pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tembok Dibongkar, Cari Donasi Rp15 Juta

Untuk Kontrak Rumah Warga yang Viral Aksesnya Ditutup

MAKASSAR, BKM — Beredar viral di media sosial, pengurus Masjid Nurul Azis di Jalan Cilallang Jaya, Kelurahan Buakana, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar menutup akses jalan menuju rumah Dg Sabir. Akibatnya, rumah yang ditempati sejumlah orang dewasa dan lansia tersebut menjadi terisolasi.
Penghuni rumah tidak bisa keluar masuk. Mereka terpaksa menggunakan tangga untuk memanjat tembok yang dibangun pengurus masjid untuk bisa keluar dan masuk ke rumah.
Menerima laporan tersebut, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, langsun menginstruksikan lurah dan camat untuk melakukan mediasi kedua belah pihak agar jangan ada yang dirugikan.
“Sudah saya WA (camat dan lurah) untuk memediasi kedua belah pihak. Carikan jalan keluar. Jangan ada yang dirugikan,” ungkap Danny saat ditemui di kediaman pribadinya, Kamis (31/8).

Pemerintah kecamatan bersama Polsek Rappocini dan kelurahan pun segera melaksanakan instruksi tersebut. Pada Kamis (31/8) dilakukan mediasi antara keluarga Dg Sabir dengan pengurus Masjid Nurul Azis.
Pertemuan itu juga melibatkan sejumlah unsur. Di antaranya pengembang perumahan, Kapolsek Rappocini AKP Muh Yunus, Sekcam Rappocini Rendra, serta Pj Lurah Buakana Rahmiati Alwi. Pihak pengurus masjid diwakili oleh Ismail Makkarateng, Darwis, dan Muh Idam.
Hadir pula Sastra Darma dari Dewan Masjid Indonesia, Aiptu Jamaluddin (Bhabinkamtibmas Kelurahan Buakana), Serka Hasan (Babinsa Keluarahan Buakana). Juga Ketua RW 02 Kelurahan Buakana Ikhsan, Ketua RT 05 RW 02 Riza, dan Ketua RT 04 RW 02 Buakana Irwanto.
Camat Rappocini Amin Hafied menerangkan, ada beberapa poin penting yang menjadi hasil kesepakatan saat mediasi berlangsung. Dia menerangkan, pihak pengembang dan pengurus masjid bersedia memberikan akses jalan kepada Dg Sabir dan keluarga.
Akses jalan tersebut akan dibuka sesuai kesepakatan bersama dan diberikan waktu selama satu tahun untuk mencari solusi terbaik bagi Dg Sabir dan keluarga. Bahwa selama Dg Sabir dan keluarga melewati akses yang disiapkan, yang bersangkutan mengikuti aturan dan adab yang telah disepakati oleh pengurus masjid.

Ada juga kesepakatan akan mencarikan tempat yang layak untuk Dg Sabir dan keluarga yang selama ini masih menumpang di tanah orang.
“Berhubung karena kondisi ekonomi Pak Sabir dan keluarga masih kurang, maka sepakat mengumpulkan donasi. Apabila dana sudah terkumpul dan sudah mencukupi untuk membayar rumah kontrakan, maka Dg Sabir dan keluarga bersedia untuk segera pindah,” jelasnya.
Nilai donasi yang akan dikumpulkan sebesar Rp15 juta melalui rekening masjid. Ketua RW dan ketua RT siap membantu Dg Sabir dan keluarga untuk mencarikan kontrakan yang layak.
Usai melakukan mediasi, sekitar pukul 14.42 Wita, dilakukan pembongkaran tembok untuk membuka akses jalan Dg Sabir dan keluarga.
Diketahui jika Dg Sabir sekeluarga salah satu warga kurang mampu di wilayah tersebut. Mereka adalah keluarga perantau dari Jeneponto. Rumah yang aksesnya ditutup oleh pengurus masjid ditempati oleh 12 orang. Terdiri dari dua balita, dua lansia, dan delapan orang dewasa.
Sebelumnya, salah seorang penghuni rumah Santi, mengaku sangat kesulitan mengakses jalan
untuk keluar dan masuk ke rumah yang ditempati. Terlebih, orang tuanya sudah sakit-sakitan dan ingin dibawa ke rumah sakit. (rhm)



×


Tembok Dibongkar, Cari Donasi Rp15 Juta

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link