MAROS, BKM — Taman Nasional Wisata Bantimurung di Kabupaten Maros akan menjadi arena Jambore Kader Tuberkulosis (TB) Komunitas se-Sulawesi Selatan.
Sebanyak 400-an Kader TB se-Sulsel akan meramaikan kegiatan yang diadakan Yamali TB, didukung mitra dengan kepanitiaan mahasiswa magang MSIB BCF-Yamali TB.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat-Sabtu (25-26/11) mendatang.
Kepala SSR Yamali TB Maros Muhammad Nasir, menyatakan bahwa jambore ini bertujuan untuk membina keakraban di kalangan kader TB Komunitas.
“Kegiatan ini diharapkan meningkatkan kekompakan tim, sehingga mereka lebih bersemangat dalam melakukan upaya penemuan kasus TB di lapangan,” ujarnya, kemarin.
Ada beberapa agenda dalam jambore kali ini. Di antaranya lomba yang bertujuan untuk menguji pengetahuan seputar penyakit TB di kalangan kader, dan lomba penyuluhan TB kreatif.
“Kami juga akan menggelar talk show pembelajaran baik, serta malam bina suasana, untuk membina keakraban dan memperkuat kekompakan tim,” terangnya.
Terpisah, SR Manager Yamali TB Sulsel Wahriyadi mengungkapkan bahwa Yamali TB Sulsel telah menjalankan program penanggulangan TB di sembilan kabupaten/kota. Masing-masing di Makassar, Gowa, Maros, Wajo, Pinrang, Sidrap, Bulukumba, Bone, dan Jeneponto.
Wahriyadi menambahkan bahwa Yamali TB telah melatih lebih dari 600 orang kader di sembilan kabupaten/kota tersebut. “Kader-kader yang kita latih ini aktif bergerak di masyarakat, baik dengan kegiatan investigasi kontak maupun penyuluhan. Kalau ada suspek yang ditemukan, kader kami akan menemani ke Puskesmas terdekat. Jika mereka dinyatakan positif mengidap TB, maka kami akan mendampingi proses pengobatannya hingga sembuh,” jelasnya.
Yamali TB adalah pelaksana program TB Komunitas di Sulsel. Keterlibatannya sebagai komunitas dalam penanggulangan TB cukup beralasan, sebab World Health Organization (WHO) baru-baru ini merilis bahwa penyakit tuberkulosis telah menjadi ancaman yang serius yang bersaing dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV).
Berdasarkan rilis terbaru WHO tahun 2022, kematian akibat TB di Indonesia adalah 16 orang setiap jamnya. Selain itu, disebutkan bahwa ada 969 ribu estimasi kasus TBC di Indonesia yang kini menempatkannya sebagai negara dengan penyumbang kasus terbesar kedua di dunia. (ari/c)

