MAKASSAR, BKM — Si jago merah mengamuk di Makassar Mall atau Pasar Sentral pada Selasa (27/12) malam pukul 19.00 Wita. Di tengah hujan, api dengan cepat melalap lapak-lapak pedagang yang terbuat dari kayu di Blok B.
Seluruh lapak yang berjumlah 931 unit ludes dilalap si jago merah. Tak ada barang dagangan yang tersisa. Yang tertinggal hanya puing-puing, atap seng, dan beberapa dinding kayu yang tidak utuh lagi.
Pantauan BKM, Rabu (28/12) jelang siang, kendati hujan turun cukup deras, ratusan pedagang yang lapaknya habis terbakar bergerombol di sekitar lokasi kebakaran. Dua tenda yang didirikan dan dijadikan posko kebakaran, penuh sesak dengan para pedagang.
Sekitar pukul 10.30 Wita, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto yang baru saja mendarat dari Jakarta, langsung mengunjungi lokasi. Sesaat setelah keluar dari mobil, Danny langsung diserbu oleh pedagang yang ingin mengadukan nasib mereka.
“Dari bandara saya langsung ke sini. Yang pertama adalah saya ingin menenangkan semua pedagang yang ada di Blok B ini. Yang kedua, kita akan carikan solusi secepatnya-cepatnya,” ungkap Danny.
Dia mengatakan, pihaknya akan mengupayakan agar para pedagang secepatnya bisa kembali berjualan. Apalagi tidak lama lagi akan memasuki bulan Ramadan. Dalam satu atau dua hari ke depan, Danny akan memanggil para pedagang untuk bermusyawarah terkait langkah-langkah yang dilakukan Pemkot Makassar bagi mereka.
Lebih jauh dikemukakan, untuk sementara waktu, para pedagang akan direlokasi di salah satu jalan yang ada di sekitar Makassar Mall. Pedagang nantinya bisa membangun lods sementara di tempat yang sudah disepakati.
Pihaknya juga berjanji akan memberi subsidi atau bantuan untuk pembangunan lapak atau lods sementara bagi para pedagang. Danny berharap kejadian seperti ini tidak terulang dengan meningkatkan keamanan pasar.
Terkait isu beredar bahwa Pasar Sentral sengaja dibakar, Danny tidak mau berspekulasi. Ia menyerahkan sepenuhnya penyelidikan ke aparat Polrestabes Makassar.
“Biarkan pihak kepolisian, Kapolres Pelabuhan melaksanakan penyelidikan. Kita serahkan sepenuhnya ke aparat kepolisian,” tandasnya.
Sementara itu, Kapolres Pelabuhan AKBP Yudi Frianto mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP sejak Rabu dinihari sekitar pukul 02.00 Wita hingga pagi. “Nanti akan dilanjut lagi karena hujan deras. Untuk lapor surat sudah kami kirimkan. Tinggal kita menunggu tim dari Polda untuk turun,” ungkap Yudi.
Dia melanjutkan, pihaknya sudah memeriksa dua orang saksi yang pertama melihat kejadian kebakaran itu. “Masih itu saja. Penyebab masih dalam penyelidikan,” ujarnya singkat.
Dirut PD Pasar Ichsan Abduh, menerangkan kemungkinan besar para pedagang akan dipindahkan sementara ke Jalan KH Ramli. “Rencana di Jalan Hj Ramli. Tapi kita tetap tata dulu yang baik. Kita juga sudah koordinasi dengan Pak Kapolres Pelabuhan. Insyaallah nanti mungkin teknisnya menyangkut masalah lalu lintas,” terangnya.
Dia memperkirakan, total kerugian yang dialami para pedagang akibat kebakaran tersebut mencapai Rp60 miliar hingga Rp70 miliar. “Kerugian diperkirakan cukup besar. Apalagi banyak yang baru kasih masuk stok barang ke lodsnya,” kata Ichsan.
Salah seorang pedagang yang juga Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima (Aspek 5) Pasar Sentral Hasnia yang ditemui di lokasi kebakaran, mengaku menderita kerugian yang cukup besar. Tiga lods miliknya di Blok B semua habis terbakar.
“Tidak ada tersisa kasihan. Padahal baru-baru saya kasih masuk barang. Ratusan juta itu nilanya. Dua lods saya menjual pakaian gamis, satu lagi barang kosmetik,” katanya sambil terisak.
Sebagai pedagang, ia menyambut baik solusi yang ditawarkan pemerintah kota. Menurut Hasnia, apa yang diberikan pemerintah terbaik untuk pedagang. “Mudah-mudahan solusi yang diberikan itu bisa terlaksana dengan baik, dan tidak ada pihak yang dirugikan,” tuturnya.
Hasniah menaruh harapan besar kepada pemerintah agar pedagang bisa kembali berjualan sebelum Ramadan. “Kita sangat berterima kasih kepada beliau, karena dari dulu beliau sangat memperhatikan rakyat,” ucap Hasnia.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar Suhaelsi Zubir, mengatakan berdasarkan instruksi wali kota, pihaknya akan memberi subsidi untuk pembangunan lods sementara bagi para pedagang. Subsidi diberikan dalam bentuk bahan seperti seng, kayu, dan lainnya.
“Pemkot tanggung 50 persen untuk bantu pembangunan lapak mereka,” jelas wanita yang akrab disapa Helsy itu.
Anggaran yang disiapkan diambil dari alokasi pemeliharaan bangunan atau gedung pemerintah tahun 2023. Namun sebelumnya menyalurkan bantuan, pihaknya akan mendata lebih rinci dan jelas terkait kebutuhan para pedagang. Termasuk berapa pedagang yang akan dibantu.
“Tapi kita masih tunggu dulu pemeriksaan dari kepolisian. Selain itu, kami akan berkoodinasi dengan PD Pasar seperti apa model perencanaannya,” kata Helsy. (rhm)

