pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tali Tetiba Mengamuk Seperti Ular

Rekor MURI Tarik Tambang Dibatalkan, Pelantikan IKA Unhas Sulsel Tetap Hari Ini

MAKASSAR, BKM — Pagi-pagi, Minggu (18/12). Ribuan orang berkumpul di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar. Ada dua warna baju yang mencolok dikenakan, yakni merah dan putih.
Mereka hendak ambil bagian dalam event tarik tambang yang dilaksanakan Ikatan Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin (Unhas) Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) karena menggunakan tambang sepanjang 1.540 meter dengan melibatkan 4.129 orang peserta. Angka itu melewati rekor sebelumnya, yakni panjang 1.200 meter dengan keterlibatan peserta 4.000 orang.

Sejatinya, tarik tambang ini tercatat sebagai rekor MURI. Namun, rekor tersebut dibatalkan oleh Ketua IKA Unhas Sulsel yang juga Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto. Pembatalan tersebut dilakukan menyusul terjadinya insiden saat kegiatan berlangsung. Satu orang meninggal dunia, serta 13 orang mengalami luka-luka dalam peristiwa berdarah ini.
Peserta tarik tambang yang meninggal dunia bernama Masyita, beralamat di RT 001/RW 004 Kelurahan Ballaparang, Kecamatan Rappocini. Kota Makassar. Korban diketahui merupakan Penjabat (Pj) ketua RT di wilayahnya. Dia juga merupakan seorang kader PKK yang cukup aktif.
Informasi yang diperoleh dari seorang saksi yang juga panitia kegiatan tarik tambang, Mursalim mengatakan kejadian itu terjadi begitu cepat. Ia menjelaskan, saat kegiatan akan berlangsung dengan menggunakan toa, dirinya sudah menyampaikan seluruh peserta tarik tambang berada di sebelah kanan tambang. “Pak Wali juga sempat memeriksa posisi seluruh peserta dan aman,” ungkapnya.
Tidak berselang lama setelah kegiatan berlangsung, tetiba tali tambang yang masih dipegang beberapa peserta, termasuk Masyita, tertarik. Kepalanya pun terbentur pembatas jalan yang terbuat dari beton di Jalan Ratulangi. Saat kejadian korban berdiri memegang tali tambang warna putih tepat di depan Gedung Mulo. Darah kental keluar dari kepalanya. Kondisi ini membuatnya mengembuskan napas terakhir.

Selain Masyita, sejumlah peserta lain mengalami luka-luka. Bahkan ada yang kakinya patah. Tiga korban yang mengalami luka dilarikan ke Rumah Sakit Labuang Baji. Sementara 10 orang lainnya dibawa ke IGD RS Pelamonia.
Mereka yang dirawat di RS Labuang Baji adalah Nur Salmi (48), warga Jalan AMD nomor 57 KO Nipa Nipa, Antang. Korban mengalami luka robek di atas bibir kiri dan luka patah pada bagian bahu kiri, serta terdapat bekas benturan di kepala. Kemudiam Jumriah, warga Jalan Pelita 3 Utara Lorong nomor 13. Ia terluka patah di kaki kanan. Selanjutnya Sabir (62), beralamat di Kompleks Permata Hijau Permai Blok D3 nomor 18. Korban mengalami bengkak pada bagian kaki.
Sementara korban yang dilarikan ke RS Pelamonia rerata mengalami luka lecet. Mereka adalah Patahuddin, Pj Ketua RT 006/RW 013,Kelurahan
Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya. Wahida, Pj Ketua RT 001/RW 005 Kelurahan Rappocini, Kecamatan Rappocinil. Baharuddin, Pj Ketua RT 003/RW 003 Kelurahan Karuwisi Utara, Kecamatan Panakukang. Mahmud, Pj Ketua RT 001/RW 003 Kelurahan Mappala, Kecamatan 
Rappocini.

