pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Rezky Nur Amelia , Duta Wisata Kota Makassar 2023

Massif Promosikan Makassar Kota Makan Enak

SALAH satu branding yang massif diperkenalkan saat ini adalah Makassar Kota Makan Enak. Aneka kuliner tradisional yang ada dipromosikan secara luas, khususnya kepada wisatawan yang berkunjung ke kota ini. Rezky Nur Amelia yang terpilih sebagai Duta Wisata Kota Makassar 2023 turut andil dalam upaya tersebut.

SUDAH tujuh bulan lamanya Duta Wisata Kota Makassar 2023 disandang oleh Amel, sapaan akrab gadis berhijab ini. Mahasiswi angkatan 2020 di Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar ini terpilih dalam ajang yang dilaksanakan bulan Maret lalu.
Ada challenge tersendiri yang dirasakan Amel ketika harus menyandingkan Duta Wisata dengan aktivitas kuliahnya. Apalagi ia kini duduk di semester akhir. ”Jadi challengenya lebih ke masalah memenej waktu. Antara kuliah dan Duta Wisata harus balance. Harus pintar-pintar atur waktu. Kuliahnya jalan, tanggung jawab yang diambil juga jalan,” ujarnya ketika menjadi tamu siniar untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar.

Masuk ke materi pariwisata di Kota Makassar, Amel ditanya tentang hubungan budaya masyarakat dan pengaruhnya terhadap sektor wisatanya. Menurutnya, pariwisata Makassar saat ini cukup berkembang. Apalagi setelah dicanangkannya branding terbaru Makassar Kota Makan Enak oleh Pemkot.
”Jadi budaya di Makassar sangat berpengaruh terhadap sektor pariwisata. Karena kuliner tradisional dibuat langsung oleh masyarakat, seperti coto, pallu basa, sop saudara dan makanan lainnya. Itu semua sangat diminati oleh turis yang berkunjung ke Makassar,” terang Amel.
Disebutkan pula bahwa Makassar saat ini masuk menjadi lima daerah di Indonesia sebagai kota kreatif. Branding kota kuliner dipilih karena itu memang menjadi unggulan.
Sebelum menjadi Duta Wisata, Amel fokusnya pada MICE, yang merupakan akronim dari Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition. Istilah yang terkenal di bidang industri pariwisata atau pameran ini merupakan suatu jenis kegiatan pariwisata di mana suatu kelompok besar, biasanya direncanakan dengan matang, berangkat bersama untuk suatu tujuan tertentu.

”Sebelum menjabat (Duta Wisata), saya sangat fokus pada MICE, karena jurusan saya di kampus backgroundnya memang event. Saya lebih banyak mengikuti perkembangan MICE,” ungkap Amel.
Setelah terpilih jadi Duta Wisata Kota Makassar, ia mengaku menemukan banyak sekali sektor lain di industri pariwisata. Selain MICE, juga ada sektor restoran yang berhubungan erar dengan kuliner. Hal ini mendorong Makassar menjadi kota yang unggul di bidang pariwisata, dengan branding kuliner dan eventnya.
Latar belakang jurusannya di Poltekpar, diakui Amel, menjadi modalnya untuk ikut ajang pemilihan Duta Wisata. ”Bukan yang utama, tapi menjadi modal saya untuk memenangkan event itu. Kalau dilihat juga, ini sebagai bentuk pengimplementasian sebagai mahasiswa pariwisata,” imbuhnya.
Apakah masih ada lokasi wisata di Makassar yang hingga saat ini belum diketahui oleh masyarakat? Amel berujar bahwa hal itu sangat mustahil terjadi. Alasannya, ada begitu banyak platform yang dibuat oleh Pemkot Makassar, dalam hal ini Dinas Pariwisata untuk mempromosikan obyek wisata yang ada.
”Contohnya saja pulau-pulau yang dahulunya kurang tereksplor, sekarang sudah banyak sekali wisatawan yang berkunjung ke sana. Itu karena mereka melihat dari promosi secara digital di platform media sosial,” tambahnya.
Promosi pariwisata tidak terlepas dari kehadiran komunitas lokasi yang ada di Makassar. Sebagai Duta Wisata, Amel didorong untuk bisa berkomunikasi dan berinteraksi dengan mereka.

”Duta Wisata itu bermitra dengan Dinas Pariwisata Kota Makassar. Sekarang ini Dispar Makassar punya program yang namanya Pare’ma, Produktif Kreatif Makassar. Di situ ada sekumpulan produk dan program lokal Makassar. Dari program tersebut, kami berinteraksi secara langsung melalui Dinas Pariwisata,” jelas Amel.
Saat ini, Amel fokus pada mempromosikan produk lokal yang ada di Makassar. Ia pun memulainya dari diri sendiri. Digitalisasi juga dimanfaatkannya.
”Sebelum saya menjadi Duta Wisata, terlebih dahulu ikut audisi dulu. Nah, di audisi itu kita sepakat dan komitmen untuk mempromosikan kota Makassar melalui digitalisasi. Mengingat kita ini adalah generasi Z yang juga akrab dengan digital.
Makanya kita harus mempromosikan Makassar lewat digital. Apalagi sekarang sudah ada banyak media sosial. Banyak platform yang kita bisa gunakan untuk mempromosikan kekayaan alam yang ada di Kota Makassar,” terangnya.
Tentang daerah lain yang juga gencar mempromosikan pariwisatanya, Amel menyebut itu bukan sebagai bentuk persaingan. ”Kita dengan kota-kota lain di Indonesia itu tidak bersaing di sektor pariwisatanya. Cuma untuk mempromosikan, kita memang fokus ke digitalisasi.
Seperti membuat kanal Youtube. Sudah ada kanal Youtube Turista Makassar. Juga ada Instagram dan TikTok. Jadi di situ memang fokus untuk mempromosikan ke khalayak luas bagaimana pariwisata di Kota Makassar.
Kita saling bahu membahu dan saling mendukung untuk mengembangkan pariwisata di Indonesia,” ungkap Amel.
Sebagai milenial, Amel juga mengikuti perkembangan zaman. Dirinya pun harus siap mengikuti tren yang ada.
Dispar Makassar bersama Duta Wisata juga massif menggelar event. Bagi mereka yang belum akrab dengan digital untuk mendapat informasi tentang pariwisata Makassar, bisa langsung ke event yang dilaksanakan. Misalnya pada ajang Festival Budaya yang baru-baru ini dilaksanakan di Benteng Fort Rotterdam.
”Akan ada kalender eventnya di Instagram.
Jadi teman-teman bisa akses, terus datang langsung,” tandasnya. (*/rus)



×


Rezky Nur Amelia , Duta Wisata Kota Makassar 2023

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link