MAKASSAR, BKM — Bank Indonesia Perwakilan Sulsel memperkirakan kebutuhan uang tunai untuk masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 1444 Hijriah akan mengalami kenaikan dibanding tahun 2022 lalu. Tahun ini, Bank Indonesia menyiapkan uang tunai senilai Rp5,8 triliun untuk area Sulsel. Angka itu mengalami kenaikan sebesar 14 persen dibanding tahun lalu yang nilainya sebesar Rp5,04 triliun.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Rudy Bambang Wijanarko, mengemukakan kebutuhan masyarakat akan uang tunai mengalami kenaikan karena sejumlah faktor. Di antaranya, normalisasi aktivitas masyarakat pascapencabutan PPKM, pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat seiring pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan mobilitas masyarakat pada momen mudik lebaran.
Untuk layanan penukaran uang rupiah bagi masyarakat di provinsi ini, BI bersinergi dengan perbankan melalui loket-loket penukaran yang tersebar di 112 kantor cabang bank di berbagai kabupaten/kota di Sulsel.
Selain itu, kata Rudy, BI Sulsel juga menyelenggarakan layanan kas keliling sebanyak 32 kali di 24 titik strategis. Termasuk di pusat keramaian, pasar tradisional, dan instansi pemerintah.
Untuk pendaftaran dan antrean penukaran uang pada layanan kas keliling dilakukan melalui tautan https://pintar.bi.go.id. Hal ini bertujuan untuk memastikan jumlah penukar dan ketersediaan uang rupiah.
“Lebih lanjut, informasi mengenai jadwal dan lokasi penukaran uang di Sulsel dapat dilihat melalui akun Instagram Kantor Perwakilan BI Sulsel dan Instagram CBP Rupiah Sulsel,” ungkapnya di sela-sela kegiatan Kickoff Serambi Rupiah Ramadhan 2023 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Senin (27/1).
Lebih jauh dikemukakan, BI Sulsel memaksimalkan pendistribusian uang ke seluruh wilayah Sulsel maupun Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua). Termasuk melalui kas titipan, agar perbankan memiliki kecukupan persediaan uang tunai, baik secara jumlah maupun jenis pecahan.
BI Sulsel juga mewajibkan bank dan Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR) untuk menjaga ketersediaan uang dengan kualitas baik dan optimal. Tak terkecuali pada Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Menyediakan layanan penukaran uang sehingga masyarakat dapat memperoleh pecahan uang sesuai dengan kebutuhan, serta memastikan seluruh kegiatan pengolahan uang sesuai dengan aspek K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja).
Sementara itu, untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam melakukan transaksi pembayaran, BI Sulsel meminta masyarakat untuk selalu mewaspadai risiko uang palsu. “Kenali yang rupiah asli melalui metode 3D yakni dilihat, diraba, dan diterawang. Penukaran uang masyarakat hendaknya dilakukan di tempat-tempat yang resmi. Bank Indonesia juga terus melakukan edukasi dan sosialisasi Cinta Bangga dan Paham (CBP) rupiah kepada seluruh masyarakat,” imbuhnya.
Khusus di wilayah Kota Makassar, Bank Indonesia membuka layanan penukaran uang tunai di empat titik selama empat hari. Senin, 27 Maret di Pantai Losari, Jalan Penghibur. Selasa, 28 Maret
di Pasar Hartaco, Jalan Dg Tata Kompleks Pasar Parangtambung. Rabu, 29 Maret 2023, di
Pasar Maricaya, Jalan Veteran Selatan/Jalan Harimau. Selanjutnya Kamis, 30 Maret di Pasar Panampu,Jalan Panampu. Layanan penukaran uang tunai tersebut berlangsung mulai pukul 10.00 Wita hingga 13.00 Wita. (rhm)

