pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tiga Kecamatan Terdampak Kemarau Ekstrem

Debit Air di Lekopancing Menyusut, Kini di Bawah Satu Meter

MAKASSAR, BKM — Musim kemarau tahun ini akan lebih kering dari periode yang sama tahun lalu. Hal ini dipengaruhi oleh dampak El Nino atau fenomena pemanasan suhu muka laut (SML) di atas kondisi normal. Hal ini diprediksi akan berlangsung hingga September mendatang.
Prakirawan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar Rizky Yudha membenarkan hal itu. Menurutnya, berdasarkan citra satelit menunjukkan hampir semua wilayah di Sulsel telah memasuki musim kemarau. Utamanya wilayah Sulsel bagian Barat.
“Meski puncak musim kemarau terjadi di Sulsel tetapi potensi hujan masih ada, utamanya wilayah Sulsel bagian Selatan dan Utara. Hal ini wajib diwaspadai, utamanya masalah kebutuhan air,” kata Rizky, kemarin.

Ia menambahkan, ada tiga kecamatan yang turut merasakan musim kemarau yang cukup ekstrem oleh pengaruh El Nino, yakni warga yang bermukim di wilayah bagian Utara Biringkanaya, Tallo, dan Ujung Pandang. Bahkan tiga kecamatan itu mengalami kesulitan air bersih.
Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar Achmad Hendra Hakamuddin di Hotel Rinra mengakui, penyebab kesulitan air seiring tidak terjadi hujan di wilayah tersebut. Hal itu mengakibatkan sumber mata air warga berkurang sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih setiap harinya.
“Di sana itu unik, kalau musim hujan kebanjiran, kalau kemarau kekeringan,” ujarnya saat ditemui di Hotel Rinra, Kamis (3/8).
Dia menjelaskan, puncak kekeringan tahun ini diprediksi oleh BMKG terjadi mulai bulan Agustus ini. Untuk itu ia mengimbau warga untuk mulai berhemat air bersih.
“Ini kekeringan di atas normal dampak El Nino dan telah diprediksi BMKG. Ini kita antisipasi karena puncaknya di Agustus ini,” jelasnya.
Pemerintah sejauh ini telah mengirimkan bantuan air ke wilayah terdampak kekeringan. Seperti dengan mengerahkan mobil tangki dari PDAM dan Pemadama Kebakaran (Damkar).
“Damkar bantu lima mobil tangki dan PDAM 15 unit. Ada beberapa wilayah di utara kota seperti utara perkotaan. Jangankan kemarau, normal saja kering,” ujarnya.
Semantara itu, Direktur Utama (Dirut) Perumda Air Minum (PDAM) Makassar Benny Iskandar mengatakan, dampak kekeringan dari El Nino ini sudah dirasakan masyarakat. Mengacu pada jumlah debit air di Lekopancing Maros yang sudah menurun di bawah satu meter. Solusi yang disediakan pihaknya adalah penyediaan pompa pada sejumlah titik air baku untuk menyuplai kawasan yang kering.
“Sejak dua bulan lalu kita sudah turunkan pompa suplesi di waduk Nipah-Nipah. Masalahnya, di waduk Nipah-Nipah ini juga debit airnya juga berkurang, sehingga suplai air yang biasanya empat bar ke barat dan timur kota sekarang sisa dua bar,” ujarnya.

Di samping itu, pihaknya juga menyediakan pompa inline yang akan diprioritaskan sementara ke wilayah Utara kota. Satu pompa sudah dipasang di kawasan Jembatan Pannampu pompa ini sudah beroperasi sejak Rabu pekan lalu.
Masyarakat sudah merasakan perbedaanya. Air disebut sudah mengalir dengan lancar bahkan di pagi hari, padahal sebelumnya air kerap dilaporkan tak mengalir.
“Efek pompa inline yang kemarin kita ujicobakan di kawasan Pannampu ternyata sudah dirasakan masyarakat. Itu sudah seperti air mancur. Kemarin diujicoba ternyata tekanan airnya itu sudah sangat bagus,” terangnya.
Satu lainnya dipasang di Cambayya. Benny mengatakan, ini sudah dipasang. Hanya saja masih menunggu travo dari PLN sebagai tenaga pendorongnya. “Mesinnya sudah siap tinggal travonya, kami menunggu dari PLN untuk ini dipasang,” ujarnya.
Pihaknya juga merencanakan pemasangan pompa inline di kawasan Timur kota, khususnya di wilayah Tamalanrea dan Biringkanaya. Jumlahnya ada tiga. Titik dan konstruksinya pun, kata Benny, telah dibuat.

Cadangan Beras

Menyikapi kemarau akibat cuaca ekstrem atau El Nino, Pemerintah Kota Makassar mulai menyiapkan cadangan beras. Langkah itu diambil untuk mengantisipasi kerawanan pangan yang disebabkan kekeringan tersebut.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Makassar Mahyuddin mengatakan, saat ini stok cadangan beras yang disiapkan sebesar 37 ton. Cadangan beras ini untuk stabilisasi pasokan, harga serta kondisi kedaruratan.
“Kita tambah beras ambil dari Bulog. Sekarang kita punya 37 ton. Apabila ada hal darurat kita gunakan,” ujarnya.
Dia juga mengklaim seluruh ketersediaan komoditas pangan strategis dalam kondisi aman, terutama beras dengan stok 900 ton. Ketersediaan ini dianggap mampu memenuhi kebutuhan hingga tiga bulan ke depan.
“Kondisi sekarang masih aman. Untuk beras 900 ton dari kebutuhan 300 ton. Itu data dari Dinas Ketahanan Pangan,” jelasnya.
Mahyuddin menambahkan, sejumlah komoditi pangan Makassar dipasok dari luar daerah.
Karena itu, upaya yang dilakukan untuk terus menjaga kelancaran distribusi dan memastikan pasokan barang tidak terhambat.
“Terkait distribusi, ketersedian di pasar kita pantau terkait elnino jika ada hal ketersedian pangan tentu kita akan mengambil kebijakan agar ketahanan pangan bertahan,” sambungnya. (rhm)




×


Tiga Kecamatan Terdampak Kemarau Ekstrem

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link