MAKASSAR, BKM — Pemkot Makassar segera menertibkan gudang dalam kota. Selama ini kehadiran gudang dalam kota kerap dikeluhkan warga. Pasalnya, proses bongkar muat yang dilakukan kerap mengganggu arus lalu lintas.
Rencananya, Pemkot Makassar akan menyiapkan gudang di kawasan Terminal Daya.
PD Terminal Makassar Metro berencana akan menggandeng pihak ekspedisi dalam mewujudkan rencana itu.
PD Terminal bersama Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Arlin Ariesta, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) Andi Zulkifly Nanda, Kepala Satpol PP Makassar Ikhsan, dan Kepala Dinas Penataan Ruang (Distaru) Fahyuddin, melaporkan rencana tersebut ke Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto, Selasa (20/12).
Direktur Utama PD Terminal Makassar Metro Dafris menjelaskan, selain untuk membantu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar, kerja sama ini juga sebagai upaya menertibkan aktivitas gudang di dalam kota.
“Kita sudah sampaikan ke Pak Wali mau bekerja sama dengan ekspedisi yaitu kawasan bongkar muat barang,” kata Dafris.
Dalam pertemuan tersebut, pihaknya juga telah menyampaikan agar pengalihan gudang ekspedisi ke Terminal Daya dapat disokong dengan peraturan wali kota (perwali).
Kata Eros sapaan akrabnya menyampaikan perwali ini sebagai dasar hukum untuk pengalihan gudang ekspedisi ke Terminal Daya.
“Perwalinya itu lebih ke kawasan bongkar muat barang dialihkan ke Terminal Daya. Jadi seluruh ekspedisi yang ada di Makassar itu nanti pindah ke Terminal Daya,” tuturnya.
Untuk jangka pendek, pihaknya sudah menyiapkan lahan seluas empat hektar digunakan pihak ekspedisi sebagai bentuk pemanfaatan lahan tidur.
Jumlah ekspedisi yang tercatat di Kota Makassar saat ini sebanyak 7.00, 200 diantaranya berstatus sewa dan 500 lainnya milik pribadi.
“Dalam waktu dekat yang 200 gudang ini dulu kita pindahkan ke Terminal Daya, kita bangunkan kantor semi permanen. Tapi kita tunggu dulu perwalinya,” ujar Eros.
Dengan 12 hektar luas lahan Terminal Daya secara keseluruhan, ia meyakini bahwa 700 ekspedisi yang saat ini beroperasi di dalam kota bisa dialihkan ke terminal.
“Untuk jangka panjang kita kelola semua. Makanya untuk prospek ke depan, kita membuka peluang bisnis dengan kerja sama pihak ekspedisi,” ucap dia.
Sementara itu, dalam pertemuan bersama Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto ada tiga pokok pembahasan yang turut dihadiri PD Terminal Makassar Metro.
Pertama membahas terkait menjadikan Terminal Daya sebagai pusat kawasan kargo. Artinya semua gudang ekspedisi yang beroperasi di dalam kota akan dialihkan ke Terminal Daya.
“Ekspedisi itukan sudah dilarang di dalam kota. Nah itu perwalinya sudah ada. Tapi kita jangan mau ada penegakan hukum tapi fasilitasnya tidak ada. Ini kita siapkan fasilitasnya,” tegas Danny.
Pembahasan kedua yakni penyesuaian tarif PD Terminal Makassar Metro. Baik di Terminal Daya maupun Malengkeri.
Sedangkan pembahan ketiga terkait pembuatan perwali sebagai dasar regulasi mengalihkan gudang ekspedisi ke Terminal Daya. (rhm)

