pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ada Jalanan di Atas Plafon Balai Kota

Renovasi Menara Butuh Rp30 Miliar

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar saat ini sementara melakukan rehabilitasi Kantor Wali Kota Makassar di Jalan Ahmad Yani. Kepala Bidang Prasarana dan Bangunan Pemerintah Dinas PU Makassar Hajar Aswad menerangkan, progress kegiatan tersebut saat ini sudah sekitar 35 persen. Ditargetkan sudah rampung paling lambat akhir Desember mendatang.

Berbeda dengan gedung-gedung lainnya, rehabilitasi Balaikota Makassar harus dilakukan secara cermat dan hati-hati. Pasalnya, gedung yang direhab merupakan bangunan herritage yang merupakan bangunan peninggalan sejarah. Ada beberapa bagian yang tidak dimungkinkan untuk diganggu dan diubah.
“Ternyata ada jalanan atau selasar di atas plafon, kita tidak ganggu itu. Kemudian ruangannya Pak Wali kita tidak ganggu juga, itu karena ada bagian heritage,” jelas Hajar saat diwawancara BKM belum lama ini.

Rehabilitasi kantor Wali Kota Makassar ini akan dilaksanakan dalam ‘dua tahap. “Tahap pertama yang saat ini sementara dilaksanakan, kita fokus pada rehabilitasi bangunan atau gedung herritage. Termasuk penataan menara Balai Kota lantai dua dan empat,” terangnya.
Rencananya, ruang kerja Wali Kota Makassar akan dipindahkan ke menara Balai Kota di lantai dua. Sementara ruang kerja Wakil Wali Kota akan dipindahkan dari lantai 11 ke lantai empat. Termasuk ruang sekkot akan dipindahkan dari lantai sembilan ke lantai dua. “Ini sementara kita laksanakan juga,” ungkap Hajar.
Untuk rehabilitasi Kantor Wali Kota tahap satu ini, Pemkot Makassar mengalokasikan anggaran sebesar Rp19 miliar. Sudah termasuk interior ruangan. Tahun depan, kata Hajar, pihaknya kembali akan melakukan renovasi, khususnya di bagian menara. “Kita akan usulkan masuk ke APBD Pokok 2024 mendatang,” katanya.
Estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk renovasi menara Balai Kota sebesar Rp30 miliar. “Tahun depan, rehabilitasi akan dilakukan di Menara Balai Kota mulai lantai satu hingga 11,” jelas Hajar.

Lebih jauh dikemukakan, selama proses rehabilitasi tahap satu ini, ada 16 OPD yang harus pindah untuk sementara ke Mal GTC di kawasan Tanjung Bunga.
Kepala Bagian Umum Pemkot Makassar M Fajrin Pagarra, mengatakan mal GTC untuk sementara disulap menjadi kawasan perkantoran. “OPD yang kantornya direhabilitasi untuk sementara berkantor di Mal GTC,” kata Fajrin.
Luasan bangunan yang digunakan sekitar 4000-an meter persegi dengan sistem sewa. Adapun OPD yang pindah ke Mal GTC untuk sementara waktu adalah Satpol PP, Badan Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Koperasi dan UKM, Bagian Umum, Kesbangpol, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Bagian Perekonomian, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah.
Sementara di tower lantai empat yang harus mengosongkan kantor adalah Dinas Pemuda dan Olah Raga serta Unit Layanan Pengadaan (ULP).
Jika renovasi tahap kedua akan dilaksanakan tahun depan, OPD yang kantornya akan diperbaiki kemungkinan besar juga akan dipindahkan untuk sementara ke Mal GTC. (rhm)



×


Ada Jalanan di Atas Plafon Balai Kota

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link