pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

167 Jiwa Masih Mengungsi

Waduk Nipa-nipa Status Waspada

MAKASSAR, BKM — Ratusan warga Makassar hingga saat ini masih bertahan di lokasi pengungsian. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Minggu (21/1) pukul 13.00 Wita, menyebut total warga yang masih berada di pengungsian sebanyak 167 jiwa (50 KK).
Para pengungsi itu tersebar di tiga lokasi yang berada di Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala. Yakni di Masjid Makka Al Mukarramah, Jalan Suling sebanyak 14 jiwa (6 KK), Masjid Al Anwar Jalan Biola Raya Blok 10 sebanyak 17 jiwa (4 KK), dan Masjid Jabal Nur, Jalan Biola 13 Blok 10 sebanyak 136 jiwa (40 KK). Sementara di Kelurahan Tamangapa, pengungsi sudah pulang kembali ke rumah masing-masing.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar Achmad Hendra Hakamuddin menerangkan bahwa untuk di Kecamatan Biringkanaya, semua pengungsi juga sudah kembali ke rumah masing-masing.

“Jadi lokasi pengungsian sisa di tiga tempat yang berada di Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala,” ungkap Achmad Hendra.
Sementara itu, masih ada tiga kelurahan yang hingga saat ini masih terendam banjir. Di Kelurahan Tamangapa Kecamatan Manggala, ada tiga lokasi yang terendam. Masing-masing Jalan Kajenjeng Dalam (Kampung Romang Tangngayya) dengan ketinggian air mencapai 80-105 cm, Jalan Rahmatullah Bontoa 30-45 cm, dan Jalan Kajenjeng (penyeberangan Romang Tangngayya) 30-45 cm.
Di Kelurahan Manggala Kecamatan Manggala, Jalan Kecaping Raya ketinggian air mencapai 40-65 cm, Jalan Ujung Bori 1 30-55 cm, Jalan Bangkala Dalam 40-60 cm, dan Jalan Ujung Bori Dalam 40-45 cm. Sedangkan di Kecamatan Biringkanaya, lokasi yang terendam banjir di Kelurahan Katimbang yakni Jalan Kotipa XVI dengan ketinggian air hanya mencapai 15 cm.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan imbauan kepada masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi hingga empat meter, khususnya di wilayah pesisir. Peringatan ini berlaku pada tanggal 21-22 Januari 2024.
Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo, menyatakan urgensi peringatan ini, terutama bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar wilayah yang berpeluang terjadi gelombang tinggi.
“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” ujar Eko Prasetyo di Jakarta.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara diperkirakan akan bergerak dari utara-timur laut dengan kecepatan angin berkisar 6-25 knot. Sementara itu, di wilayah Indonesia bagian selatan, pola angin umumnya bergerak dari barat daya-barat laut dengan kecepatan 6-30 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di beberapa perairan strategis seperti Laut Jawa, Laut Banda, dan Laut Seram.
BMKG juga mengingatkan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi perahu nelayan, kapal tongkang, dan kapal feri. Pelayaran kapal besar seperti kapal kargo atau kapal pesiar juga diingatkan untuk tetap waspada dengan memperhatikan kecepatan angin dan tinggi gelombang.
Khusus untuk wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya, prakiraan cuaca hari ini, Senin (22/1), pagi hari berawan berpotensi hujan ringan di wilayah Bantaeng, Barru, Gowa, Jeneponto, Selayar, Luwu, Makassar, Maros, Pangkep dan Takalar. Siang dan sre hari hujan ringan-sedang.
Sedangkan berawan di wilayah Bone, Luwu Timur, Luwu Utara, Palopo, Parepare, Sidrap, Sinjai dan Wajo. Malam hari berawan, berpotensi hujan ringan,di wilayah Gowa, Makassar, Maros, Pangkep dan Takalar. Sedangkan dini hari berawan berpotensi hujan ringan di wilayah Barru, Gowa, Selayar, Makassar, Maros, Pangkep, Parepare dan Takalar.

Untuk ketinggian gelombang 1,25 hingga 2,5 meter terjadi di Selat Makassar bagian selatan, perairan Pare-Pare, Perairan Spermonde Pangkep bagian barat, Perairan Spermonde Pangkep, Perairan Spermonde Makassar bagian barat, Perairan Spermonde Makassar, Perairan barat KepulauanSelayar, Perairan Sabalana, Perairan timur Kep. Selayar, Laut Flores bagian utara.
“Setelah ada peringatan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, maka warga sekitar waduk Nipa-nipa, Kota Makassar, diminta selalu waspada,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan (Sulsel) Amson Padolo, Minggu (21/1).

Hal itu dinilai penting dilakukan karena debit air terus naik. Sementara posko induk BBWS Pompengan Jeneberang melansir perkembangan waduk. Warga juga diminta tidak beraktivitas di sekitar kolam.

“Status waduk kan pasti mengikuti curah hujan apalagi seperti Nipa-Nipa yang memang merupakan waduk untuk penampungan,” ujar Amson.

Air sungai di waduk telah melimpas ke spillway atau bangunan pelimpah.

Hingga pukul 13.00 Wita, Minggu (21/1), status air sungai sudah melimpas ke spillway.

“Sudah 40 cm di atas spillway, masuk waspada,” kata Sub Koordinator Pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan SDA BBWS-PJ Muhammad Firdaus, Minggu (21/1).

Tampungan kolam saat ini mencapai 3.07 juta meter kubik. Berada di atas tampungan normal sebesar 2.74 juta meter kubik. Posko Induk BBWS Pompengan Jeneberang juga mencatat Waduk Nipa-nipa saat ini berada pada elevasi +6,00 meter. Sementara sungai pada elevasi +6,01 dan top spillway pada elevasi +5,61 meter. Kemudian selisih antara sungai dan kolam +0,01 meter. Lalu selisih top spillway dan sungai +0,40 meter.

“Semoga hujan tidak deras lagi,” imbuh Firdaus.

Status kolam waduk Nipa-nipa terbagi menjadi tiga kategori, yakni waspada, siaga, dan awas. Elevasi waspada dengan ketinggian 5,61 meter, elevasi siaga pada 6,53 meter, dan elevasi awas pada 6,58 meter. (rhm-jun)



×


167 Jiwa Masih Mengungsi

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link