MAKASSAR, BKM — Ikatan Alumni (IKA) Unhas Sulsel memberikan beasiswa senilai Rp50 juta untuk anak almarhumah Masyita, korban meninggal akibat insiden tarik tambang pada Minggu (18/12).
Beasiswa diserahkan secara simbolis oleh Ketua Umum IKA Unhas Amran Sulaiman pada acara Pelantikan Pengurus IKA Unhas Sulsel di Hotel Four Point by Sheraton, Senin (19/12) malam.
Mantan Menteri Pertanian itu mengajak para alumni untuk memerhatikan anak-anak korban. Amran membuka peluang kerja kepada anak-anak almarhumah.
Kepada anak korban, diapun menyampaikan jika ada masalah, tolong disampaikan ke IKA Unhas.
“Kita harus mengemban tanggung jawab kedua orang tuanya. Kami ingin meringankan beban, dan wujud tanggung jawab moril sebagai IKA UNHAS. Tetap lanjutkan pendidikan. Nak, kalau ada masalah sampaikan kepada kakak-kakak mu di UNHAS,” kata Amran Sulaiman.
Dia mengatakan, insiden yang terjadi kemarin murni kecelakaan. Ajal, jodoh, itu adalah hak prerogratif Allah.
“Ini kecelakaan murni, setiap detik adalah takdir. Ajal, jodoh, rezeki, dan nasib itu adalah hak prerogratif Allah. Tidak ada yang bisa memundurkan satu detikpun,” ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto yang baru saja dilantik sebagai Ketua IKA Unhas Sulsel Periode 2022-2026 mengajak seluruh alumni untuk mendoakan almarhumah.
“Kemarin telah berpulang salah satu peserta silaturahmi akbar event tarik tambang, yang begitu berdedikasi dan tadi baru saja dikebumikan. Marilah kita bersama-sama menundukkan kepala mendoakan almarhumah,” ajak Danny.
Ia meminta kepada seluruh peserta yang hadir untuk membacakan Al Fatihah bagi almarhumah. Danny berharap dengan doa yang dipanjatkan dapat melapangkan jalan bagi almarhumah dan bagi keluarga yang ditinggalkan dapat diberikan kekuatan dan ketabahan melewati cobaan ini.
Bagi Danny Pomanto, almarhumah adalah sosok pekerja keras, Ketua RT yang memiliki dedikasi tinggi terhadap Pemerintah Kota Makassar. Almarhumah juga tercatat sebagai kader PKK yang aktif menyosialisasikan program PKK di wilayahnya. (rhm)

