MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) tahun ini menganggarkan Rp12 miliar untuk proyek Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM).
Anggaran yang disiapkan itu dialokasikan untuk menyiapkan sarana air bersih di 15 lokasi yang membutuhkan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar Zuhaelsy Zubir menerangkan, proyek SPAM ini berupa penyediaan sarana air bersih bagi warga, khususnya di wilayah yang kerap kekurangan air bersih.
Hingga akhir triwulan tiga ini, yang dilaksanakan baru 11 paket. Sembilan paket di antaranya melalui proses tender dan saat ini sementara dalam tahap pengerjaan dalam bentuk pengadaan sumur bor.
Sembilan paket tersebut ditargetkan bisa rampung secara keseluruhan Desember mendatang.
“Untuk sembilan yang sudah tender sementara pengerjaan konstruksi, jangkauannya bervariasi ada 50 rumah tangga sasaran, 100, 80, tergantung dari pemukiman warga di situ,” kata Zuhaelsy.
Sementara satu paket dilaksanakan dalam skema kerja sama dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan satu paket lagi lewat skema swakelola bekerja sama dengan Badan Riset Nasional (BRIN).
Sisanya, masih ada empat paket yang terancam tidak bisa dieksekusi tahun ini karena gagal tender.
Wanita yang akrab disapa Helsy ini mengatakan, lokasi pembangunan SPAM yang sementara berproses adalah di Kelurahan Buloa sebanyak dua titik, Bulurokeng dua titik, Laikang satutitik, Camba Berua satu, Tamalanrea Indah satu, PAI satu, dan Kelurahan Barombong 1.
Sementara satu paket yang dikerjasamakan dengan PDAM berada di Kelurahan Bontorannu, Kecamatan Mariso berupa sistem penyediaan air minum dengan sambungan ke 109 rumah sasaran.
Satu paket lagi, yang diswakelolakan dan dikerjasamakan dengan BRIN ada di Pulau Bonetambu. Paket SPAM ini sudah hampir rampung. Rencananya sudah akan diresmikan awal Oktober 2023 mendatang.
“Yang di Pulau Bonetambu Insyaallah sudah hampir rampung dan bisa diresmikan awal Oktober mendatang. Kita berharap Pak Wali Kota Makassar bisa meresmikan secara langsung,” ungkap Helsy.
Lantas, bagaimana nasib empat paket SPAM yang gagal tender? Untuk melakukan tender ulang, dipastikan waktu yang tersisa tidak memungkinkan. Pasalnya, proses tender bisa memakan waktu hingga satu bulan lebih.
Namun, kata Helsy, empat paket SPAM tersebut masih memungkinkan untuk dikerjakan dengan mekanisme penunjukan langsung dengan menggunakan skema e-katalog.
“Empat unit itu tidak ditender ulang lagi karena saya rasa waktu tidak memungkinkan. Tapi kita lakukan pengoptimalan dengan penunjukan langsung, sisa lanjutan dari itu akan kami lanjutkan dengan skema e-catalog. Kami upayakan optimalisasi dari kegiatan karena memang masuk dalam skala urgensi untuk pemanfaatannya,” kata Helsy.
Proyek SPAM ini merupakan salah satu program yang menjadi atensi khusus Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto.
Pasalnya, dalam kondisi kekeringan dan krisis seperti saat, masyarakat sangat membutuhkan air bersih.
Makanya, pada saat Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Kekeringan yang digelar di kediaman pribadinya, Jalan Amirullah, belum lama ini, Danny mencecar Kepala Bidang Bina Teknik Dinas PU Makassar
Irma Yanti Ishak terkait progres SPAM.
Orang nomor satu Makassar itu sempat merasa kesal karena proyek ini tidak berjalan seperti yang diharapkan akibat ada yang gagal tender.
“Baru tidak pernah melapor apa persoalan yang dihadapi ke saya,” singkat Danny.
Diapun meminta Dinas PU berkoodinasi dengan Kepala Bagian ULP Makassar Sibly Muhammad untuk mencari upaya alternatif agar paket yang gagal tender masih bisa dilaksanakan.
“Coba koordinasi dengan ULP. Apakah bisa dilaksanakan melalui e-katalog atau seperti apa,” tandas Danny. (rhm)

