MAKASSAR, BKM — Wali Kota Cup Makassar resmi dibuka, yang diwarnai dengan pertandingan persahabatan antara jajaran Pemkot Makassar dan Kodam XVI Hasanuddin di Lapangan Gelora Hasanuddin, Senin (18/9).
Pemkot Makassar dipimpin langsung oleh Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, sedangkan Kodam XVI dipimpin langsung oleh Pangdam XVI Hasanuddin Mayjen TNI Totok Imam Santoso.
Di tim Pemkot Makassar terdapar beberapa pejabat seperti Kapolrestabes Makassar Kombes ol Mokhmad Ngajib, Ketua KONI Makassar Ahmad Susanto, Ketua DPRD Makassar, Rudianto Lallo, hingga beberapa JPT OPD dan anggota DPRD Makassar.
Pertandingan berjalan cukup sengit. Kedua tim tak henti saling serang. Penguasaan bola di awal pertandingan terpantau lebih banyak didominasi oleh Pemkot Makassar, seiring pertandingan kedua tim mulai saling menguasai ritme satu sama lain. Hingga pertandingan pertama berakhir kedua tim berhasil mencetak masing-masing satu gol alias 1-1.
Di babak kedua, kedua tim masih saling serang. Tim dari Pemkot Makassar berhasil mendapat peluang penalti. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto yang mengeksekusi bola, gagal mencatk gol. Tendangannya berhasil oleh penjaga gawang. Hingga pertandingan berakhir, skor tetap bertahan 1-1.
Sementara itu, sebanyak 32 club se-Sulsel ikut bertanding dalam kegiatan ini. Dalam sambutannya Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto berterima kasih ke pihak penyelenggara yang sudah menggelar acara dengan baik.
“Ini (Wali Kota Cup) diselenggarakan sebanyak enam kali. Kita berterima kasih juga ke pihak TNI yang menyiapkan tempat dengan sangat baik,” ujar Danny.
Pertandingan perdana akan dilaksanakan hari ini, Selasa (19/9) di tempat yang sama. Ketua KONI Makassar Ahmad Susanto mengatakan Wali Kota Cup ke-6 ini merupakan bentuk kepedulian Wali Kota Makassar terhadap olahraga Makassar. “Ini harus kita jaga dan terus kembangkan,” katanya.
Ke depan, kata Ahmad, tradisi ini harus terus dilanjutkan. Hal ini telah sesuai dengan pesan Wali Kota Makassar.
Ketua Panitia Wali Kota Cup Erlangga, mengatakan dari 32 tim yang bertanding, ada satu tim dari luar daerah, yaitu Sulbar. Event ini akan berlangsung selama 32 hari. Sistem awal menggunakan setengah kompetisi, dilanjutkan dengan 16 besar, delapan besar kemudian empat besar dan partai final.
“Total hadiah yang diperebutkan Rp125 juta. Juara satu, dua dan tiga.Kemudian ada pemain dengan top score, favorit. Untuk Makassar ada sebanyak 20 tim, dan 12 dari daerah,” ujarnya.
Erlangga menyebutkan, juara bertahan adalah Onang FC dari Sulbar yang kembali mengikuti pertandingan ini. Output dari kegiatan ini setidaknya akan melahirkan bibit muda, karena pertandingan ini bebas umur. (rhm)

