pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Disdik-Bappeda Ajukan di APBD Perubahan

Untuk Perbaikan Pagar Tembok SDI Banta-banteng I yang Nyaris Rubuh

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar merespons cepat informasi yang beredar dan viral di media sosial terkait tembok pagar SD Inpres Banta Bantaeng 1, Jalan Monginsidi Baru No.75, Kelurahan Ballaparang, Kecamatan Rappocini Kota Makassar yang nyaris rubuh. Kondisi tersebut dinilai sangat memprihatinkan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Muhyiddin Mustakim menerangkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar untuk memasukkan pembangunan tembok pagar sekolah itu di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2023.
Mantan Plt Kadis Sosial itu melanjutkan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk melakukan rehabilitasi dengan menggunakan e-purchasing atau e-katalog konstruksi.

“Kami sudah koordinasikan persoalan ini ke Bappeda dan ULP. Semoga menjadi salah satu kegiatan prioritas yang dianggarkan di APBD Perubahan 2023,” ungkap Muhyiddin saat dihubungi BKM, Minggu (13/8).
Sebelumnya, Muhyiddin menerangkan, sebenarnya perbaikan SD Banta-bantaeng I sudah dianggarkan pada tahun 2022 lalu. Pagu anggaran yang disiapkan sebanyak Rp31 miliar. Rehabilitasi meliputi beberapa kelas yang kondisinya memang cukup memprihatikan, termasuk dinding tembok yang kondisinya nyaris rubuh. Namun sayang, proyek rehabilitasi SD Inpres Banta-bantaeng itu gagal tender.
Tahun ini, rehabilitasi sekolah tersebut kembali dianggarkan. Namun, pembangunan dan perbaikan tembok tidak dimasukkan. Hanya renovasi kelas yang diajukan karena kondisi ruang kelas di sekolah tersebut memang sudah memprihatikan. Banyak komponen yang rusak, plafon juga sudah rubuh.
Ia pun berharap, perbaikan ruang kelas tahun ini tidak gagal tender lagi. Pihaknya masih sementara menunggu proses di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa untuk penentuan pemenangnya.

“Kalau perbaikan sementara berproses, tapi kita tunggu saja ULP. Belum ada pemenangnya. Itu yang kita khawatirkan lagi (gagal tender). Kalau perbaikan di waktu yang sudah sangat terbatas ini bisaji karena (hanya) perbaikan ruang kelas,” katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bappeda Makassar Helmy Budiman mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan membahas persoalan tembok sekolah yang nyaris rubuh itu. Diapun berjanji akan mengupayakan pengusulan perbaikannya di APBD-P 2023.
Mantan Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Makassar itu menyebut, estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan tembok pembatas sekolah tersebut di kisaran Rp200 juta hingga Rp300 juta. “Insyaallah akan kita usulkan untuk perbaikan di APBD Perubahan 2023 ini,” ungkapnya via telepon, kemarin.
Tak lupa dia menyampaikan terima kasih kepada warga Makassar yang punya perhatian dan kepedulian terhadap sarana dan prasarana serta fasilitas yang disiapkan Pemkot Makassar. Helmy menyadari, tidak semua persoalan yang ada di lapangan bisa ditindaklanjuti tanpa adanya informasi dari warga.
“Jadi kami menyampaikan terima kasih atas informasi soal kondisi dinding pembatas sekolah yang nyaris rubuh itu. Insyaallah kita akan upayakan bisa dimasukkan anggarannya di perubahan,” tandas Helmy. (rhm)




×


Disdik-Bappeda Ajukan di APBD Perubahan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link