pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Banjir Terparah, Warga Terisolir

Ratusan Orang Mengungsi di Masjid, Posyandu HinggaWarkop

MAKASSAR, BKM — Dua kecamatan di Makassar terkena dampak paling parah akibat banjir, masing-masing Kecamatan Manggala, tepatnya Kelurahan Manggala dan Tamangapa, serta Kecamatan Biringkanaya, yaitu di Kelurahan Paccerakkang dan Katimbang. Hingga kemarin, sebagian wilayah bahkan terisolir akibat akses keluar masuk tergenang banjir.

Sesuai laporan Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar,Ahmad Hendra Hakamuddin, hingga pukul 14.00 Wita, Minggu (25/12), di Kecamatan Manggala, sebanyak 92 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir di dua kelurahan. Dari jumlah itu, puluhan KK di antaranya memilih mengungsi di sejumlah titik pengungsian yang telah disiapkan.

Di Kelurahan Manggala, ada enam lokasi pengungsian yang disiapkan. Di antaranya, Masjid Jabal Nur di Jalan Biola 13 Blok 10, dengan jumlah penyintas pengungsi 49 KK dan 183 jiwa. Di Masjid Makkah Al Mukarramah Blok 10 Jalan Suling, jumlah penyintas 15 KK yang terdiri dari 55 jiwa.
Di Posyandu Anyelir Jalan Manggala Dalam, jumlah pengungsi 4 KK, 22 jiwa. Masjid Al Muttaqin Jalan Ujung Bori, jumlah penyintas 12 KK, 50 jiwa. Di masjid Nurul Jihad Blok 10, jumlah penyintas 5 KK, 22 jiwa. Masjid Al Mutohhirin Jalan Bangkala Dalam, jumlah penyintas 5 KK, 22 jiwa.

Sementara di Kelurahan Tamangapa, ada satu titik lokasi pengungsian yakni Masjid Nurul Aisyiah (Kampung Kajang). Jumlah warga yang mengungsi di sana sebanyak 2 KK, dengan total 10 jiwa.
Lebih jauh, Ahmad Hendra menerangkan, di Kecamatan Biringkanaya, tercatat ada 59 KK dengan total 245 warga yang mengungsi di lima titik. Kelurahan Katimbang, titik pengungsian di antaranya Masjid Ar Rahman Grand Rahmani Residence, dengan jumlah penyintas 19 KK, 80 jiwa. Di Warkop Gomacca Jalan Poros Katimbang, jumlah penyintas 19 KK, 67 jiwa, Posyandu Bougenville Kodam III, jumlah penyintas 2 KK, 12 jiwa. TK Tri Putri (Kodam III), jumlah penyintas 10 KK, 40 jiwa. Sementara di Kelurahan Paccerakkang, titik pengungsian ada di Masjid Ar Ra’mun Bukkang Mata, dengan jumlah pengungsi 9 KK atau 46 jiwa.

Secara khusus, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto melakukan peninjauan di lokasi banjir yang berada di dua kecamatan tersebut, kemarin. Lokasi pertama yang didatangi adalah Blok 10, Kelurahan Manggala yang terdampak banjir cukup parah.

Danny bersama rombongan menggunakan perahu karet melakukan pemantauan. Di sepanjang perjalanan, terlihat rumah-rumah warga yang terendam banjir. Ketinggian air bervariasi, mulai dari paha hingga leher orang dewasa. Bahkan di beberapa titik, air nyaris mencapai atap rumah warga.
Menurut Danny, banjir yang terjadi di Blok 10 merupakan yang terparah dari sebelumnya. “Kalau sebelumnya, warga Blok 10 masih bisa keluar dari pemukiman menggunakan jalur Nipa-nipa. Tapi ini tidak. Jalur Nipa-nipa juga tergenang banjir,” ungkapnya.

Danny menuturkan, untuk mengatasi bencana ini dirinya sudah memerintahkan camat setempat untuk mengumpulkan seluruh elemen masyarakat agar membuat forum khusus membahas solusi yang akan dilakukan. Khususnya dalam membahas banyaknya saluran air yang tertutup.

“Perlu dukungan masyarakat dan dukungan semua pihak untuk mengalirkan air yang mestinya jalan tetapi terhambat. Harus menjadi keputusan bersama sehingga masyarakat paham,” kata Danny.
Dia melanjutkan, kawasan Blok 10 merupakan daerah air yang tidak layak dijadikan kawasan pemukiman. “Tidak layak sebenarnya. Di zaman saya itu tidak diperkenankan daerah-daerah resapan air jadi permukiman.Ini kan yang buat developer, yang kena masyarakat. Mestinya yang tanggung jawab developer,” kata Danny.
Diapun berencana akan mengumpulkan seluruh developer yang ada di Makassar untuk diberi arahan terkait persoalan ini.
Untuk para pengungsi, Pemkot Makassar melalui Dinas Sosial dan BPBD sudah menyiapkan bantuan dapur umum, memberikan bantuan sembako, selimut, terpal, sarung dan obat-obatan. Di Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, bantuan juga dibagikan.
“Mohon dapat diterima. Sehat-sehatki, semoga bencananya juga segera berakhir,” kata Danny, saat memberikan beberapa bantuan berupa kidswear (baju anak), selimut, tikar, bantal dan beberapa bantuan lainnya di Posko Banjir TK Fitra, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya.
Ia mengatakan, dapur umum di Masjid Jabal Nur Manggala sudah standby. Termasuk bantuan umum dari BPBD dan Dinas Sosial.

