pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ratusan Orang Korban Penawaran Rumah Murah

Pengembang Dilapor ke Polda Terkait Dugaan Penipuan dan Penggelapan

MAKASSAR, BKM — Ratusan warga di Kota Makassar diduga menjadi korban penipuan yang dilakukan sebuah pengembang perumahan. Iming-iming penawaran rumah dengan harga murah di tengah kota menjadi pemicunya. Kerugian mereka diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Perumahan yang ditawarkan berlokasi di Jalan Kesadaran, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Para korban ada yang berprofesi sebagai PNS, polisi, tentara, bahkan Staf Khusus Gubernur.

“Saat ini sudah ada 200 orang yang melapor jadi korban. Kami perkirakan korban hampir 500 orang, karena masih ada yang belum tahu (kalau ditipu),” ujar salah satu korban berinisial HH, Senin (3/4).

HH menceritakan adiknya membeli dua unit rumah tipe 45 dengan harga R299 juta pada tahun 2020. Iming-imingnya karena perumahan tersebut bisa dicicil tanpa melalui bank.

Awalnya pihak pengembang juga bekerja sama dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) untuk penyediaan rumah dosen. Sehingga mereka tidak curiga sama sekali.

“Di tengah jalan LLDikti ternyata memutuskan kerja sama. Dari situ kami mulai curiga,” bebernya.

HH mengaku dulu menyetor DP (Down Payment) senilai Rp150 juta. Mereka dijanjikan rumah itu sudah jadi hak milik dalam dua tahun.

“Namun hingga tahun 2023 tidak ada pembangunan sama sekali. Jadi kami meminta uang dikembalikan,” ujarnya.

Menurutnya, developer menjanjikan pembayaran uang dilakukan sebanyak tiga kali termin. Namun, hingga saat ini uang para korban tidak juga dikembalikan secara penuh.

“Satu unit rumah yang dikembalikan baru Rp79 juta, yang satu unitnya lagi Rp8 juta. Uang yang kami setor totalnya Rp194 juta dan Rp112 juta,” ungkapnya.

Korban lain berinisial NA mengaku tertarik membeli rumah karena diiming-imingi cicilan tanpa riba. Apalagi harganya yang murah dan berada di tengah kota. Namun belakangan ternyata penawaran rumah tersebut bermasalah. Ia mengaku mengalami kerugian hingga Rp23 juta. “Siapa yang tidak tertarik diimingi rumah Rp200 jutaan yang letaknya di tengah kota,” ungkapnya.

Segala macam cara sudah dilakukan para korban untuk menagih uang mereka dikembalikan. Mulai dari mendatangi langsung rumah direktur perumahan bernama Mujarab. Korban juga sudah melapor ke polisi.

Mujarab dilaporkan ke Polda Sulsel dengan nomor: sttlp/b/239/111/2023/spkt/poldasulsel. Ia diadukan atas dugaan penipuan dan penggelapan.

“Saya sudah di-BAP untuk kasus ini. Polisi juga bilang minta bantuan ke media karena ternyata banyak korban yang belum tahu kasusnya. Mereka masih menyicil terus sampai sekarang,” terangnya.
Para korban bahkan dikabarkan sempat adu fisik dengan direktur perumahan beberapa waktu lalu. Ada juga yang terpaksa menyita aset milik Mujarab.

Para korban berharap, pemerintah turun tangan untuk menertibkan developer nakal yang mencari keuntungan dengan embel syariah. Korban juga meminta masyarakat agar tak mudah percaya jika ada ditawari rumah dengan harga murah.
Terkait kasus ini, BKM berusaha mengonfirmasi ke pihak pengembang. Namun, upaya tersebut belum berbuah hasil. (jun)




×


Ratusan Orang Korban Penawaran Rumah Murah

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link