pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Rp2,5 Miliar untuk Beli Mobil Listrik Gubernur

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan mengalokasikan anggaran Rp2,5 miliar khusus untuk pengadaan kendaraan dinas listrik yang akan digunakan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman. Kegiatan ini sudah masuk dalam Sirup LKPP Biro Umum Setda Sulsel, dengan kode RUP 38090137, per Januari 2023. Sumber anggarannya dari APBD Sulsel dengan sistem e-Purchasing.

Kepala Biro Umum Setda Sulsel Eka Prasetya mengatakan, anggaran tersebut akan digunakan untuk membeli satu unit mobil listrik. Mobil itu nantinya akan digunakan gubernur.

”Itu satu unit dulu untuk Pak Gubernur. Kalau merek dan jenis nanti dilihat yang sesuai harganya. Karena setahu saya saat ini mobil listrik hanya Hyundai dengan Toyota. Tapi modelnya cari yang besar, seperti besarnya Alphard lah,” jelas Eka Prasetya, kemarin.
L
ebih lanjut dia mengatakan, randis mobil listrik juga akan digunakan oleh OPD. Hanya saja, alokasinya diserahkan ke OPD masing-masing dan jenisnya akan ditentukan belakangan.

”Ini kan Pak Gubernur kita siapkan dulu. Kalau OPD nanti menyusul. Jadi mereka yang akan pesan masing-masing. Jumlahnya juga belum dirincikan. Tetapi setiap OPD nanti ada,” terangnya.

Hal yang sama juga untuk DPRD Sulsel. Mereka sudah mengalokasikan anggaran khusus pengadaan kendaraan dinas listrik pada APBD 2023. Nilainya mencapai Rp1,6 miliar untuk dua unit mobil. Artinya, setiap unit mobil berbanderol Rp800 juta.

Sekretaris DPRD Sulsel M Jabir membenarkan hal itu. Menurutnya, ini sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat untuk pengadaan randis mobil listrik. Untuk jenisnya sendiri, DPRD Sulsel membidik Wuling Hongguang dan Hyundai Ioniq
.

”Iye, sudah dianggarkan pengadaan mobil listrik dua unit di APBD 2023. Harga per unitnya Rp800 jutaan. Jadi kalau dua unit dikalikan saja,” ujarnya.

Jabir juga mengatakan, dua unit mobil listrik itu untuk pimpinan dan sudah masuk daftar pengadaan di LPSE dan e-katalog 2023. Dua unit ini merupakan tahap awal. Selanjutnya jika memang dibutuhkan, anggota dewan yang lain juga akan menyusul.

Hanya saja, waktu pengadaannya belum bisa dipastikan. Sebab saat ini mobil listrik sesuai spesifikasi dua jenis itu masih kosong.

“Mau pengadaan sekarang, tapi jenis mobil listrik yang kita pesan kosong. Bisa dilihat di e-katalog lelang pengadaan barang dan jasa. Tapi anggaran pengadaan tetap ada karena sudah dianggarkan di APBD 2023,” terangnya. (jun)




×


Rp2,5 Miliar untuk Beli Mobil Listrik Gubernur

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link