MAKASSAR, BKM — Hujan deras yang mengguyur Kota Makassar sejak Kamis (22/12) malam hingga Jumat (23/12) membuat sejumlah wilayah mulai tergenang. Salah satu lokasi yang kerap menjadi menjadi langganan banjir adalah Kecamatan Biringkanaya.
Berdasarkan laporan dari Camat Biringkanaya Benyamin Turupadang, sejumlah wilayah di Kelurahan Katimbang mulai terendam air dengan ketinggian 10-15 cm. “Seperti yang terpantau di beberapa ruas Jalan Kotipa, ketinggian air berkisar 10-15 cm,” ungkap Benyamin.
Sementara di Kelurahan Pai, sudah ada beberapa perumahan yang tergenang. Seperti di BTN Bumi Kalamang Permai RT 02/RW 02, ketinggian air mencapai 40 sentimeter.
Di BTN Bumi Kalamang Permai RT 07/RW 02 ketinggian air mencapai 30 cm. Perumahan Buana Sudiang Indah RT 03/RW 14 ketinggian air 5 cm. Jalan poros Taman Sudiang Indah RT 02/RW 05 ketinggian air mencapai 10 cm, dan Jalan Perintis Kemerdekaan Km 18 RT 03/RW 01 ketinggian air mencapai 10 cm. “Secara umum kondisi masih aman. Belum ada warga yang mengungsi,” ungkap Benyamin.
Sementara itu, di Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, tepatnya di RW 01 dan RW 02 Nusa Tamalanrea Indah, ketinggian air berkisar 10-20 cm. Di RW 05/RT 3 Lorong 8, ketinggian air mencapai 15 meter.
Untuk di Kelurahan Bira Kecamatan Tamalanrea, ketinggian air mencapai 30 cm. Di wilayah Mattoanging 4 RT 04/RW 04 ketinggian air sekitar 10-15 cm. Sementara di Mattoanging 6 RT 04/RW 06, ketinggian air10-14 cm, dan kawasan gudang 30 RW 02/RT 01 ketinggian airnya mencapai 30 cm.
Camat Tamalanrea Andi Salman, mengatakan satgas dan tim di masing-masing kelurahan telah bersiap siaga untuk menyiapkan posko siaga banjir. Bahkan pada titik-titik wilayah yang rawan dan sudah tergenang, warga diminta untuk bersiap mengungsi.
“Kami tengah memantau beberapa kelurahan. Satgas beserta lurah juga sudah kami minta turun untuk pantau terus wilayahnya. Posko pengungsian kita manfaatkan masjid dan kontainer di kelurahan,” ujarnya, kemarin.
Dari hasil pantauannya, beberapa titik di kelurahan mulai tergenang. Seperti di Kelurahan Parangloe, genangan mencapai 28-50 cm.
“Di Kelurahan Tamalanrea Indah genangan mencapai betis orang dewasa. Jalan Bung juga seperti itu. BTP Blok AD sudah ada genangan 20-30 cm. Status siaga dan waspada, namun beberapa wilayah masih aman,” jelasnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar, Ahmad Hendra Hakamuddin mengatakan semua stakeholder lingkup Pemkot Makassar menggelar rapat kesiapsiagaan bencana dipimpin Asisten I Pemkot Makassar M Yasir, di Kantor BPBD Makassar, kemarin. Sejumlah poin penting menjadi pembahasan. Mulai dari persiapan personel dan peralatan dalam mengantisipasi bencana akibat hujan deras dan cuaca buruk.
Selain itu, kata Ahmad Hendra, seluruh OPD diminta mengaktifkan koordinasi lintas sektoral (Damkar, Dinsos, Dinkes dll). Juga diharapkan segera melakukan koordinasi dengan camat dan lurah dalam rangka penanganan banjir
“Intinya, semua stakeholder terkait diminta untuk aktif dalam melakukan pemantauan titik rawan banjir dan genangan,” kata Ahmad Hendra.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto secara khusus melakukan peninjauan ke Sungai Biring Je’ne yang lokasinya di perbatasan Makassar-Maros. Dia ingin memastikan aliran air di sungai tersebut tetap lancar.
“Sungai Biring Je’ne terpantau airnya cukup mengalir. Sama seperti saya pantau Sungai Tallo pekan lalu. Semua mengalir lancar. Karena kalau tidak mengalir, ya berarti efek pasang sudah sampai di sini,” kata Danny.
Dia mengatakan, berdasarkan aplikasi cuaca yang diamati serta informasi di BMKG, hujan deras dan gelombang tinggi bakal terjadi di wilayah Makassar dalam tiga hari ini. Yang dia khawatirkan jika hujan deras bertepatan dengan puncak gelombang pasang terjadi. Itu bisa memicu terjadi banjir, karena air tidak bisa maksimal mengalir ke laut.
“Sehingga daerah pesisir, baik itu daerah pesisir sungai, pesisir danau, kanal, pesisir pantai itu sangat rawan,” jelasnya.
Dia pun mengimbau seluruh warga untuk tetap waspada dalam menghadapi cuaca buruk berupa hujan deras dan angin kencang yang diperkirakan masih akan terjadi ke depan.
Orang nomor satu Makassar itu juga mewanti-wanti kepada seluruh warga untuk menjaga seluruh saluran drainase, kanal, dan sungai tetap normal dengan tidak membuang sampah sembarang tempat yang menyebabkan terjadinya sedimentasi.
Kepada pemerintah kelurahan dan kecamatan, diperingatkan untuk mengawasi serta melarang warga mendirikan bangunan di sekitar bantaran sungai maupun saluran drainase, karena dikhawatirkan menimbulkan penyempitan. “Dan yang paling utama, mari kita semua berdoa agar kita bisa terhindari dari bencana,” tambah Danny.
Berdasarkan hasil monitoring dan laporan dari kelurahan dan kecamatan, kata Danny, beberapa wilayah memang sudah mulai tergenang. “Beberapa daerah sudah mulai tergenang, saya monitor terus tadi, seperti di Biringkanaya. Manggala belum terlihat. Baru di Paccerakkang dan sekitarnya sudah mulai terlihat genangan. Termasuk di Panakukang. Di Petta Rani lebih kepada saluran drainase,” tandas Danny.
Sementara itu, Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Maritim Paotere Makassar mengeluarkan peringatan dini banjir akibat curah hujan dengan intensitas yang cukup tinggi terjadi dalam kurun waktu tiga hari, yakni 23-25 Desember 2022.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Paotere Mahagnyana, menerangkan karena adanya aktivitas pasang air laut maksimum diserta kondisi gelombang tinggi, dipicu oleh adanya pusat tekanan rendah di Utara Australia, diperkirakan potensi banjir rob bisa terjadi di beberapa wilayah di Sulawesi Selatan. Salah satunya adalah pesisir Kota Makassar.
Sementara daerah lainnya adalah pesisir Kabupaten Pinrang, Pangkep, Barru, Parepare, Maros, dan Takalar. “Kondisi ini secara umum dapat mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan, pemukiman pesisir, aktivitas bongkar muat di pelabuhan, dan perikanan darat,” jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk senantiasa waspada dan siaga mengantisipasi dampak dari aktivitas pasang maksimum air laut yang disertai gelombang tinggi, serta memperhatikan update cuaca dari BMKG. (rhm-ita-jun)

