MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto kembali mengingatkan seluruh lurah maupun camat untuk berkinerja baik dan melaksanakan tugas sesuai aturan. Orang nomor satu Makassar itu mengaku sudah mengantongi nama-nama lurah yang masuk dalam radarnya untuk dimutasi.
Bahkan, kepada wartawan, Rabu (9/8) di Hotel Four Point by Sheraton, Danny memperlihatkan nama-nama lurah yang bersoal dan masuk dalam daftar penilaian kinerja “Ini semua nama lurah yang tidak bagus performanya. Jadi saya catat semua. Saya pantau satu per satu,” ujarnya sambil men-scroll nama-nama di layar gawainya.
Wali Kota Makassar dua periode itu mengatakan, ada banyak kriteria penilaian yang dijadikan indikator untuk mencopot lurah. Mulai dari persoalan sampah dan kebersihan, pelayanan publik, penggunaan kontainer recover sebagai kontainer terpadu (konter), hingga lorong wisata.
“Jadi kalau ada yang main-main dalam bertugas, tidak maksimal dalam melaksanakan instruksi yang saya sampaikan, itu masuk dalam kriteria lurah yang akan diganti,” ungkapnya.
Khusus untuk lurah yang dilaporkan pungli oleh warga, akan ditangani khusus. Sanksi yang diberikan kalau terbukti juga disiapkan.
“Yang bersangkutan harus menjalani proses verifikasi dan pemeriksaan oleh BKD dan Inspektorat. Kalau terbukti, selain dicopot dari jabatannya, juga diberikan sanksi sesuai pelanggaran yang dilakukan,” tegas Danny.
Danny menyebut, ada 40 persen lurah yang dianggap tidak maksimal dalam menjalankan tugasnya. Hanya saja, ia masih memberi kesempatan kepada mereka untuk memperbaiki kerja-kerjanya sebelum pergeseran dilakukan.
“Jadi, saya masih memberikan kesempatan kepada lurah-lurah untuk menunjukkan performa kerja yang bagus,” tambahnya.
Terkait lurah-lurah yang telah diproses oleh BKPSDMD Makassar hingga Agustus ini, sudah lima lurah yang dijatuhi hukuman disiplin berat. Yakni lurah Antang, Parangtambung, Bongaya, Baraya, dan Buakana.
Sekarang ini BKPSDMD akan kembali melakukan penelusuran dugaan penyalahgunaan kewenangan terhadap Lurah Barana, Kecamatan Makassar. “Terkait pungli sudah diproses. Bedakan saya mau re-setting lagi dan keluhan masyarakat. Kalau keluhan masyarakat, termasuk keluhan soal kabel fiber optik itu langsung diproses oleh BKPSDM,” ujar Danny.
Selain lurah, Danny juga menekankan ke para camat untuk bekerja maksimal dan bisa bekerja sama dengan seluruh perangkat di kecamatan masing-masing. Dia menegaskan, tidak ingin mendengar ada benturan antaraparat.
“Misalnya ada camat yang tidak akur dengan sekretaris camatnya. Itu masuk laporannya ke saya. Kalau begitu kondisinya, akan saya ganti baik camat maupun sekretaris camatnya,” tegas Danny. Sebab, hubungan yang tidak harmonis antara camat dan sekcamnya bisa merembes ke tataran kelurahan.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar Akhmad Namsum menjelaskan, saat ini pihaknya tinggal menunggu instruksi dari wali kota kapan akan melakukan mutasi dan melantik pejabat.
Apalagi, kata mantan Kepala Dinas Pertanahan Makassar itu, data dan nama-nama yang masuk dalam daftar pejabat yang akan diganti sudah dikantongi pejabat pembina kepegawaian, yakni Wali Kota Makassar.
“Insyaallah kapan dan di mana saja kalau Pejabat Pembina Kepegawaian menginstruksikan untuk mempersiapkan mutasi dan pelantikan, kami segera tindak lanjuti,” tandas Akhmad Namsum. (rhm)

