MAKASSAR, BKM — Kendati belum diserahkan secara resmi, Pemkot Makassar akan mengalokasikan anggaran hingga Rp50 miliar untuk melakukan renovasi total Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paotere.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paotere, Selasa (26/12) untuk melihat langsung hasil renovasi atap dan lantai yang dilakukan Dinas Pertanian dan Perikanan (DP2) Makassar.
Orang nomor satu Makassar itu mengatakan dirinya punya niat besar untuk membuat TPI Paotere menjadi lebih bagus, sama dengan tempat pelelangan ikan yang berada di luar negeri.
“Insyaallah kita akan tata dengan baik, dibuatkan restoran agar orang bisa makan dengan nyaman, layak untuk orang datangi. Pariwisata bisa tumbuh di sini, sehingga ekonomi bergerak dengan kondisi yang memadai,” ungkap Danny.
Dia mengatakan, banyak yang bisa dilakukan dengan anggaran Rp50 miliar tersebut. Tempat pelelangan dibangun dua lantai, saluran drainase hingga sanitasi diperbaiki. Begitu juga dengan dermaganya.
“Kita bisa rencananya di APBD Perubahan tahun depan. Dibuat multiyears sehingga bisa langsung dilanjutkan pada 2025 mendatang,” tambah Danny.
Saat ini, status TPI Paotere sebenarnya masih dalam kewenangan Pemerintah Provinsi Sulsel. Awalnya Paotere merupakan aset Pemkot Makassar. Namun di era Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb, Paotere berpindah tangan ke Pemprov Sulsel.
Saat ini, Danny sudah berkoordinasi dengan Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin agar diserahkan kembali ke Pemkot Makassar. Permintaan tersebut sudah disetujui dan saat ini pengambilalihan sementara berproses.
“Surat sudah diselesaikan kemarin, tinggal kita harus ikuti prosesnya. Memang ini agak panjang, tapi kita tidak pernah putus asal soal itu. Syaratnya, sudah perintah Pak Gub, beliau sudah setuju,” kata Danny.
Dia menambahkan, TPI Paotere memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi Kota Makassar. Bukan saja perihal kapasitasnya dan keanekaragaman lautnya, tetapi lebih dari itu. “Tidak ada Makassar kalau tidak ada Paotere,” tekan Danny.
Karena itu keduanya memiliki kaitan yang erat. Renovasi tahun ini mencakup beberapa perbaikan, di antaranya atap juga tegel. Kini bangunan pun terlihat lebih bagus, besar dan bersih.
Wali kota dua periode ini menyampaikan bahwa sejak dahulu dirinya begitu gemas untuk melakukan rehabilitasi di TPI Paotere. Sebab selain soal kesejarahan, kini Makassar kian dikenal dengan branding Kota Makan Enak. Itu artinya Paotere juga harus mengambil bagian penting utamanya perihal makanan olahan ikan.
Ia meyakini bahwa jika berkunjung ke Makassar maka di sinilah tempat makan ikan terenak dan belum afdhal tanpa berkunjung ke Paotere. Olehnya, tidak mungkin Makassar jadi Kota Makan Enak tanpa TPI yang baik. Lagi-lagi, ia tekankan itulah mengapa kondisi TPI harus mumpuni agar layak dikunjungi, menjadi primadona dalam pariwisata.
Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi Demokrat Ray Suryadi Arsyad mengungkap kesyukuran karena telah dilakukan renovasi atap dan lantai TPI Paotere. “Ini renovasi kedua dalam kurun waktu tiga tahun. Kali ini lebih bagus dari yang kemarin, karena atap yang diberikan tahan dari korosi. Kemarin kan atap seng, kalau kena angin laut, cepat sekali karat. Sekarang sudah membaik. Kita bersyukur,” jelasnya.
Dia menekankan, Pemkot Makassar memang harus fokus dalam meningkatkan fasilitas dan sarana di TPI Paotere. Selain menjadi salah satu ikon Kota Makassar, Paotere merupakan tempat pelelangan ikan yang cukup besar di Indonesia.
Dalam sehari, produk perikanan yang masuk ke TPI Paotere tidak pernah kurang dari 70 ton. “Sekitar 70 sampai 100 ton per hari. Yang jelas lebih dari kapasitas rata-rata pelelangan yang ada di Indonesia timur. Itu harus kita syukuri. Bukan hanya produktivitas, semua jenis hasil laut ada semua di sini. Ada udang, ikan, gurita, kerang teripang, dan semua primadona impor ada di Paotere,” ungkap Ray.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (DP2) Makassar Evy Aprialty menjelaskan tahun ini pihaknya memang mengalokasikan anggaran sebesar Rp932 juta untuk renovasi lantai dan atap TPI Paotere.
“Untuk renovasi atap dengan lantai karena memang selama ini atap tidak pernah diperbaiki, jadi masalah bagi penjual apabila musim hujan dan panas. Sejak dulu memang tegelnya tidak pernah diperbaiki. Sekarang kita bisa lihat sudah ditehel supaya Paotere jadi bersih. Instalasi air dan listrik, semua fasilitas di dalam sesuai anggaran kami perbaiki di 2023,” jelas Evy.
Tahun 2024 mendatang, lanjutnya, DP2 kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp450 juta untuk perbaikan dermaga. Pasalnya, kapal-kapal bertonase 25 GT ke atas sangat sulit untuk merapat ke dermaga.
Sementara rencana pengalokasian anggaran sebesar Rp50 miliar untuk renovasi total TPI Paotere, Evy mengaku tinggal menunggu instruksi dari wali kota dan kesiapan anggaran terkait rencana tersebut. (rhm)

