MAKASSAR, BKM — Dalam beberapa hari terakhir, harga beras di pasaran dalam wilayah Kota Makassar mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Lonjakannya mencapai 20 hingga 30 persen.
Salah seorang warga, Aminah mengatakan, dua hari lalu dirinya membeli beras kualitas premium 5 kg seharga Rp70 ribu di salah satu pasar modern. Padahal, harga sebelumnya hanya sebesar Rp55 ribu.
“Iya, beberapa hari ini harga beras mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Sebelumnya kan, untuk beras kualitas premium 5 kg, saya belikan seharga Rp55 ribu. Tapi dua hari lalu, sudah naik harganya menjadi Rp70 ribu,” ungkap wanita yang bermukim di Jalan Hertasning tersebut.
Hal yang sama juga dikemukakan Mardianto. Ia mengaku beberapa waktu lalu, dirinya membeli beras satu karung dengan berat 25 kg seharga Rp250 ribu. “Namun beberapa hari lalu, harganya sudah naik menjadi Rp325 ribu. Biar di kampung (Bulukumba) naik harga beras juga,” ungkap lelaki yang berprofesi sebagai dosen ini.
Salah seorang pedagang beras di pasar Terong kota Makassar, Ramli mengatakan kenaikan harga beras premium sudah terjadi lebih dari tiga pekan terakhir. Beras kategori biasa tak luput dari kenaikan.
“Yang beras biasa, dalam awal tahun naiknya Rp1.000-Rp1.500,” ujarnya.
Menurut Ramli, kenaikan harga tersebut dipicu oleh petani yang gagal panen akibat banjir. Gagal panen tersebut membuat pasokan ke pedagang terhambat.
“(Akibat gagal panen) beras yang dihasilkan itu 50 persen dari biasanya. Kalau pasokan sekarang tidak langsung dikasih. Kadang harus menunggu dua atau tiga hari,” jelasnya.
Ramli mengakui, kenaikan harga berimbas pada kedatangan pembeli. Menurutnya, konsumen yang datang mengalami pengurangan dibanding sebelum harga naik.
“Pembeli lebih mencari yang murah. Tapi ada juga yang sudah berlangganan, ya tetap beli,” ungkapnya.
Pedagang beras lainnya, Agus mengungkapkan harga saat ini untuk beras premium Rp.12.880/kg, naik dari harga semula Rp12.855 per kilogram. Sementara harga beras non premium sekitar Rp10 ribu hingga Rp11 ribu per kilogram.
Ia pun menyatakan gagal panen diduga menjadi salah satu faktor kenaikan harga beras itu. Meskipun ada sejumlah komoditas pangan lain yang alami kenaikan.
“Beberapa komoditas juga sudah naik, seperti bawang merah, bawah putih, dan kemiri juga naik,” bebernya.
Dikonfirmasi terkait kenaikan harga beras, Kepala Dinas Perdagangan Makassar Arlin Ariesta mengatakan, berdasarkan pemantauan di sejumlah pasar, harga beras memang bergerak fluktuatif.
“Kalau data di kami, berdasarkan pemantauan, ada beras yang harganya naik ada juga yang tidak. Fluktuatif tergantung jenisnya. Mungkin harga beras premium itu mahal. Sesuai dengan kelas. Itu hasil real time 10 pasar tradisional dan modern di Makassar,” ungkapnya saat dihubungi BKM, Jumat (24/2).
Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar oleh Disdag, saat ini harga beras premium berkisar Rp12.880 per kg. Sebelumnya seharga Rp12.855 per kg. Ada kenaikan Rp25. Di Pasar Terong, beras kualitas super seharga Rp12.500 kg, kualitas medium Rp10.800 per kg, dan kualitas bawah Rp10.500 per kg.
Sementara di Pasar Pa’baeng-baeng, harga beras kualitas premium Rp12 ribu per kg, kualitas sedang Rp11 ribu per kg, dan kualitas bawah Rp10 ribu per kg. (rhm-jun)

