MAKASSAR, BKM — Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan merilis capaian kinerja terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) selama tahun 2022 lalu.
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Selatan selaku Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan, Supendi menerangkan agregat realisasi Belanja Negara tahun 2022 sebesar Rp49,81 triliun dari pagu Rp50,79 triliun atau sekitar 98,08 persen.
Belanja Pemerintah Pusat terealisasi Rp20,17 triliun dari pagu Rp21,08 triliun.
Anggaran tersebut utamanya dimanfaatkan untuk pembayaran gaji dan tunjangan, pendanaan atas kegiatan operasional satuan kerja (satker) kementerian/lembaga (K/L), program kegiatan saker K/L untuk pengadaan peralatan/mesin, jalan, jaringan, irigasi, serta pembayaran bantuan sosial.
Dia menerangkan, secara umum, pelaksanaan belanja negara di Sulawesi Selatan masih menggunakan pola menumpuk di akhir tahun.
Pada tahun anggaran 2023, jajaran Kementerian Keuangan Sulawesi Selatan terus mendorong kementerian/lembaga dan pemerintah daerah serta desa yang memperoleh dana alokasi APBN agar segera merealisasikan kegiatannya sehingga pengeluaran APBN menjadi salah pendorong kegiatan ekonomi di Sulsel Sepanjang tahun 2022.
Sementara belanja barang dan modal terkontraksi akibat keterlambatan proses lelang, penundaan kegiatan dan automatic adjustment transfer ke daerah mengalami perlambatan akibat menurunnya alokasi pagu yang tersedia jika dibandingkan dengan tahun lalu, ungkap Supeni dalam Jumpa Pers terkait kinerja APBD Triwulan IV Tahun 2022 yang digelar di Resto Strata, Jalan Gunung Bawakaraeng, Kamis (26/1). (rhm)

