MAKASSAR, BKM — Memasuki usia yang ke-354 tahun, Sulawesi Selatan disebut tidak sedang baik-baik saja. Banyak pujian dari beberapa kalangan yang menyebut daerah ini sebagai lumbung pangan nasional. Namun, ketimpangan dan kemiskinan masih terjadi dan dialami hampir sebagian besar masyarakat Sulsel.
“Kita diberikan tepuk tangan yang hebat karena disebut sebagai lumbung pangan nasional. Tetapi, ketimpangan dan kemiskinan itu masih melanda dan menghinggapi hampir sebagian besar masyarakat Sulsel,” ungkap Bahtiar ketika menyampaikan sambutan pada peringatan HUT ke-354 Sulsel di gedung DPRD Sulsel, Kamis (19/10).
Ia yang hadir dengan mengenakan pakaian adat khas Sulsel, kemudian melanjutkan pernyataannya. ”Lihatlah rumah kita di Sulsel, rumah layak huni, yang sehat, jamban keluarga yang sehat. Lihat jalan di kampung apa sudah memenuhi syarat? Berapa warga kita yang tidak punya rumah di Sulsel? Pernahkah kita pikirkan semua itu. Jadi jangan bilang kita Sulsel sedang baik-baik saja. Kita sedang berjuang untuk menuju baik-baik, belum baik-baik saja,” tegasnya.
Atas dasar itu, Bahtiar mengingatkan agar semua orang Sulsel perlu bertaubat di momentum HUT Sulsel tahun itu.
“Momentum 354 tahun ini, waktunya kita bertaubat semuanya, termasuk saya. Waktunya kita merenung, tidak selalu sombong. Jangan-jangan kita tidak pernah hidup bersama dengan masyarakat. Datanglah ke kampung-kampung,” katanya.
Selanjutnya, Bahtiar menyinggung pengangguran di Sulsel.
“Begitu selesai sarjana di kampus hari ini, pada saat itulah orang tuanya menangis, karena dia akan menjadi pengangguran yang kentara. Kampus-kampus di Sulsel adalah tempat menunda pengangguran karena lapangan kerja yang sangat terbatas,” jelas Bahtiar.
Ia menyebut, pengangguran di Sulsel mencapai 5 persen dari data yang ada.
“Kita tidak perlu bersedih,” tukasnya.
Dalam kegiatan yang sama, Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari berharap Sulsel lebih sejahtera.
Tentu berbagai harapan dari publik, terutama DPRD sebagai mitra Pemerintah Provinsi dan juga wakil rakyat di parlemen khususnya, kemajuan Sulsel lebih baik kedepan.
Andi Ina Katika Sari menyampaikan bahwa di usia ke-354, Sulsel merupakan provinsi yang matang dengan kemajuan di berbagai sektor.
“Sebagai pimpinan DPRD Provinsi Sulsel menyampaikan selamat hari jadi ke-354 untuk provinsi tercinta, daerah kita banggakan Sulawesi Selatan. Harapan kami pembangunan terus maju, kesejahteraan masyarakat terus ditingkatkan,” ujar Andi Ina.
Menurut politisi Golkar itu, ke depan kolaborasi DPRD dan Pemerintah Provinsi, dalam hal ini Pj Gubernur agar terus terjalin dengan baik. Tujuanya adalah kemajuan semua sektor, selain pembangunan infstrastruktur. Utamanya juga yang perlu ditingkatkan adalah pendidikan, kesehatan dan perekonomian.
“Karena hanya dengan kolaborasi legislatif dan eksekutif, semua yang diharapkan masyatakat bisa terwujud. Apalagi kaitan pembangunan, baik pendidikan, ekonomi dan kesehatan. Belum lagi inftrastruktur lainya,” katanya.
Perempuan pertama ketua DPRD Sulsel itu menegaskan, Dalam perjalanannya daerah ini telah mengalami banyak perkembangan mengagumkan.
