MAKASSAR, BKM — Pondok Pesantren Hidayatullah Makassar menggelar Ukhuwah Day 2023, Sabtu (28/10). Kegiatan ini dirangkaikan dengan Hari Santri, sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda. Hari Santri yang digelar diharapkan bisa semakin meningkatkan persaudaraan di kalangan santri.
Event yang dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya ini diwarnai dengan lomba menggambar dan cek kesehatan, donor darah, serta doorprize. Seluruh santri yang ada di Ponpes Hidayatullah turut meramaikan acara ini. Mulai dari tingkat SD hingga tingkat perguruan tinggi.
Ketua Panitia Muh Arafah menyebut, ada tiga poin penting diselenggarakannya kegiatan ini. “Yang pertama, kita tetap semangat dalam membantu saudara-saudara kita yang ada di Palestina, melalui kedutaan yang ada di Jakarta. Bantuan moril, dana, dan dukungan merupakan bentuk rasa peduli dan kemanusiaan. Yang kedua, kita ingin memberitahukan kepada khalayak bahwa kami ini ada di tengah-tengah masyarakat. Yang ketiga, kegiatan ini sebagai pemanasan santri pondok pesantren dalam menyambut perhelatan akbar Silatnas di Balikpapan pada 24 November 2023. Ada sekitar seribu lebih nantinya yang akan berangkat,” jelas Arafah.
Ketua Yayasan Al-Bayan Ponpes Hidayatullah Sulsel Suwito Fatah mengatakan bahwa kegiatan ini menggambarkan suatu bentuk kegembiraan bagi santri dan orang tuanya. “Sesuai dengan temanya Ukhuwah Day, di sinilah bentuk persaudaraan kami, dengan adanya pesantren, dengan adanya adik-adik santri kami yang jumlahnya sekitaran ribuan. Selain itu, Islam ini adalah rahmatanlilalamin. Dengan keberadaan pesantren ini kita menyampaikan kepada masyarakat bahwa kami ini ada sebagai wadah dalam menempuh pendidikan di Makassar,” terang Suwito.
Ketua Umum Lazis BMH (Baitul Mall Hidayatullah) Katir ikut menyuarakan kepedulian terhadap Palestina. “Landasan pertama diadakannya kegiatan ini karena amanah dari UUD negara kita yang mengatakan bahwa penghapusan penjajahan di atas dunia harus kita perhatikan. Yang kedua bahwa Baitul Maqdis atau Masjidil Aqsa sebagai kiblat pertama bagi kaum muslimin, dan kami sebagai kaum muslimin tentu sangat mendorong untuk kebebasan itu. Dan yang ketiga, rasa kemanusiaan yang saat ini terjadi sudah 7.000 lebih penduduk sipil yang meninggal dunia, kemudian kurang lebih 50.000 luka-luka, tentunya rasa persaudaraan itu tumbuh,” ungkap Katir.
Untuk mendorong bagaimana rakyat Palestina mendapat akses kesehatan, BMH bekerja sama Kedutaan Besar Palestina yang ada di Jakarta. Dana yang terkumpul bisa digunakan untuk membeli obat-obatan serta merawat pasien-pasien yang saat ini sementara dalam perawatan.
”Semoga dengan fasilitas yang sedikit ini dapat meringankan beban mereka di sana. Kita berharap mudah-mudahan PBB bisa melakukan mediasi, terutama diharapkan bisa mendamaikan kedua belah pihak yang bertikai ini sehingga tidak terjadi lagi krisis kemanusiaan,” kuncinya. (
PKL2-PKL4)

