MAKASSAR, BKM — Pegawai di Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel sepertinya masih harus bersabar. Hingga saat ini mereka belum juga menerima Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang menjadi haknya. TPP ini belum dibayarkan sejak periode Desember 2022 hingga Februari 2023, atau tiga bulan lamanya.
Hal tersebut tidak ditampik oleh pegawai lingkup Disdik Sulsel.
“Belum diterima untuk Dinas Pendidikan. Kalau guru sudah terima. Tapi kalau untuk pegawai Disdik Sulsel, belum,” ungkap sumber BKM, Rabu (22/2).
Dikatakan, hingga kini pihaknya masih menunggu kepastian dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulsel terkait pembayaran TPP tersebut.
“Saya belum tahu kepastiannya kapan. Silakan tanya ke BKAD kalau soal itu,” cetusnya.
Sekadar diketahui, dari 400 pegawai di lingkup Disdik Sulsel, total TPP ditaksir sebesar Rp1,2 miliar. Sebelumnya, Kepala Bidang Perbendaharaan Daerah BKAD Sulsel, Salehuddin mengungkapkan, saat ini TPP setiap OPD itu masih diproses di Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Dia menambahkan, pembayaran TPP di Desember itu memang biasa terlambat diberikan.
“Memang kami selalu seberangkan Desember. Sudah berlangsung tiga tahun, nanti Januari dibayar. Seperti itu,” kata Salehuddin beberapa waktu lalu.
Selain itu, dia menjelaskan, pencairan TPP itu bergantung pada OPD masing-masing. Karena setiap OPD yang melakukan penilaian dan mengajukannya ke BKD.
“Tergantung OPD. Kalau ada sekarang (berkasnya), dibayar sekarang. Masing-masing mengajukan. Kalau tidak mengajukan apa yang mau dibayar,” sahut Salehuddin.
Lambatnya pembayaran TPP itu bukan hanya kali ini terjadi.
“Kan mereka (OPD) ada proses penilaian. Biasa kami itu Januari itu dibayar Februari (dan seterusnya). Begitu prosesnya,” ucapnya.
Untuk informasi, TPP bakal tahun ini naik sebesar 5 persen, dari sebelumnya 20 persen. Artinya, setelah terjadi kenaikan, besarannya kini mencapapai 25 persen.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman beberapa waktu lalu. Ia bahkan mengaku telah menandatangani kenaikan TPP beberapa hari yang lalu. “Saya baru tanda tangan kemarin. Dua minggu lalu kayanya saya tanda tangan TPP 25 persen,” ujar Andi Sudirman.
Ia menyampaikan, kenaikan TPP ini berdasarkan pertimbangan dari desakan ASN untuk menjamin kesejahteraan mereka.
(jun)