“BPBD menyiapkan peralatan dapur umumnya, mobilnya, perangkatnya. Dinas sosial membawa bahan masaknya. Alhamdulillah itu akan dibuatkan makanan untuk seluruh pengungsi,” ucapnya.
Lurah Manggala Arwina Aminuddin mengatakan pihaknya bersama Satgas BPBD sudah siaga membawa perahu karet untuk evakuasi warga. Termasuk penanganan terhadap korban yang mengeluh gatal-gatal, hipertensi, pusing, dan sesak.
“Itu sudah ditangani, gerak cepat dari Dinas Kesehatan yang terdiri dari petugas Puskesmas. Tadi malam itu ada ibu hamil mau diperiksa kesehatannya dan tim nakes sudah sampai di sana, hari ini mau melahirkan. Obat-obatan juga sudah masuk. Semua titik sudah didatangi tim posko kesehatan,” ungkapnya.

Camat Tamalanrea Andi Salman Baso, mengatakan berdasarkan pantauannya di lapangan, kondisi genangan mulai dari betis hingga setinggi dua meter. Ada 12 titik yang mengalami banjir pada enam kelurahan.
“Kita berharap seluruh petugas di bawah bisa membantu warga yang terdampak karena genangan akan surut seiring menurunnya intensitas hujan. Sekarang sudah berangsur surut. Tapi demi keselamatan kami, minta warga mengungsi di posko yang kami siapkan,” ujarnya, Minggu (25/12).

Dari hasil pantauan di wilayah Kelurahan Tamalanrea Indah yang mengalami banjir, di antaranya BTN Hamsy, BTN Antara, dan BTN Asal Mula. Di Keluruhan Buntusu dua titik, yakni BTP Blok AD dan AA. Kelurahan Kapasa, di Biring Romang Baru, dan Biring Romang Belakang. Kelurahan Kapasa Raya satu titik, yakni di Kampung Batu Doang.
Kemudian Kelurahan Bira, di Kampung Mula Baru dan Jalan Lantebung di Kmpung Mattoanging, serta Gudang 30, Di Kelurahan Parangloe tepat di Kampung Tamala’lang dan Bontoa Timur.

“Rata-rata yang tergenang ini adalah wilayah yang dataran rendah jadi kalau air laut naik, maka biasa air masukmi ke rumah-rumah warga. Jadi airnya ada yang sampai betis, pinggang hingga setinggi orang dewasa,” ujarnya.
Begitupun yang terjadi di Kecamatan Biringkanaya, ada sembilan kelurahan yang terdampak banjir. Camat Biringkanaya Benyamin B Turupadang didampingi seluruh lurah sudah turun melakukan evakuasi korban terdsampak banjir di BTN Kodam 3, Kelurahan Katimbang

”Sejak kemarin sampai hari ini kami menelusuri rumah-rumah warga untuk memberikan pertolongan pertama kemudian dibawa ke tempat pengungsian. Kami mengimbau warga agar tetap siaga dan sesegera mungkin menghubungi petugas evakuasi bilamana situasi darurat banjir terjadi.

Keselamatan diri dan keluarga yang utama,” terangnya, kemarin.
Sembilan kelurahan yang terendam banjir, yakni Kelurahan Katimbang tepatnya di Perumahan Kodam 3, Perumahan BTP Blok AF, Perumahan BTP Blok AE, dan Perumahan Grand Paccerakkang. Kelurahan Paccerakkang, banjir terjadi di Komplek Buka Mata, Kompleks Mangga 3, dan Kompleks Gubernur Sulsel.

Kemudian Kelurahan Berua, banjir terjadi di Komplek Depag dan Komplek Berua Indah. Kelurahan Laikang, mencakup tiga perumahan, yakni Perumnas Sudiang, Bumi Permata Sudiang II , dan Permata Sudiang Raya.
Kelurahan Bulurokeng juga terdampak cuaca ekstrem, tepatnya di Komplek Caddika. Kelurahan Sudiang Raya banjir terjadi di Gelora Pa’jaiyyang dan Kelurahan Sudiang di Kompleks Puri Pate’ne. Kelurahan Bakung tepatnya di Green Sudiang Residence dan Kompleks Tirasa.

Proses evakuasi dan pemantauan banjir dilakukan oleh Binmas, Babinsa, staf kelurahan, Sapol PP BKO Kecamatan Biringkanaya, personel BPBD, dan SAR Locust dengan menyasar orang tua lanjut usia dan anak-anak. (rhm-ita-jun)




×


Banjir Terparah, Warga Terisolir

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link