Korban selanjutnya Nurkholis, Pj
Ketua RT 004/RW 009 Kelurahan
Mappala, Kecamatan Rappocini. M Ikhsan, Pj Ketua RT 003/RW 009 Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini. Aisyah Putri (15) dan Iwan Rahim (58), warga Jalan Buruh nomor 59A semuanya luka lecet. Sementara Abd Hamid, Pj Ketua RT 007/RW 005 Kelurahan Tamamaung, Kecamatan  Panakukang, mengalami luka robek di kaki.

Tali Tambang Mengamuk

Saksi yang merupakan rekan korban, ketika di lokasi kejadian mengatakan, awalnya ia bersama teman yang lain, termasuk korban sudah mau menyeberang jalan. Namun tetiba tali yang digunakan untuk tarik tambang itu seolah seperti mengamuk.
“Korban yang berada di dekat tali terkena, terus terjatuh dan kepalanya terbentur pembatas jalan,” katanya sambil terisak.
“Jadi itu tali awalnya lurus-lurusji. Tapi kenapa kayak langsung mengamuk. Tidak ada yang tahu. Itu tali seperti sementara jalan langsung seperti ular” lanjutnya.
Saksi lain yang juga Pj Ketua RT dari Kecamatan Rappocini, mengaku kejadian tersebut berlangsung di depan matanya. Ia menyaksikan korban terseret lalu kemudian terbanting hingga mengenai tembok pembatas jalan.

”Mengerikan sekali. Dua orang bapak-bapak sempat terseret tali. Yang satunya terbanting keluar tembok pembatas jalan,” terangnya.
Saksi yang seorang perempuan itu masih sempat berbicara dengan korban. Malah sempat bertanya di mana koordinator kecamatannya. Masyita masih menyebutkan sang koordinator berdiri di dekat mobil bersama lurah.

Pascakejadian, Danny bersama pengurus IKA Unhas yang ada di lokasi acara langsung melayat ke kediaman almarhumah Jalan Kelapa Tiga. Ia menyampaikan belasungkawa yang mendalam, baik secara pribadi maupun kapasitasnya sebagai Ketua IKA Unhas Sulsel dan Wali Kota Makassar.
“Kita tidak pernah mau ada yang seperti ini. Makanya, kita berusaha sesafety mungkin dari awal penyelenggaraan. Tapi namanya insiden tidak ada yang pernah duga,” kata Danny.
Dia mengaku kehilangan, karena almarhumah merupakan seorang kader PKK dan ketua RT berdedikasi. “Saya minta semua diurus, termasuk BPJSnya. Teman-teman harus urus dengan baik. Saya akan ke rumah duka. Ini ketua panitia sama ketua harian mendampingi mayat ke rumah duka,” tandas Danny.

Tak Ada Rekor MURI

Sebenarnya, masih ada rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan jelang pelantikan pengurus IKA Unhas Sulsel yang rencananya akan dilaksanakan hari ini, Senin (19/12). Kegiatan itu adalah pertandingan domino yang akan dilaksanakan di kediaman pribadi wali kota, Jalan Amirullah, Minggu siang kemarin.
Namun sebagai wujud rasa belasungkawa terhadap para peserta yang menjadi korban pada insiden kecelakaan di lokasi, maka pertandingan domino dibatalkan. Acara diganti dengan doa bersama, sekaligus penggalangan dana IKA Unhas untuk korban insiden tarik tambang.
Selain itu, penyerahan rekor MURI yang rencananya akan diserahkan saat Pelantikan Pengurus IKA Unhas Sulsel juga batal dilakukan. “Jadi pelantikan tetap kita laksanakan. Yang batal itu penyerahan rekor MURI. Tidak ada rekor MURI,” tegas Danny.
Sementara itu, Ketua Panitia Rahmansyah mengatakan pihaknya menyampaikan rasa suka mendalam atas terjadinya musibah ini. “Mudah-mudahan korban yang meninggal dilapangkan jalannya. Dan kepergiannya menjadi kepergian yang Khusnul khatimah. Bagi keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran. Dan Insyaallah korban meninggal akan mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah,” ungkapnya.