“Kita bisa lihat bersama bagaimana segala upaya dalam menumbuhkan ekonomi, peningkatan infrastruktur, dan peningkatan kualitas masyarakat Sulawesi Selatan,” jelasnya.
Menurutnya, semua itu tidak terjadi begitu saja, tetapi melalui kerja dan visi yang dijalankan, baik itu dari pemerintah maupun DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.
”Pada momen kebesaran daerah seperti ini, kita harus berterima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi terhadap kemajuan Sulawesi Selatan. Sebab, itu adalah goresan sejarah yang menjadi bagian dari warisan identitas ke depannya.
Sulawesi Selatan tak pernah berhenti, tetap berada pada rel menuju daerah yang lebih maju. Sebagai anggota dewan memiliki tanggung jawab untuk menjaga masa depan Sulawesi Selatan tetap cerah,” terangnya.
“Itu artinya adalah saling bekerja sama mendukung pertumbuhan berkelanjutan, serta memastikan bahwa warga kita merasakan manfaat dari kemajuan ini. Mari kita bersama-sama menjadikan Sulawesi Selatan lebih kuat, lebih hebat di masa depan,” tambahnya.
Andi Ina berharap, momentum hari jadi 2023 ini, kekurangan dan yang belum dicapai oleh pemerintah akan diperbaiki untuk kepentingan masyarakat di Sulsel.
“Tentu untuk kejayaan dan unggulan Sulawesi Selatan yang berdaya saing tinggi perlu menjalin kolaborasi yang baik, saling mendukung dalam semangat pembangunan dan tetap melestarikan budaya untuk kemajuan Sulsel,” tandasnya.
Puji Kinerja Sekwan
Di bagian lain sambutannya, Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin memuji kinerja Sekretaris DPRD Sulsel Muhammad Jabir. “Pak Sekwan DPRD Sulawesi Selatan, Pak Jabir, manaki Pak Jabir? Kitami itu yang kasih ketemuki semua di sini. Tepuk tangan untuk Pak Jabir,” ujar Bahtiar disambut riuh tamu undangan.
Bahtiar juga memuji kepiawaian Muhammad Jabir dalam menjalankan tugasnya. Kerja-kerja Sekwan, kata Direktur Jenderal Pemerintahan Umum dan Politik Kemendagri ini, tidaklah mudah. Apalagi harus menaungi sembilan fraksi di DPRD provinsi yang memiliki kepentingan masing–masing.
“Kemarin saya tanya beliau, sudah berapa tahun di sini, katanya sudah lama. Tanda- tanda kita pertahankan 10 tahun. Ini pekerjaan yang tidak mudah, menjembatani dua kewenangan dan otoritas, eksekutif dan legislatif. Hanya orang-orang luar biasa yang bisa menjadi Sekretaris DPRD. Tabe, maafkan saya kalau agak memuji saudara, Pak Jabir,” ucap Bahtiar.
Diketahui, Muhammad Jabir merupakan figur potensial mengisi posisi Penjabat Bupati Enrekang. Namanya salah satu yang diusulkan DPRD Enrekang ke Kemendagri sebagai pengganti Muslimin Bando yang masa jabatannya berakhir bulan Oktober ini.
Potensi Muhammad Jabir ini terbuka lebar. Mengingat dia telah memenuhi syarat administrasi sebagai Pejabat Eselon II, sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 tahun 2023 terkait pengusulan Pj Bupati.
Di sisi lain, Muhammad Jabir secara geopolitik sebenarnya sudah memenuhi. Kendati ia merupakan putra daerah asal Kabupaten Enrekang, tentu mengetahui kondisi daerah tersebut. Serta kemampuan Jabir membangun komunikasi ke semua pihak tak diragukan lagi. Ini terbukti selama menjabat Sekretaris Dewan Provinsi, komunikasi antara legislatif dan eksekutif berjalan lancar. (jun-rif)

