pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Setelah Diberi Piagam, Dapat Apa?

Pj Gubernur Soroti tak Ada Dana Jaga Alam Geopark Maros-Pangkep

MAKASSAR, BKM — Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin menyoroti geopark Maros-Pangkep yang mendapat penghargaan bagian dari Unesco Global Geopark 2023-2026. Ia mempertanyakan kawasan wisata Pangkep-Maros yang mendapat sertifikat dan berstatus Unesco Global Geopark tersebut. Menurutnya, mereka diberi penghargaan tapi tidak disertai dengan dana untuk menjaga alam.

“Mulailah kerja nyata, jangan mengecek Indonesia atau Sulsel dari langit. Sulsel itu kehidupannya laut, ini ada kawasan luas lahan potensi wisata yang dapat dari Unesco Geopark Maros-Pangkep. Setelah diberi piagam dapat apa saya bilang,” kata Bahtiar dalam acara Leadership Summit 2023 di Hotel Claro, Senin (27/11).

Uneco menetapkan Geopark Maros Pangkep berdasarkan keputusan yang diambil pada Sidang Dewan Eksekutif Unesco ke-216 di Paris, Prancis pada 24 Mei 2023 lalu.

Dia mengatakan, jika penghargaan tersebut diberikan saat dirinya sudah menjabat sebagai Pj Gubernur Sulsel, dia akan memastikan agar harus disertai dengan dana dari Unesco.

“Kalau saya, saya akan ancam, bos kau kasih saya penghargaan tapi kau tidak kasih uang jaga alam. Ini kan kasih piagam jaga alam, baru dia tidak kasih kita duit untuk menjaga alam,” cetusnya.

Menurutnya, dalam kompetisi dunia, jangan mudah saja mau dibodoh-bodohi oleh watak orang barat. Harus memastikan apa yang dia berikan.

“Jadi itu kompetisi cara barat menjajah kita. Makanya ada namanya revolusi mental. Mental kita direvolusi, jangan mau dibodoh-bodohi hanya dengan satu ikat,” pungkasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Muhammad Arafah, membenarkan bahwa Geopark Maros-Pangkep harusnya mendapat dukungan anggaran dari Unesco.

“Memang kita ingin mendorong GM Geopark Maros-Pangkep itu berjuang agar ada anggaran dari Unesco terkait pengembangan geopark ini. Sependapat dengan apa yang disampaikan Pak Pj Gubernur,” terangnya saat dikonfirmasi, Selasa (28/11).

Karena itu, ia mengatakan saat ini pihaknya masih intens melakukan koordinasi dengan pengelola Geopark Maros-Pangkep dan Kementerian Pariwisata. Tujuannya agar bisa mendapat dukungan anggaran setelah ditetapkan status Unesco Global Geopark.

“Disamping itu kita berharap MoU dengan kita. Kalau penghargaan kita bersyukur. Tapi apa yang kita dapat,” tukasnya.

Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga Maros Muh Ferdiansyah, mengatakan terkhusus pembiayaan daerah wisata yang ada di Maros menggunakan sistem agrowisata pemberdayaan masyarakat

. “Kami banyak memiliki desa wisata, termasuk geosite dan geopark. Ada pula kawasan pegunungan karst Rammang-rammang. Pembiayaannya melaksanakan pemberdayaan masayarakat agrowisata. Konservasi alam pariwisata berfungsi menjaga alam kelestarian alam. Rammang-rammang mendapat Anugerah Desa Terbaik kelima se-Indonesia,” jelas Muh Ferdiansyah, kemarin.

Penunjukan Unesco Global Geopark adalah pengakuan prestisius yang diberikan pada tempat atau wilayah luar biasa untuk situs geologis dan lanskap internasional dan kepentingan khusus.

Situs-situs ini, bersama dengan situs warisan ekologi, budaya, dan arkeologi yang penting, dikelola dengan cermat melalui pendekatan komprehensif yang mencakup konservasi, pendidikan, penelitian, dan pariwisata yang bertanggung jawab. (jun)



×


Setelah Diberi Piagam, Dapat Apa?

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link