RAUT wajah bahagia dan penuh syukur tak bisa disembunyikan Sahari pada sore itu, Jumat, 7 April 2023. Sosok perempuan lanjut usia yang setiap hari jualan pisang dan keripik di Jalan Mappala, Kota Makassar ini mendapatkan berkah Ramadan yang disalurkan oleh Tim Pencari Berkah Berita Kota Makassar bekerja sama Yayasan Kemanusiaan Fajar (YKF).
Warga asal Kabupaten Jeneponto mulanya cukup terkejut saat tim mendatanginya dan memberikan bantuan paket bahan kebutuhan pokok saat sedang duduk di atas trotoar jalan, antara gedung kampus UNM dan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Makassar.
“Terima kasih banyak ya Allah, syukur Alhamdulillah. Terima kasih anak,” ucap Sahari sembari mengangkat tangan lalu mengusap wajah memanjatkan rasa syukurnya.
Kepada Tim Pencari Berkah, Sahari mengaku tidak pernah menyangka perjalanan Tim Pencari Berkah bisa hadir dan berbagi rezeki kepadanya. Apalagi di sore hari itu pembeli sedang sepi. Dia juga baru saja menggelar barang dagang berupa pisang yang dikemas dalam kantong plastik. Karena hujan baru saja beranjak pergi.
Dari pengakuannya, sudah satu bulan ia berjualan di Jalan Mappala, dari waktu sore hingga malam. Setiap hari ia pergi dan pulang dari tempat tinggalnya Kelurahan Bontotangnga, Kecamatan Tamalatea, Jeneponto, untuk mengais rezeki dengan jualan.
“Ini pisang dari Jeneponto. Ini juga keripik anakku yang bikin. Kalau habis semua ini pisang saya jual, saya bisa bawa pulang ke rumah Rp100 ribu kotornya. Karena modalnya ini Rp50 ribu,” akunya.
Walau begitu, nenek yang telah mempunyai dua cucu ini mengaku tak jarang masih membawa pulang pisang dan keripiknya karena tidak adanya pembeli. “Biasa tidak laku juga, Nak. Jadi saya bawa pulang lagi ke rumah naik mobil sewa yang saya bayar Rp60.000 untuk pergi dan pulang,” lanjutnya.
Untuk satu kantong plastik pisang, ia tawarkan harga Rp16 ribu dan keripik seharga Rp10 ribu. Uang yang diperoleh dari hasil jualannya digunakan untuk membeli bahan pokok kebutuhan sehari-hari keluarganya. Lebih uangnya, untuk beli susu dan uang jajan cucunya yang juga masih sekolah.
“Kalau pulang ada uang, dipakai beli makanan, susu cucuku. Selebihnya, adami dikasih uang jajan cucu-cucuku,” tambahnya. (arf)

