MAKASSAR, BKM – Lorong wisata menjadi program berkelanjutan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Tahun ini ditargetkan seribu longwis baru.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Makassar Alamsyah Sahabuddin, menyebut bahwa saat ini sudah ada 527 usulan lorong wisata baru.
Usulan itu tersebar di seluruh kecamatan se-Kota Makassar. Termasuk di Kepulauan Sangkarrang.
“Usulan lorong wisata yang sementara masuk ada 527. Ini atas kerja sama yang luar biasa dari teman-teman lurah dan camat,” kata Alamsyah Sahabuddin, Jumat (26/1).
Rinciannya, Kecamatan Mariso 22 usulan lorong, Mamajang 35 lorong, Makassar 17 lorong, Ujung Pandang sembilan lorong.
Kecamatan Wajo 41 usulan lorong, Bontoala 15 lorong, Tallo 76 lorong, Ujung Tanah lima lorong, Panakukang 38 lorong, Tamalate 32 lorong.
Selanjutnya, Biringkanaya 73 lorong, Manggala 42 lorong, Rappocini 61 lorong, Tamalanrea 52 lorong dan Kepulauan Sangkarrang sembilan lorong.
Alamsyah menyebut jumlah ini masih berpotensi bertambah, mengingat target lowong Wisata yang akan ditambah tahun ini sebanyak seribu lorong.
“Ini usulan dari camat dan lurah yang mau kita verifikasi dan kemungkinan masih bertambah jumlahnya,” tuturnya.
Untuk memenuhi target seribu lorong wisata, idealnya setiap kelurahan harus mengusul tujuh lorong guna diintervensi seluruh stakeholder menjadi lorong wisata.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengapresiasi kelurahan-kelurahan yang sudah mengusulkan tujuh lorong.
Ia juga menyarankan pemerintah kelurahan untuk memanfaatkan gang-gang kecil jika di wilayahnya minim lorong untuk mendapat intervensi khusus stakeholder yang terlibat.
“Saya berharap ini sudah masuk di aplikasi. Yang 500 ini juga segera tetapkan dewan lorongnya,” tutup Danny Pomanto. (rhm)

