MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar tahun ini akan menekankan pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan. Semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus melaksanakan program atau inovasi berkaitan dengan penyelamatan lingkungan yang berfokus pada Makassar Low Carbon.
Salah satu yang akan dilaksanakan tahun ini adalah menjadikan gedung perkantoran dan sekolah berkonsep green building. Konsep ini akan direalisasikan dengan mengubah sumber energi listrik utama di gedung perkantoran serta sekolah milik Pemkot Makassar, dari listrik PLN menjadi panel surya.
Menindaklanjuti hal itu, Dinas Pendidikan Kota Makassar sementara melakukan survei ke sekolah-sekolah untuk mendorong penggunaan panel surya atau pembangkit listrik tenaga matahari ini. Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Muhyiddin Mustakim mengatakan, pihaknya juga sudah memilih satu sekolah sebagai leading sektor atau uji coba program tersebut.
“Kita sudah ada survei. Uji coba awal, akan dipasang di SMPN 6 Makassar, Jalan Ahmad Yani. Kita pilih sekolah itu karena ada smart class di sana. Banyak komputer dan peralatan elektronik lainnya penunjang pembelajaran di sana,” kata Muhyiddin.
Dia melanjutkan, selain untuk mendorong rendah karbon, penggunaan panel surya juga bakal lebih murah dan efisien. “SMPN 6 sudah mulai survei. Kami yakin pengeluaran biaya listrik untuk sekolah pasti berkurang. Supaya alokasi dana BOS bisa digunakan untuk yang lain juga. Selama ini biaya listrik besar sekali setiap sekolah,” ungkap mantan Plt Kepala Dinas Sosial Makassar itu.
Lebih jauh dikemukakan, estimasi anggaran yang akan disiapkan tahun ini untuk menghadirkan panel surya di sekolah-sekolah sekitar Rp200 miliaran. “Jadi memang ada rinciannya dari Bappeda. Sekitar Rp200 miliaran. Kami hanya menentukan titiknya saja,” tambahnya.
Namun, walaupun setiap sekolah nantinya sudah menggunakan panel surya sebagai sumber listrik utama, namun listrik PLN juga masih terpasang. “Tetap listrik PLN juga terpasang sebagai sumber energi lain. Tapi panel surya akan menjadi sumber listrik utamanya,” kata Muhyiddin.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menekankan, pembangunan yang berkelanjutan harus fokus pada penyelamatan lingkungan mengingat kerusakan bumi sudah semakin parah. Karenanya, harus diambil langkah-langkah strategis dengan memasukkan langkah penyelamatan lingkungan di setiap program Pemkot Makassar.
“Makanya, Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) tahun ini, temanya akan fokus pada lingkungan, dengan kata kunci Makassar Low Carbon,” ungkapnya.
Dia mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan adalah menjadikan gedung-gedung milik Pemkot Makassar berkonsep green building. Selain sekolah, pihaknya memprioritaskan penggunaan panel surya di Makassar Goverment Centre (MGC) yang saat ini dalam proses perampungan.
“Jadi gedung perkantoran, seperti Makassar Goverment Centre dan sekolah-sekolah nantinya akan dilengkapi panel surya sebagai sumber energi listrik yang utama. Jadi kita akan rancang green building yang paling modern dan system smart city yang low carbon alias ramah lingkungan,” ungkapnya.
Dalam aktivitas sehari-hari pun, seluruh pegawai Pemkot Makassar akan diminta menggunakan berbagai peralatan ramah lingkungan. Semua OPD akan diperintahkan membuat inovasi yang berkaitan dengan penyelamatan (ramah) lingkungan.
“Contohnya, kita tidak lagi menggunakan botol plastik. Jadi di Rakorsus nanti, saya perintahkan semua OPD untuk buat inovasi yang berkaitan dengan ramah lingkungan,” tandasnya. (rhm)

