pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Rumah Diterjang Longsor, Guru SD Meninggal

Anak dan Ibunya Masih Dicari

GOWA, BKM — Hujan yang mengguyur deras sehari semalam sejak Rabu (16/11) menyisakan pilu bagi masyarakat di Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa. Sore pukul 17.30 Wita terjadi longsor di beberapa titik seperti Dusun Bontoloe, Kunyika, Rakikang, dan Galesong.

Material longsor di beberapa dinding tebing jalan di poros itu ambruk ke bawah dan menutup badan jalan hingga sepanjang kurang lebih 200 meter. Ketinggian material longsoran satu hingga satu setengah meter. Rerata lumpur dan batang-batang pohon.

Sebanyak 15 unit rumah warga tertimbun material longsor. Tiga di antaranya rusak parah. Empat unit mobil dan dua sepeda motor yang sementara melintas juga terkena dampak longsoran. Kerugian ditaksir mencapai Rp2 miliar lebih.

Dari hasil pendataan petugas kepolisian disebutkan empat orang dinyatakan hilang. Dua orang masing-masing bernama Sunaria (39), seorang guru SD Mala’lang dan Nuraeni (47) sudah ditemukan di tempat berbeda dalam keadaan tak bernyawa. Kedua korban ditemukan dengan tubuh penuh lumpur.

Sementara korban lainnya yang sudah ditemukan dalam kondisi selamat, yakni Cindy Regina Putri (17) dan Kahar (47). Sedangkan yang masih dalam tahap pencarian, yakni Dg Ngaseng (lansia) dan Jumriah (37). Ada 15 KK diungsikan sejak Rabu malam karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan.

Hingga Kamis (17/11) kemarin, pencarian korban hilang masih dilakukan tim gabungan dari Polri, TNI, Basarnas, SAR, BPBD Gowa, Tagana serta relawan PMI Tinggimoncong dan Parangloe. Pemkab Gowa melalui Dinas PUPR dan Dinas PUPR Sulsel pun telah mengerahkan alat berat untuk membantu pencarian korban yang diperkirakan tertimbun material longsoran.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gowa Ikhsan Parawansa mengatakan, pihaknya sudah berada di lokasi longsor sejak Rabu malam. Anggotanya masih terus melakukan pencarian bersama tim penyelamat lainnya.

“Berdasarkan hasil investigasi kami di lokasi, untuk sementara masih ada dua orang yang belum ditemukan. Hingga siang ini masih dilakukan pencarian. Cuma sejak kemarin kita ekstra hati-hati menggerakkan alat berat karena dikhawatirkan longsor susulan. Getaran alat berat bisa memicu itu. Makanya kita agak pelan-pelan. Dan Alhamdulillah pagi tadi (kemarin) sudah ada bantuan alat berat lagi ke lokasi, satu loader dan dua excavator. Jadi sekarang sudah tiga. Semoga proses pencarian segera menemukan korban yang ditengarai tertimbun longsor,” jelas Ikhsan.

Disebutkan, satu rumah yang terjebak longsor adalah rumah korban Sunaria yang seorang guru SD. Petugas kini mencari anak dan ibu korban yang diduga tertimbun di lantai satu pada dua lantai rumah korban.

“Posisi rumah korban itu pada lantai satunya sama tinggi dengan jalanan. Sementara lantai duanya sejajar dengan permukaan jalan raya. Jadi kemungkinan longsor yang bergerak dari atas itu langsung mengisi ruang kosong di samping jalanan yang merupakan lantai dua rumah korban,” terang Ikhsan.

Sementara itu, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan usai menyampaikan sambutannya di puncak acara Hari Jadi Gowa ke-702 di pelataran Museum Istana Balla Lompoa, Kamis (17/11) mengatakan, sejak Rabu malam dirinya terus memonitor kondisi longsor di Lonjoboko.

“Semoga para korban yang dinyatakan hilang segera ditemukan. Kami sudah kerahkan alat berat ke lokasi sejak malam kemarin, dan paginya juga dikerahkan lagi dua alat berat. Saya mengimbau masyarakat di sekitar lokasi untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim penghujan saat ini yang sangat ekstrem. Saya juga sudah meminta SKPD terkait untuk melakukan penanganan terbaik untuk para pengungsi area longsor di Lonjoboko,” kata Adnan.

Pernyataan prihatin dan duka mendalam juga disampaikan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

“Semoga saudara kita yang hilang karena longsor segera ditemukan. Semoga kita semua selalu dilindungi oleh Allah Swt,” ujarnya di sela-sela memberikan sambutan di puncak HJG ke-702, kemarin.

Peristiwa longsor yang terjadi di Desa Lonjoboko berlokasi tepat di Km 62 Kampung Borong Sapiri Dusun Bontoloe, Km 58 Kampung Kunyika Dusun Galesong. Material longsor yang jatuh menimpa jalan raya poros menuju Malino hingga membuat jalur ini terputus.
Kondisi ini diperparah dengan luapan air sungai Rakikang di wilayah rendah Desa Borisallo, tetangga Desa Lonjoboko.

Sejak Rabu malam, Kapolres Gowa AKBP Tri Goffarudin Pulungan bersama Dandim 1409 Letkol Inf Muh Isnaeni Natsir langsung ke lokasi longsor. Bersama anggota masing-masing melakukan assesmen terhadap kondisi dan para korban longsor.

Penanganan Darurat

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menindaklanjuti untuk penanganan darurat terhadap jalan yang longsor di Kabupaten Gowa.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel Astina Abbas mengatakan, pihaknya segera menangani ruas jalan akses utama menuju Malino itu.

“Kita segera melakukan penanganan darurat untuk membuka akses titik longsor di ruas Sungguminasa-Malino,” katanya, Kamis (17/11).

Menurutnya, atas arahan Gubernur Sulsel Andi Sudirman, penanganan darurat segera dilakukan. Utamanya untuk membuka akses jalan yang tertutup akibat longsor ini.

“Penanganan darurat akan dilakukan pembersihan material longsor di lokasi. Kemudian dilakukan pembukaan akses jalan, agar akses masyarakat bisa melintasinya,” ujar Astina Abbas.
Dihubungi terpisah, Prakirawan Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulsel Agusmin Hariyansa, mengatakan pihaknya akan terus memberikan peringatan kepada masyarakat di wilayah Gowa dan sekitarnya. “Dalam beberapa hari terakhir, Gowa dan sekitarnya, terutama daerah rawan bencana hidrometereologi seperti banjir dan tanah longsor, harus terus waspada,” katanya.
Menurut dia, berdasarkan data cuaca, diperkirakan masih akan terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam beberapa hari mendatang. (sar-jun-pkl4)




×


Rumah Diterjang Longsor, Guru SD Meninggal

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link