling.
Gayung pun bersambut. Avani yang memang punya mimpi menjadi seorang princes akhirnya mengikuti anjuran sang ibu. Mimpi itu terwujud ketika dirinya berada di Bone. Ia terpilih menjadi Putri Pariwisata. Bone.
Sebenarnya, Avani juga sempat ingin mengikuti lomba Grand Model di Yogyakarta. Tapi ia kemudian membatalkannya, dikarenakan Avani mengalami kesulitan. Ia khawatir sekolah dan tugas-tugas dari guru terbengkalai. Ajang tersebut juga diundur, membuat Avani takut karena jadwal kegiatannya yang belum pasti.
Saat mengikuti ajang seleksi Putri Pariwisata, Avani mengaku sempat merasa tegang. Sebab peserta lainnya tampil bagus. Namun ia tetap optimistis bahwa dirinya bisa menjadi juara. Avani punya prinsip, jangan biarkan rasa percaya diri kamu hilang karena melihat orang tampil seperti itu. ”Kamu harus tetap percaya diri walaupun banyak hal yang jadi tantanganmu,” ujarnya.
Avani mengaku bahwa dirinya dulu adalah seorang yang introvert. Bahkan selalu mengurung diri di dalam kamar. Peran orang tua Avani yang selalu memberikan support agar ia bisa percaya diri dan berinteraksi serta berkomunikasi dengan orang lain. Kini, dia pun berubah menjadi Avani yang lebih hamble kepada orang-orang dan lebih percaya diri.
Dalam mengikuti pemilihan Putri Pariwisata, Avani mempelajari tentang makanan khas Bone, dan tempat wisata yang ada di Bumi Arung Palakka ini. Ia kemudian merekomendasikan salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi ketika berkunjung ke Bone, yaitu Tanah Bangkalae.
”Lokasi ini merupakan tempat wisata yang dahulu adalah tempat pelantikan raja-raja Bone. Jarak tempuh ke tempat wisata itu kurang lebih lima jam perjalanan dari Kota Makassar,” tuturnya.
Untuk kuliner yang wajib Anda coba ketika jalan-jalan ke Bone adalah kue barongko. Makanan khas Bone ini memiliki cita rasa manis dan legit, yang banyak digemari oleh masyarakat.
Tentang malam puncak Putri Pariwisata Sulsel, Avani yang mengenakan desain kain sutra menampilkan bakat menyanyi. Ia berdendang sebuah lagu Bugis berjudul Alosi Ripolo Dua.
Pelajaran yang dapat dipetik dari Avani adalah jangan takut menjadi diri sendiri, karena orang melihat kita dari diri kita sendiri. Jadi jangan takut jadi diri sendiri dan jangan jadi introvert. Jangan halangi diri sendiri untuk terus belajar.
Terakhir, Avani tak lupa mengucapkan terima kasih untuk ibunda yang selalu menjadi supporting dan berada di dekatnya ketika dibutuhkan. “Terima kasih Bunda sudah mendidik aku sampai bisa menjadi Putri Pariwisata dan mewakili Kabupaten Bone. Terima kasih juga telah merawat saya dari kecil hingga sekarang dengan penuh cinta dan kasih sayang, I love you Bunda,” ujarnya. (pkl 1/rus)