Dia juga berharap bagi yang mengalami luka-luka bisa segera pulih dan bisa segera beraktivitas kembali. Menurut mantan Ketua DPRD Gowa itu, selaku panitia penyelenggara, pihaknya tidak menginginkan peristiwa itu terjadi.
“Ini kejadian di luar harapan dan prediksi kami. Tidak ada yang menginginkan hal ini terjadi. Tapi semua tentu Allah yang menginginkan dan menjadikan semuanya,” jelasnya.
Dia menekankan, pihak penyelenggara sudah meminimalisir segala hal yang berkaitan dengan risiko dari kegiatan ini. “Bagaimana terkoordinasi dengan baik dari wilayah asalnya sampai ke lapangan diminta berdiri dan berbaris di sepanjang tali tambang. Kemudian di saat-saat menjelang kejadian, kami sudah informasikan berulang-ulang secara berantai untuk tidak dulu memegang tali,” tambahnya.
Namun mungkin saja yang mengalami kecelakaan, baik kecelakaan yang meninggal dunia khususnya maupun yang luka-luka itu dalam posisi tidak siap. Tali tiba-tiba terbentang. Sehingga mereka terkena dan terjatuh.

“Di situlah kenapa terjadi kecelakaan dan ada yang berakibat meninggal dunia. Sekali lagi tentu kami menyampaikan permohonan maaf seluruh masyarakat Sulawesi Selatan, Makassar khususnya peserta yang dengan antusiasnya datang mengikat kegiatan ini,” tutur Rahmansyah.
Diapun menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, khususnya kepada keluarga korban. “Ini akan menjadi pelajaran yang berharga bagi kami untuk lebih hati-hati lagi ke depan dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti ini,” tandasnya.
Kasubag Humas Polrestabes Makassar AKP Lando yang dikonfirmasi, kemarin mengatakan, kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Khususnya untuk mengetahui secara pasti penyebab insiden maut ini.
”Dari data yang diperoleh satu orang meninggal dunia. Korban lainnya mengalami luka lecet. Ada pula luka serius di bagian kaki. Mereka sudah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis,” ujarnya.
Saat tarik tambang berlangsung, kelompok dibagi dua. Masing-masing tim A dan B. Mereka mengenakan seragam yang berbeda. Satu tim memakai baju warna merah. Tim lainnya berbaju putih. Tim A titik awalnya berada di perempatan Jalan Sudirman-Jalan Ahmad Yani. Yakni di depan RSIA Pertiwi. Sedangkan Tim B depan PT Sanghyangseri Jalan Ratulangi ke titik tengah depan RSIA Pertiwi, Jalan Jenderal Sudirman.

(rhm-jun-jul)

Korban Tragedi Tarik Tambang

Meninggal Dunia
1. Masita, Pj Ketua RT 01/RW 07, Kelurahan Ballaparang, Kecamatan Rappocini.

Luka
1. Nur Salmi (48), warga Jalan AMD No 57 KO Nipa-nipa, Antang
2. Jumriah, warga Jalan Pelita 3 Utara Lorong 3 No13, Makassar.
3. Sabir (62), warga Permata Hujau Permai Blok D3 No 18, Makassar.
4. Patahuddin, Pj Ketua RT 006/RW 013, Kekurahan
Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.
5. Abd Rahman, Pj Ketua RW 001/RT 002
 Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya.
6. Wahida, Pj Ketua RT 001/RW 005 Kelurahan Rappocini, Kecamatan Rappocini.
7. Baharuddin, Pj Ketua RT 003/RW 003 Kelurahan  Karuwisi Utara, Kecamatan  Panakukang.
8. Mahmud, Pj Ketua RT 001/RW 003 Kelurahan Mappala, Kecamatan 
Rappocini.
9. Nurkholis
, Pj Ketua RT 004/RW 009, Kelurahan
Mappala, Kecamatan Rappocini.
10. M Ihksan, Pj
Ketua RT 003/RW 009, Kelurahan Gunung Sari, Kecamata Rappocini
11. Abd Hamid, Pj
Ketua RT 007/RW 005, Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakkukang
12. Aisyah Putri (15), warga Jalan Buru No 59A.
13. Iwan Rahim (58), warga Jalam Buruh No 59A.



×


Tali Tetiba Mengamuk Seperti Ular

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link