MAKASSAR, BKM — Progres lelang kegiatan atau tender proyek lingkup Pemkot Makassar masih minim walau memasuki triwulan IV. Berdasarkan data terakhir yang dihimpun dari aplikasi Sipabaji, total pagu anggaran Pemkot Makassar mencapai Rp4,1 triliun untuk pengerjaan 18.924 paket kegiatan fisik. Sementara untuk kegiatan non fisik mencapai Rp942,7 miliar yang terdiri atas 15.990 kegiatan.
Kepala ULP Makassar Sibly Muhammad, mencatat realisasi lelang sudah mencapai 70 persen. Data ini disebut terus bergerak naik, dan optimis bisa mencapai 100 persen di akhir 2023 ini.
Menurutnya, mekanisme pengerjaan paket ada dalam bentuk lelang dan ada juga dalam bentuk e-katalog. Saat ini, kegiatan yang sementara tayang nilainya mencapai Rp435 miliar. Angka itu di luar dari proyek Makassar Core City Arena (Macca) yang sempat gagal tender. Nilai proyek Macca sendiri sekitar Rp400 miliar.
Proyek Macca sebelumnya gagal tender karena anggaran yang disiapkan Pemkot Makassar untuk membangunk sarana olah raga di kawasan Untia tersebut dinilai belum cukup. Namun, kata Sibly, saat ini proyek Macca sudah kembali masuk dalam tahapan tender. Proyek strategis Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto dan Wakil Wali Kota Fatmawati Rusdi itu rencananya akan dilaksanakan secara multiyears dengan konsep desain dan build.
Sibly mengatakan, ULP bersama Dispora juga berupaya untuk segera merampungkan proses tender Macca sesuai yang diharapkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar Andi Pattiware mengatakan lelang untuk Macca terus dikebut. Proyek tersebut ditender ulang pada 12 September lalu. Sebanyak 36 pelamar tertarik untuk mengerjakannya. Namun, setelah melewati tahapan tender, saat ini tersisa tiga perusahaan yang bersaing untuk memperebutkan Macca.
Kerja sama dan pendampingan dengan ULP terus dilakukan supaya tidak ada persoalan yang terjadi. Dan saat ini sudah tayang. “Diharapkan pemenang sudah bisa diumumkan November. Proyek ini mendapat pendampingan penuh dari LKPP dan Inspektorat,” ujarnya.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, Macca ini menganut konsep kawasan olahraga, sekaligus shelter alias tempat berlindung bagi warga Makassar saat terjadi bencana. “Untuk kebencanaan, seperti banjir itu bisa digunakan sebagai shelter,” imbuhnya.
Danny mengatakan, di dalamnya pun akan tersedia sejumlah fasilitas penunjang yang cukup lengkap, baik untuk olahraga maupun kebencanaan. Peruntukan Macca, kata dia, nantinya sebagai pusat kegiatan kepemudaan. Ini menjawab masalah maraknya balapan liar dan tawuran di Makassar. Diharapkan Macca hadir menekan angka kekerasan dan kenakalan ini dengan penyediaan sarana penyaluran bakat. (rhm)

