pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tim Investigasi Diturunkan, Kepsek Terancam Dimutasi

Pj Gubernur Batal Kunjungi SMAN 17 Makassar

MAKASSAR, BKM — Aksi demo yang digelar guru dan siswa SMA Negeri 17 Makassar langsung direspons Dinas Pendidikan (Disdik) Sulawesi Selatan. Tim investigasi yang berjumlah tujuh orang diturunkan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terkait permasalahan internal yang terjadi di sekolah tersebut. Kepsek Sumiati terancam sanksi diganti atau dimutasi.
Tim diketuai oleh Sekretaris Disdik Sulsel Dr A Ibrahim, Wakil Ketua Harpansa (Kepala Bidang SMA), dengan lima orang anggota, masing-masing Asqar (Kepala Cabang Disdik Wilayah I), Mustakim (Koordinator Pengawas Sekolah), H Kamaruddin, Nur Laely Basir, dan Muh Hazairin.
Selain melakukan investigasi, tim ini juga ditugaskan untuk memanggil dan meminta keterangan pihak-pihak, baik ASN, non ASN, maupun peserta didik atau pihak lain yang dianggap mengetahui permasalahan di SMAN 17 Makassar. Termasuk mengumpulkan dokumen-dokumen serta bukti-bukti yang dipandang relevan dan memiliki keterkaitan permasalahan di sekolah tersebut.
”Kalau memang ada bukti pelanggaran yang tidak sesuai dengan etika atau apa saja itu, kita bisa langsung mutasi. Tunggulah hasil investigasinya supaya transparan semuanya,” ujar Iqbal, Selasa (17/10).
Di bagian lain, Iqbal menyatakan sangat menyayangkan adanya demonstrasi di sekolah, apalagi dilakukan oleh siswa. Menurutnya, aksi tersebut seharusnya tidak terjadi. 

“Karena kan sekolah ini tempatnya menempuh pendidikan. Artinya, bagaimana mendidik anak-anak itu supaya dia punya kepribadian yang baik,” ucapnya. 

Di satu sisi, dia menilai aksi siswa itu dianggap jika memang ada persoalan di SMAN 17 Makassar yang perlu diselesaikan. Hal inilah yang sementara diusut oleh Disdik Sulsel. 

“Tapi kalau sudah mereka demo begitu, memang ada hal-hal yang memang harus ditindaklanjuti. Artinya, ada situasi yang memang mungkin tidak nyaman di sana menurut anak-anak. Ini yang kita mau selesaikan,” tambah Iqbal.

Ia pun meminta agar Disdik Sulsel diberi waktu untuk mengumpulkan keterangan di lapangan. 

“Saya tidak tahu arogansi dari sisi kepemimpinannya. Mungkin banyak yang tidak senang. Mungkin, ya,” ucap Iqbal. 

Melihat perkembangan yang terjadi, ada indikasi aksi demo yang terjadi diduga karena persoalan lama yang pernah terjadi dan ada kubuh yang tidak senang kepada kepala sekolah. ”Biarkanlah tim bekerja mewakili unsur-unsur. Kita tanya hampir semua siswa, karena mereka yang ikut demo dan guru,” imbuhnya.
Kabid Pembinaan SMA Disdik Sulsel Harpansa mengatakan, pihaknya akan mengambil tindakan berupa sanksi jika tim gabungan berhasil membuktikan Kepala SMAN 17 Makassar Sumiati bersalah. 

“Terkait apakah nanti kita ambil keputusan itu tentu berdasarkan rekomendasi tim yang kita turunkan,” kata Harpansa, kemarin.
Menurutnya, ada banyak opsi yang bisa dilakukan. Namun itu, akan diputuskan sesuai dengan tingkat pelanggaran pihak terkait. 

“Kami belum bisa dulu berbicara opsi. Ada banyak kalau opsinya. Bisa pindah atau yang lainnya. Tapi kami tidak bisa berandai-andai sebelum ada laporan resmi dari tim yang kami bentuk,” tandasnya.

Mencopot Sumiati dari jabatannya sebagai kepsek, kata dia, juga bisa saja dilakukan. 

“Kalau terbukti, misalnya kepala sekolah dianggap tidak mampu itu kita berikan sanksi. Kalau misalnya mengenai manajemen, bisa saja diistirahatkan kepala sekolahnya,” jelasnya.
Opsi kedua, jabatannya dipertahankan tapi bisa saja dimutasi ke sekolah lainnya dan bukan lagi di SMAN 17 Makassar. 

“Bisa juga dimutasi ke sekolah lain. Karena kita paham, semua orang tahu SMA 17 itu adalah salah satu sekolah yang dinamikanya sangat tinggi. Jadi memang dibutuhkan orang yang punya pengalaman yang cukup. Harusnya begitu,” ungkap Harpansa.

Sumiati dilantik pada 27 September 2022 lalu bersama 97 Kepsek lain se-Sulsel oleh eks Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. Ia sebelumnya merupakan guru SMAN 17 Makassar.
Tentang isu adanya beking kuat di belakang Sumiati, Harpansa mengaku tak tahu menahu. 

“Kalau itu kami tidak tahu. Yang pasti kami profesional menangani sekolah. Kita tidak ada back up. Yang penting tim turun. Seperti apa nanti rekomendasi tim, itu yang dilaksanakan,” tegasnya.
Rencananya, Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin akan datang ke SMAN 17 kemarin sore. Siswa dan guru di sekolah itu pun diminta untuk tetap tinggal. Namun hingga sore, Bahtiar batal berkunjung. Siswa dan guru kemudian kembali ke rumah masing-masing. (jun)



×


Tim Investigasi Diturunkan, Kepsek Terancam Dimutasi

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link