pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Dugaan Rudapaksa di Kasus Bunuh Diri Ayah Tiri

MAKASSAR, BKM — Seorang pria berinisial Rf (59) mengakhiri hidup dengan cara tragis. Ia bunuh diri dengan mengiris nadi jari tangan kanannya dengan menggunakan pisau. Hal itu dikuatkan dengan ditemukannya dua bilah pisau tak jauh dari tempatnya tergeletak berlumuran darah.
Peristiwa itu terjadi di Kompleks Perumahan Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Blok AE Nomor 176 RW 03/RT 01 Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar. Polisi dari Polsek Biringkanaya mendatangi lokasi kejadian pada pukul 09.00 Wita, Kamis (8/12), setelah mendapat informasi dari Binmas Katimbang Aipda Ashariq. Pawas bersama piket fungsi yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Biringkanaya Iptu Sangkala langsung ke TKP.
Setibanya di lokasi, petugas langsung memasang garis polisi dan meminta keterangan dari beberapa saksi. Di antaranya Hardiman (57), Wahyu (21), Natsir (50), dan Rupaidah yang merupakan istri Rf.

Pada pukul 09.50 Wita pihak keluarga membawa Rf ke Rumah Sakit Tajuddin guna mendapatkan penanganan medis. Namun Tuhan berkehendak lain. Pada pukul 10.00 Wita diperoleh informasi Rf meninggal dunia sebelum tiba di rumah sakit.
Tak lama berselang, pada pukul 11.30 Wita, Tim Inafis Polrestabes Makassar tiba dan melakukan olah TKP. Selanjutnya, pukul 12.00 Wita, Tim Dokpol Rumah Sakit Bhayangkara juga tiba.
Menurut keterangan saksi Hardiman, istri Rf bermalam di rumahnya sejak Selasa malam hingga Rabu malam. Penyebabnya, ia takut dengan perlakuan anaknya terhadap Rf yang telah dilaporkan oleh anak tirinya Hj (19) terkait dugaan tindak pidana pelecehan dan rudapaksa.
Pada Rabu (7/12) pukul 21.00 Wita, Rf berbicara dengan istrinya lewat telepon. Ia mengaku sedang bersembunyi karena malu dan takut. ”Besokpi dilihat apa yang terjadi,” begitu kata Rf.

Pada Rabu (7/12) sekitar jam 19.00 Wita, perempuan Hj keluar dari rumah Rf. Selang beberapa saat kemudian Hj mendatangi rumah Hardiman sambil membawa tas.
Pada Kamis (8/12) pukul 08.00 Wita, istri Rf menyampaikan kepada saksi bahwa motornya suaminya ada di jalan samping rumah dan meminta untuk mengeceknya. Hardiman kemudian menuju Rf, dan mendapati sepeda motor terparkir di jalan samping rumahnya.
Tampak kunci-kunci terhambur di dekat sepeda motor. Saksi kemudian hendak masuk ke dalam rumah. Namun, kunci rumah dalam keadaan terkunci dan kaca jendela pecah.
Hardiman lalu kembali ke rumahnya dan memanggil Farid, anak Rf. Ia menyuruhnya membawa kunci rumah, lalu berdua mereka ke rumah Rf. Setiba di rumah tersebut, yang masuk hanyalah Farid. Sementara Hardiman menunggu di luar.
”Bapakku tidur sambil berdarah-darah,” teriak Farid. Hardiman langsung masuk dan melihat kondisi Rf yang tergeletak di lantai berlumuran darah. ”Panggil orang-orang,” begitu permintaan Hardiman kepada Farid.

Tidak lama kemudian istri Fr datang. Ia lalu bercerita bahwa ada permasalahan yang terjadi di keluarganya. Hj, anak sambung Fr diduga dirudapaksa oleh ayah tirinya. Hal tersebut telah diketahui oleh Wahyu, saudara Hj dua hari sebelumnya. Ironisnya, perbuatan sang ayah tiri sudah berlangsung sejak Hj masih duduk di bangku SMA hingga sekarang.
Menurut keterangan saksi, pada Rabu (7/12) pukul 19.00 Wita ia memecahkan kaca jendela, karena adiknya Hj akan mengambil pakaian yang ada di dalam rumah. Sementara saksi Natsir mengaku pada malam itu memang mendengar ada kaca yang pecah di rumah Rf. Setelah itu sudah tidak ada lagi terdengar suara.
Tak lama berselang datang Wahyu, anak tiri Fr. Disusul kemudian adiknya Hj. Mereka lalu masuk ke dalam rumah. Hj keluar sambil membawa tas.
Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Lando membenarkan adanya peristiwa tersebut. Polisi mengamankan dua bilah pisau sebagai barang bukti. ”Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motifnya,” ujarnya, kemarin. (jul)




×


Dugaan Rudapaksa di Kasus Bunuh Diri Ayah Tiri

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link