MAKASSAR, BKM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi cuaca mulai 11 hingga 17 April 2023. Peringatan dini tersebut dipublikasikan melalui postingan resmi akun BMKG Sulsel di sosial media.
Disebutkan ada beberapa wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat. Hal itu dibenarkan Prakirawan BMKG Wilayah Sulsel Rizky Yudha. “Hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang, berlaku 24 jam,” ujarnya saat dikonfirmasi Senin (9/4).
Dia menerangkan, wilayah yang terdampak cuaca ekstrem hampir seluruh wilayah di Sulsel. Di antaranya Luwu Timur, Luwu Utara, Palopo, Luwu, Toraja Utara, Toraja, Enrekang, Pinrang, Pare-pare, Jeneponto dan Takalar. Kemudian Sidrap, Sinjai, Bulukumba, Selayar, Bantaeng, Barru, Pangkep, Maros, Makassar dan Kabupaten Gowa.
BMKG memperingatkan agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Seperti angin kencang dan dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar Achmad Hendra Hakamuddin memberi penjelasan saat dikonfirmasi secara terpisah. Dia mengatakan, peringatan dini BMKG telah ditindaklanjuti dengan meminta masyarakat untuk waspada, terutama di wilayah rawan potensi banjir.
Selain itu, dia juga mengingatkan kepada warga agar waspada terhadap potensi terjadinya angin kencang. Karena bisa berdampak pada kerusakan rumah, bangunan, hingga pohon tumbang.
“Karena terdapat potensi angin kencang, maka masyarakat diimbau waspada tehadap dampaknya seperti pohon tumbang, kerusakan rumah dan bangunan,” katanya.
Sebagai tambahan, lanjut Hendra, sejauh ini Makassar masih berada pada musim hujan. Musim kemarau baru akan dimulai pada Mei mendatang. “Jadi Kota Makassar dan sekitarnya masih masuk dalam musim penghujan. Musim kemarau dimulai awal Mei mendatang,” tandasnya. (rhm)

