pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

TPI Paotere Telantar, Danny Minta Dikembalikan ke Pemkot

MAKASSAR, BKM — Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin melakukan peninjauan ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paotere bersama Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, Senin pagi (16/10). Selain melihat aktivitas jual beli di sana, keduanya melihat kondisi TPI Paotere pascadiserahkan ke Pemprov Sulsel.
Selain berdiskusi dengan nelayan perihal harga ikan, Danny dan Bahtiar juga mengecek sarana dan prasarana yang ada TPI Paotere Makassar.
Sebenarnya, kawasan pelelangan ikan terbesar di Sulsel itu merupakan aset Pemkot Makassar. Namun, pada tahun 2019 lalu saat Iqbal Suhaeb menjadi Pj Wali Kota Makassar, Paotere diserahkan ke Pemprov Makassar.
Pada kesempatan kunjungan tersebut, Danny mengajukan permohonan ke Pj Gubernur agar TPI Paotere kembali diserahkan pengelolaan ke Pemkot Makassar. Dia menilai selama ditangani Pemprov Sulsel, TPI itu ditelantarkan.
Danny mengaku prihatin dengan kondisi TPI Paotere yang dinilainya cukup memprihatinkan. Sarana dan prasarana sangat tidak memadai sehingga butuh pembenahan. Padahal, kata Danny, saat itu sebenarnya Pemkot Makassar mengalokasikan anggaran sebesar Rp30 miliar untuk penataan dan perbaikan sarana/prasarana di TPI Paotere.
“Jadi waktu zamannya Pak Iqbal (Pj Wali Kota), dia serahkan aset (Paotere) ke Pemprov (Sulsel), baru tidak diapa-apai. Padahal saat itu kita menganggarkan Rp30 miliar untuk membangun, akhirnya kan tidak bisa dibikin,” ungkap Danny saat ditemui di Upperhills usai menghadiri Hari Kesatuan Gerak PKK, Senin (16/10).

Dia mengaku malu melihat kondisi TPI Paotere saat ini. Karena itu, Danny pun meminta agar Paotere diserahkan kembali ke Pemkot Makassar.
“Kita malu punya TPI sepeti itu. Tapi saya sampaikan tadi, Pak ini sudah diambil alih (oleh Pemprov Sulsel) jadi terlantar kan. Sehingga tadi (kemarin), Pak Pj perintahkan untuk dikembalikan,” kata Danny.
Dia pun menginstruksikan OPD terkait untuk segera mengajukan surat agar TPI Paotere diserahkan ke Pemkot Makassar. “Saya sudah koordinasi tadi Inspektorat, BPKAD, Bappeda, urus itu. Termasuk proses pengambilanalihan. Secepatnya surat saya suruh langsung kasih masuk,” katanya.
Jika Pemprov Sulsel menyerahkan, Danny mengaku akan langsung menganggarkan perbaikan sarana dan prasarananya di tahun 2024 mendatang. Tidak tanggung-tanggung, ia akan mengalokasikan dana sebesar Rp100 miliar untuk TPI Paotere.
“Kalau diserahkan ke kami, saya langsung anggarkan untuk 2024. Kita anggarkan Rp100 miliar. Saya akan suruh desain sebaik mungkin. Semua layanannya diperbaiki dan diperbarui. Waktu saya ke Jepang, kami lihat program terkait Smart Island, bagaimana pembuatan es dan aktivitas lainnya, sehingga kualitas ekspor (ikan) kita premium,” jelasnya.
Sementara itu, dari hasil pengecekan di Paotere, harga ikan cukup stabil. Berdasarkan data dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Makassar, harga ikan masih stabil dan memang ikan sangat tergantung dengan cuaca.
“Dari data yang paling akurat dari ketua himpunan nelayan, ikan itu tergantung cuaca. Konsep keramba (rumah ikan) itu solusinya, karena tidak tergantung dengan cuaca lagi. Jadi konsep gubernur tentang rumah ikan itu harus didukung semua pihak, terutama nelayan,” ungkap Danny Pomanto.

Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin juga memastikan harga ikan stabil, bahkan cenderung turun sampai saat ini. Pasalnya, bulan September sampai Desember 2023 ini masuk musim timur, di mana cenderung produksi ikan meningkat.
“Saya tadi cek harga-harga ikan yang berkontribusi terhadap inflasi kita. Misalnya ikan kembung, ternyata malah harganya relatif lebih turun malah. Cuma satu memang yang belum stabil harganya dan cenderung bertahan itu adalah ikan bolu atau bandeng. Alhamdulillah yang lain-lain stabil,” terangnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, Sulsel memiliki potensi perikanan yang diakui daerah lain. Sebab potensi ikan khusus kebutuhan ekspor Sulsel masih stabil dan tersedia banyak. Termasuk ikan kerapu, tuna dan udang ronggeng.
“Bahkan ikan di Sulsel ini melimpah. Termasuk kualitas ekspor ikan kerapu, tuna, udang ronggeng itu yang kita ekspor di bandara kemarin,” lanjutnya.

Sementara, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indinesia (HNSI) Makassar HM Arsyad HB mengaku, saat ini Makassar tidak diragukan lagi soal harga ikan, bahkan cenderung turun harganya. Karena dari seluruh kabupaten/kota masuk di Makassar.
“Pada waktu tertentu dari musim timur, ikan-ikan ini sudah kelihatan. Itu sudah hukum alam karena dikatakan inflasi karena keadaan cuacanya. Hampir seluruh ikan laut itu terpengaruh dengan cuaca, namun ikan bandeng itu susah untuk turun,” pungkasnya.
Budi, penjual kepiting datto Bone mengaku, sejauh ini harga kepiting berkisaran Rp80.000 sampai Rp170.000 per kilogramnya. Kepiting betina cenderung mahal karena dinilai memiliki banyak telur.
“Harga udang dan kepiting tidak menentu, 5-10 kg per hari saya jual. Tapi saya bawa setiap hari mencapai 30 kg,” katanya.
Semenjak dilakukan renovasi TPI ini, hampir separuh pedagang memilih menjual di luar dengan tenda seadanya. “Pasar ini sudah hampir satu bulan lebih dibongkar, Pak. Jadi kami menjual di luar sini, Pak. Sebelumnya di dalam,” lanjutnya.
Penjual ikan nila dan bolu Dg Madi mengaku, kedua jenis ikan yang dijualnya harganya tidak pernah turun, bahkan cenderung naik setiap bulannya.
“Saya biasa ambil di sini, kemudian saya jual juga di sini. Biasa saya ambil per boks Rp220 ekor per boks, harganya sampai Rp600.000,” tutupnya. (rhm)



×


TPI Paotere Telantar, Danny Minta Dikembalikan ke Pemkot

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link