pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Kejari Buka Penyidikan Baru Dugaan Korupsi Gedung Perpustakaan

MAKASSAR, BKM — Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar kembali membuka penyidikan baru kasus dugaan korupsi proyek pembangunan gedung Perpustakaan Kota Makassar tahun 2021 senilai Rp7,9 miliar.
Langkah tersebut merupakan hasil pengembangan dalam kasus ini, setelah sebelumnya penyidik Kejari Makassar menetapkan tiga orang tersangka.
“Kami kembali melakukan pengembangan penyidikan dari kasus sebelumnya,” ujar Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Makassar Arifuddin Ahmad, Selasa (20/6).

Untuk penyidikan kali ini, kata Arifuddin Ahmad, pada hari ini, Rabu (21/6), penyidik mengagendakan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

“Besok (hari ini) rencananya ada dua orang saksi yang kita panggil untuk dimintai keterangannya,” tandasnya.

Hanya saja, kata Arifuddin, nama saksi yang akan dimintai keterangannya tersebut tidak bisa diekspos ke publik dengan alasan kepentingan penyidikan.

Diusutnya kembali kasus ini, menurut Arifuddin Ahmad, karena masih ada yang memiliki dan harus dimintai pertanggungjawabannya, sehingga
Sehingga penyidik harus melakukan pengembangan penyidikan. Apalagi ada alat bukti baru baru yang ditemukan hasil pengembangan yang dilakukan.
Faktanya, pembangunan gedung Perpustakaan Kota Makassar tahun anggaran 2021 dengan nilai anggaran sebesar Rp7,988 miliar telah dinyatakan putus kontrak sehingga tidak selesai 100 persen.

Berdasarkan laporan pemeriksaan lapangan yang dilakukan oleh ahli konstruksi dari Universitas Hasanuddin, ada ketidaksesuaian spesifikasi dan volume bangunan yang terdapat dalam rencana anggaran biaya. Sehingga diperoleh selisih volume dan hasil analisa spesifikasi material dan mutu bangunan sebesar Rp3,09 miliar. (mat)




×


Kejari Buka Penyidikan Baru Dugaan Korupsi Gedung Perpustakaan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link